
Bagian ini Author mencoba mengingatkan kembali Teman-teman akan Penataran P4. Dimana sebelum kita mulai masa belajar kita wajib mengikuti Penataran P4. Penataran P4 ini sifatnya wajib diikuti oleh pelajar dari level Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai level Mahasiswa. Bukan hanya di dunia Pendidikan saja yang wajib mengikuti Penataran P4 tetapi juga di instansi - instansi pemerintahan baik sipil maupun militer. Bahkan juga sering diadakan lomba Cerdas Cermat P4. Saya waktu sekolah tingkat dasar juga terpilih untuk mewakili sekolah ku mengikuti Lomba Cerdas Cermat P4.
Flashback on
Saya masih ingat waktu itu, saya dan 2 orang Temanku yang terpilih mewakili sekolah ku di tingkat Kecamatan Bulakamba didampingi 2 orang Guru Kami naik Angkot menuju sekolah tempat diadakannya perlombaan. Baru 2km lebih perjalanan, saya sudah mengalami mabuk kendaraan.
" Pak Sopir, tolong berhenti di depan", pintaku kepada Sopir angkot.
Pak Sopir pun segera menghentikan angkotnya. Saya langsung berhambur keluar dan muntah mengeluarkan isi perutku. Pak Guru membantuku dengan memijat mijat leherku.
Setelah merasa baikan, kami melanjutkan perjalanan dengan posisi duduk pindah ke depan disamping Pak sopir didampingi Guru Saya.
Setelah sampai di tempat tujuan, Pak Guru langsung mengajakku ke tempat makan. Setelah selesai makan, saya disuruh minum obat untuk mengurangi rasa pusing saya.
Alhamdulillah ...... saya dan temanku berhasil menjadi juara pertama di tingkat Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Bulakamba. Dan kami pun berhak untuk maju ke tingkat Kabupaten Brebes mewakili kecamatan Bulakamba.
Lomba tingkat kabupaten diadakan di Kantor Departemen Agama Kabupaten Brebes. Dan mengingat saya ini suka mabuk kendaraan, maka saya berangkatnya diantar ayah saya menggunakan sepeda motor Astrea Honda Prima.( Sepeda motor ini memanglah prima kuat bertahan lama. Dari saya MI sampai lulus kuliah, motor ini masih bertahan). Di tingkat kabupaten, kami hanya berhasil menjadi juara ketiga. Padahal jika kami bisa menjadi juara pertama, maka kami akan maju ke tingkat Provinsi dan akan disiarkan melalui TVRI.😁😁😢😢
Flashback off
Pagi pagi sekitar jam setengah enam Syarif sudah berdiri di pinggir jalan menunggu kedatangan Angkot atau Angkutan Kota menuju tempatnya sekolah. Maklum jarak sekolah Kaisar dari rumahnya cukup jauh. Terkadang bahkan ia belum sempat sarapan. Tetapi demi untuk bersekolah, dia rela melakukan itu semua.
Setelah menunggu selama 30 menit, Angkot yang ditunggu pun datang. Ia kemudian memberhentikan angkot tersebut. Tetapi karena angkot sudah penuh, ia pun dengan terpaksa naik angkot dengan "menggantung" di pintu. Pada awalnya agak takut juga naik angkot dengan cara seperti itu. Tetapi lama kelamaan ia pun menjadi terbiasa.
Kurang lebih 30 menit perjalanan, ia pun sampai di sekolahnya, SMP Negeri favorit di kotanya. Syarif pun berjalan mencari ruang kelasnya, kelas 1F. Di sekolahnya kelas 1 terdiri dari 6 kelas, yaitu 1A sampai dengan 1F. Kelas 1F letaknya bersebelahan dengan kelas 2A.
"Oh ini ruang kelasku", kata Syarif ketika melihat sebuah ruangan kelas dengan tertera tulisan Kelas 1-F.
__ADS_1
Syarif pun kemudian masuk ke dalam kelas tersebut. Ia memutarkan pandangannya untuk mencari bangku yang masih kosong. Pandangan matanya tertuju pada meja kedua yang madih kosong. Dia masih ingat ucapan ibunya untuk duduk di bangku bagian depan supaya bisa mendengarkan dengan jelas penjelasan Bapak Ibu Guru.
Tidak beberapa lama kemudian masuk seorang anak dan menuju ke meja Syarif.
" Maaf. Bolehkah aku duduk di sini? ", tanyanya dengan sopan.
" Tentu saja. Kau boleh duduk di sini", jawab Syarif.
" Terima kasih", balas anak itu.
Syarif kemudian berkenalan dengan anak itu. Anak itu namanya Irpan. Asalnya dari desa Klampok yang tidak terlalu jauh dari sekolah dibandingkan dengan Syarif.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi dan semua siswa segera menduduki bangku mereka masing - masing.
Kemudian masuk seorang Ibu Guru ke dalam ruangan kelas tersebut.
" Beluum......", jawab Syarif dan teman - teman nya.dengan kompak.
" Baiklah kalau begitu. Kalian satu persatu maju ke depan memperkenalkan diri kalian masing", kata Ibu Guru.
Dimulai dari barisan terdepan, anak - anak maju memperkenalkan dirinya masing - masing. Setelah selesai anak - anak memperkenalkan dirinya masing - masing, kemudian Ibu Guru juga memperkenalkan dirinya.
" Nama Ibu adalah Sri Lestari. Kalian bisa memanggil Ibu dengan panggilan Ibu Sri. Ibu adalah Wali Kelas Kalian."
" Hari ini dan 5 hari ke depan kalian akan mengikuti Penataran P4. Ibu akan membagikan jadwal Materi yang akan disampaikan selama Penataran P4", kata Ibu Sri.
Kemudian Ibu Sri meminta salah seorang muridnya untuk membantunya membagikan jadwal Penataran P4.
__ADS_1
"Sebentar lagi, Pak Budi akan memberikan materi. Jadi Ibu akan tinggalkan kalian. Ibu berharap kalian mendengarkan dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh Pak Budi", pesan Ibu Sri kepada murid - muridnya. Kemudian meninggalkan ruangan kelas.
Tidak lama kemudian, masuklah seorang Bapak Guru ke ruangan kelas tersebut.
Syarif duduk dengan tenang sambil mendengarkan Pak Budi yang sedang membawakan materi Penataran P4 alias Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
Teman - teman dulu yang seangkatan dengan Author pasti juga mengalami Penataran P4. Iya khan? He.he. ketahuan khan umur Author.
Selama seminggu penuh Kaisar mengikuti Penataran P4 dengan semangat. Ada sebuah lagu yang diajarkan Pak Pri yang masih Syarif ingat sampai sekarang. Tapi Syarif lupa lirik lagu tersebut, hanya awal lagu saja yang masih diingat liriknya.
Kawan cobalah dengar ceritaku ini...
Tentang seorang anak kecil.....
Begitu bunyi lirik awal lagu tersebut. Barang kali ada pembaca yang tahu kelanjutannya, jangan ragu untuk menuliskannya di komentar. He.. he...
Lagu tersebut menceritakan tentang seorang anak Petani yang dengan ketekunan serta keuletannya mewujudkan cita2nya dan membangun Negeri ini. Dialah Bapak Pembangunan. Teman - teman tentu tahu kan siapa Bapak Pembangunan Kita.
Selama seminggu kami diberikan materi tentang UUD 1945, dari mulai Pembukaan , Pasal - pasal dalam UUD 1945. Syarif juga harus hapal 36 butir Pancasila. Syarif juga diajarkan GBHN (Garis garis Besar Haluan Negara). Wawasan Wiyata Mandala dan juga lagu-lagu Nasional dan Daerah. Tidak sedikit Teman teman nya yang hapal Nama-nama Menteri yang duduk dalam Kabinet.
" Alhamdulillah .....akhirnya selesai juga.....", gumam Syarif dan Teman-teman nya setelah Penataran P4 selesai dengan bahagia setelah seminggu penuh mengikuti Penataran P4.
Dengan berakhirnya Penataran P4, berarti minggu depan Syarif dan teman - temannya akan memulai pelajarannya sebagai siswa SMP sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Catatan Author:
Karya ini adalah karya Author yang pertama. Author mencoba untuk menulis, membuat karya sebuah cerita. Sebagai karya yang pertama, pasti banyak kekurangannya. Mohon pembaca untuk menuliskan komentar nya mengenai karya pertamaku ini. Berikan saran saran untuk perbaikan Author di Bab selanjutnya. Terima kasih.
__ADS_1