
Teman sebangku, Irpan, mempunyai ciri khas di kepalanya. Kepalanya mempunyai 2 bundaran di atasnya. Saya sebelumnya belum pernah melihat orang dengan 2 bundaran di kepalanya. Dengan adanya 2 bundaran ini, maka rambut dari masing - masing bundaran akan saling bertemu dan menyebabkan adanya tumbukan rambut dan terlihat seperti huruf V yang terbalik.
" Adikku lebih aneh lagi. Ada 5 bundaran di kepalanya sehingga mengakibatkan rambutnya seperti penampilan salah satu personal dari the A Team", kata Irpan kepadaku.
" Orang yang memiliki dua bundaran kepala atau lebih, biasanya memiliki keunggulan yaitu pintar orangnya. Tetapi jika Orang tuanya tidak bisa mendidiknya, biasanya Orang tersebut badung atau nakal", katanya melanjutkan ceritanya.
Setelah beberapa hari duduk bersama Irpan, saya mengakui bahwa Irpan itu pintar. Daya tangkapnya tinggi. Walaupun kelihatannya Irpan kurang memperhatikan pelajaran, tetapi dia bisa menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik.
Suatu hari, ketika Pak Jumadi, Guru Fisika, sedang memberikan penjelasan kepada kami, Irpan berbisik kepadaku.
" Coba kamu perhatikan ketika Pak Jumadi menyebutkan kata "zat", bisiknya kepadaku.
Aku pun mengikuti bisikannya untuk memperhatikan Pak Jumadi ketika menyebutkan kata "zat". Ternyata Pak Jumadi tidak bisa menyebutkan kata "zat" dengan benar. Ternyata Beliau menyebutkan "yat".
" Dasar Irpan, anak dengan 2 bundaran di kepala", kataku dalam hati. Memang anak dengan 2 bundaran di kepala ini bisa badung seperti apa yang diceritakan Irpan.
Ketika jam pelajaran Pendidikan Agama Islam, Irpan berkata kepadaku.
__ADS_1
" Aku paling senang pelajaran Agama ketika disuruh menyebutkan salah satu Asmaul Husna", katanya kepadaku.
" Memangnya kenapa? ", tanyaku keheranan.
" Soalnya Ayahku itu namanya merupakan satu dari Asmaul Husna. Jadi saya tinggal menyebutkan nama Ayahku", jawabnya.
Kami sering pulang bersama karena memang arah pulang kami searah. Kami berjalan kaki menuju alun - alun kota Brebes. Kami berjalan menyusuri jalan menuju alun - alun. Terkadang kami berjalan di atas rel kereta api karena kebetulan kami melewati Stasiun Kereta api sambil berpegangan tangan. Tangan kanan saya berpegangan dengan tangan kirinya atau sebaliknya. Walaupun sebenarnya berbahaya, tetapi di usia kami yang masih remaja, hal ini menyenangkan. Ketika sampai di stasiun, terkadang kami berhenti dulu di Stasiun dan duduk - duduk di bangku yang ada sekadar menghilangkan capai ataupun sekadar melihat-lihat. Kemudian kami melanjutkan perjalanan.
Ketika sampai di area pertokoan Pasar Brebes, kami berhenti di tempat penjual majalah dan buku cerita. Kemudian Irpan membeli Buku cerita Wiro Sableng keluaran terbaru. Kami sama-sama suka karya Bastian Tito tersebut. Cuma bedanya, Irpan sampai membeli sedangkan saya hanya meminjam. He.he..
Setelah mengeluarkan uang senilai seribu rupiah, Irpan mendapatkan Wiro Sableng edisi terbaru. Sedangkan teman - teman yang lain ada yang suka membeli majalah seperti HAI dan Gadis.
Setelah puas bermain, kemudian kami melanjutkan perjalanan kami.
Ketika sampai di tempat mangkal angkot, yaitu di depan Kantor Bupati Brebes, saya berhenti.
" Saya disini saja, mau naik angkot. Sampai bertemu besok", kataku kepada Irpan.
__ADS_1
" Ok. Sampai bertemu besok", jawabnya.
Irpan pun melanjutkan perjalanannya menuju alun - alun. Ketika sampai alun - alun, Irpan pun pulang dengan naik elf Jurusan Ketanggungan. Terkadang juga naik elf jurusan Losari karena keduanya melalui tempat tinggalnya.
Keesokan harinya..
" Pan, Wiro Sableng nya sudah selesai dibaca belum?", tanyaku kepadanya.
" Belum", jawab nya.
" Besok ya! " lanjutnya. Dia tahu kalau saya bermaksud meminjam Wiro Sableng, Pendekar Kapak Maut 212.
Irpan ini, tipe orang yang suka baca buku cerita. Sehingga untuk baca Wiro Sableng, dia hanya butuh waktu 1 - 2 hari. Setelah selesai membaca Wiro Sableng, dia biasanya menyewa buku cerita. Dia suka mampir di tempat penyewaan buku yang letaknya tidak jauh dari Alun - alun.
Kegemarannya membaca sepertinya bukan hanya pada buku cerita. Buku ilmu pengetahuan pun sepertinya dia gemar. Buktinya ketika pelajaran Biologi, dia sudah mengenal teori yang menyatakan " Omni Ovum ex vivo" yang artinya " Setiap telur berasal dari Mahluk Hidup. Tetapi ada juga teori yang menyatakan " Omni Vivo ex Ovum" yang artinya " Setiap mahluk hidup berasal dari telur". Sedangkan hal itu belum diajarkan oleh Guru Biologi kami.
Memang anak dengan 2 bundaran di kepala ini anaknya pintar, memiliki kelebihan.
__ADS_1
Mungkin kekurangan darinya adalah yang suka garuk - garuk rambut di kepala. Saya tidak tahu apakah dia melakukannya karena gatal atau tidak.
Saya dan Irpan suka mencandai teman kami, Heri dengan panggilan " Sagat ". Salah satu tokoh dalam game " Street Fighter" yang merupakan lawan dari Ryu maupun Ken. Saya menggambarkan diri saya sebagai Ryu, Irpan sebagai Ken dan Heri sebagai Sagat. Tapi itu hanya sebatas candaan, tidak lebih.