
Walaupun Syarif dekat dengan Widi dan Ana, tetapi Syarif tidak menceritakan perasaannya terhadap Deli kepada mereka. Syarif hanya bercerita kepada teman semejanya, TEKOP.
Suatu hari, Deli dan Saifi menyapa Syarif. Mereka menyapa Syarif dengan nama lengkap Syarif.
"Syarifudin, kemarin di kantor pos ngapain? ", tanya Deli kepadaku membuat hati Syarif bergetar. Hati Syarif bergetar karena orang yang disukainya menyapanya. Cara memanggilnya juga berbeda dengan yang lainnya. Kalau yang lain, menyapanya cukup dengan Syarif atau Rif. Tetapi Deli menyapanya dengan panggilan yang lengkap.
" Kirim surat ke kakak sepupuku", jawab Syarif.
Deli lah orang yang mampu menggetarkan jiwanya. Selama ini Syarif belum berani untuk mengungkapkan perasaannya kepada Deli. Dan dia juga tidak mau orang lain tahu perasaannya kepada Deli.
Suatu hari, Guru Keterampilan menyuruh Syarif dan teman - temannya untuk membuat hasil keterampilan tangan. Pak Guru meminta siswa - siswinya untuk membuat tempat sampah dari kayu yang nantinya akan dipakai di Sekolah. Pak Guru meminta Syarif dan teman - temannya untuk membentuk kelompok dan menunjuk salah satunya sebagai Ketua Kelompok. Syarif menjadi anggota kelompok yang diketuai oleh Nizar.
Sepulang sekolah, Syarif, Nizar dan Puji berjalan bersama menuju rumah Nizar untuk mendiskusikan tugas yang diberikan oleh Pak Guru.
Rumah Nizar tidak jauh dari sekolah mereka. Rumah Nizar terletak di jalan Sultan Agung, dekat dengan Kantor BRI Brebes.
Sesampainya mereka sampai di rumah Nizar, mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di kursi. Nizar mengeluarkan sebuah buku catatan untuk mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tempat sampah. Buku itu diberikan ke Puji dan langsung dibuka oleh Puji.
Nizar berkata pada Puji dengan pelan bahwa buku itu kemarin dibawa Deli. Walaupun pelan, Syarif mampu mendengar apa yang dikatakan Nizar kepada Puji dan membuat hati Syarif bergetar. Apalagi Syarif melihat tulisan yang tertulis di buku itu.
Why do you love me?
Because you are Beautiful.
Itulah tulisan yang ada di buku itu. Syarif merasa seperti Deli bertanya kepadanya, " Why do you love me? ". Dan Syarif juga merasa dia menjawab pertanyaan Deli, " Because you are Beautiful".
__ADS_1
Syarif tidak tahu apakah itu hanya sekadar tulisan ataukah sebuah kejadian yang benar terjadi.
Setelah mereka berdiskusi mengenai bahan - bahan yang akan dibutuhkan dan iuran tiap anggota serta anggota yang bertanggung jawab untuk membeli perlengkapan. Ditetapkan bahwa hari Sabtu sepulang sekolah mereka akan berkumpul lagi di rumah Nizar untuk mengerjakan tugas kelompok.
Hari Sabtu sepulang sekolah ...
Syarif dan teman - temannya berjalan ke rumah Nizar untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Guru Keterampilan.
Nizar dibantu teman-temannya mengeluarkan perlengkapan dan kayu yang akan dibuat sebagai tempat sampah.
Mereka membuat gambar terlebih dahulu bentuk dan ukuran tempat sampah. Setelah selesai, mereka memotong kayu sesuai dengan ukuran dalam gambar. Setelah dipotong - potong kemudian mereka memasang kayu sesuai gambar. Kemudian dilakukan pemakuan supaya kuat. Setelah selesai pemakuan, dilanjutkan dengan penambalan atau pendempulan pada bagian sambungan. Setelah proses pendempulan kemudian dilanjutkan dengan pengampelasan agar tempat sampahnya halus dan tidak begitu kentara bagian sambungan. Dan terakhir dilakukan pengecatan agar tempat sampah yang dibuat terlihat indah dan menarik.
" Alhamdulillah .......", ucap mereka kompak setelah tempat sampah selesai dibuat. Setelah dicat, tempat sampah yang mereka buat terlihat bagus dan menarik.
Syarif dan Teman - Temannya merasa puas dengan hasil kerja mereka. Setelah itu mereka pun berpamitan.
Senin paginya...
Terlihat Nizar dibantu Puji membawa tempat sampah ke dalam ruangan kelas mereka. Kelompok yang lain juga sudah membawa hasil kerja kelompok masing - masing. Dan ketika mata pelajaran Keterampilan tiba, para siswa menyerahkan hasil kerja kelompok mereka kepada Guru Keterampilan mereka.
Guru Keterampilan pun terlihat senang dan bangga melihat hasil Keterampilan tiap - tiap kelompok.
" Bapak tidak menyangka ternyata hasil kerja kalian sangat bagus dan menarik. Semua tempat sampah ini akan kita tempatkan di tempat - tempat dari Sekolah kita yang sepertinya membutuhkan tempat sampah. Bapak ucapkan Terima kasih atas jeri payah kalian", kata Guru Keterampilan tersebut.
Setelah jam Istirahat, Puji menghampiri Syarif dan berbisik, " Rif, kamu suka ya sama Deli?".
__ADS_1
Syarif pun kaget mendengar pertanyan tersebut. Syarif kaget kalau Puji bisa tahu kalau Syarif menyukai Deli. Padahal selama ini Syarif tidak pernah bercerita kepada orang lain tentang perasaannya kepada Deli. Syarif hanya bercerita kepada TEKOP. Dan Syarif yakin kalau TEKOP tidak akan sembarangan menceritakannya kepada siswa yang lain.
" Tidak ", jawab Syarif berbohong.
Setelah mendengar jawaban Syarif, Puji meninggalkan Syarif dengan sebuah senyuman.
Syarif pun bertanya-tanya dalam hatinya.
" Bagaimana mungkin Puji bertanya hal seperti itu? Apakah sebetulnya Puji tahu kalau saya menyukai Deli? kalau iya, dari mana Puji bisa tahu perasaanku kepada Deli?"
Pagi harinya....
Syarif mendekati Widi dan Ana seperti biasa untuk mengobrol. Kemudian Widi bertanya kepada Syarif.
" Memang Syarif suka ya sama Mba Deli?", tanya Widi kepada Syarif.
" Kata siapa?", Syarif balik bertanya.
" Ada, deh", jawab Ana.
" Ayo ngaku aja! ", kata Widi.
Akhirnya Syarif pun mengakui kepada kedua temannya kalau ia memang suka sama Deli.
Dalam hati Syarif bertanya-tanya siapakah orang yang telah menyebarkan berita bahwa dia menyukai Deli.
__ADS_1