Pengorbanan Dan Air Mata Kiana

Pengorbanan Dan Air Mata Kiana
1*


__ADS_3

"Perkenalkan namaku adalah Kiana...


Aku biasa dipanggil ana, ini adalah kisah ku"


Sekitar 30 tahun yang lalu aku menikah dengan seorang pria yang bernama gara dalam sebuah pesta pernikahan yang sangat meriah untuk ukuran tahun 90 an.


Aku menerima ajakan mas gara untuk menikah karena aku melihat mas gara pria yang baik.


Saat memutuskan menikah dengan mas gara.Aku memilih resign dari tempat ku bekerja.Aku adalah seorang perawat di rumah sakit ternama di kota P.Untuk selanjutnya aku mengabdikan diriku sebagai ibu rumah tangga,mendampigi suami ku dalam suka maupun duka..


Sedangkan Mas gara bekerja sebagai pegawai negri sipil dengan golongan rendah pada saat itu.tapi aku tak berkecil hati gaji golongan serendah itu masih lebih dari cukup untuk menghidupi kami berdua.


Sebagai seorang istri aku harus pandai pandai mengatur keuangan.Aku slalu menyisihkan sedikit dari gaji suami untuk di tabung..kadang sisa sisa belanja ku aku simpan juga di celengan kaleng yang aku buat sendiri.


Aku juga tidak mau membeli sesuatu yang tidak kami butuhkan.


Pernah istri dari teman satu kantor s


mas gara mengajak aku untuk membeli kursi tamu pas kami kebetulan lagi jalan jalan ke pasar.


"An kursinya cantik bangat..kita beli yuk"ujar istri teman suamiku yang memang kebetulan kami juga bertetangga.Jadi kami sering jalan bareng.


Tetapi aku menolak selain karena kami masih nyaman untuk duduk ngeleseh di tikar pandan pemberian sang ibu mertua tapi juga uang untuk membeli kursi tamu lebih baik disimpan untuk keperluan kami kelak kedepannya.


Karna biar bagaimana pun biaya hidup kami kedepan pasti akan semakin besar.


Awal awal berumah tangga semuanya baik baik saja.Bahkan kami sangat bahagia walau kami hidup dalam kesederhanaan.Mas gara sangat baik dan perhatian.Bahkan mas gara tidak pernah mengeluhkan pelayananku semenjak kami menikah.


Bahkan mas gara sangat mensupport semua yang aku lakukan.Aku juga tidak mau bertingkah yang neko neko yang nantinya membuat mas gara kecewa terhadapku.


Setiap gajian mas gara memberikan semua gajinya kepadaku.


"Adek aja yang pegang smua.Adek dah lebih pandai mengatur smua"ujarnya


Akupun menerima amanat suamiku.Lalu dengan bijak sana sekali aku memberikan uang saku kepada mas gara sesuai dengan kebutuhan mas gara selama sebulan.


Aku tidak ingin mas gara menjadi orang yan minder dari kawan kawannya di kantor karna tidak mengantongi uang.

__ADS_1


Itu sebabnya sekalipun suamiku bilang


"segitu sudah cukup,nanti klu kurang mas minta lagi"


Tetap saja aku memberi mas gara lebih dari yang dia minta.


Untuk urusan dapur biarlah aku yang panda pandai mengaturnya fikirku.


Walaupun sulit tapi aku berusaha untuk mencukupi kebutuhan kami.walau hanya dengan masakan sederhana tapi aku dan mas gara bahagia.


Kadang kadang aku pergi cari genjer atau kangkung ke sawah sawah dan menjualnya ke tetangga tetangga.lumayan bisa untuk nambah nambah uang belanja.aku juga suka membuat kue kue dirumah yang nantinya bisa kujual keteman temanku dan juga tema teman satu kantor mas gara.Mas gara juga senang aku ada kegiatan.Jadi dia suka promosi kue buatanku ke teman temannya.Berkat mas gara kueku lumayan banyak yang pesan.Kata mereka kue buatanku enak.


semakin hari uang celenganku semakin banyak dan bahkan sudah penuh satu kaleng.Kami pun membongkar celenganku.Mas gara sampai terkejut melihat celenganku yang isinya lumayan.


"Sejak kapan adek nabung semua ini.kok mas gak tau"ujarnya


"Ini uang sisa sisa belanja yang adek kumpulin dan juga uang hasil jual kue mas"jawabku


Mas gara cuman ber ohh ria.karna dia tau memang kueku lumayan banyak peminatnya.Apalagi klu sudah hari sabtu dan minggu.


Aku gak pernah berdiam diri di rumah.mungkin kebiasaan ku yang sedari dari dulu bekerja.Aku juga gak pernah gengsi melakukan pekerjaan apapun selagi itu tidak salah dan tidak mengganggu pekerjaan rumah tanggaku.


Tapi setelah beberapa bulan kemudian.setelah aku mulai mengandung buah hati pertama kami.Mas gara mulai berubah


Dia mulai pelit dan suka marah marah tidak jelas.Bahkan gaji yang awalnya dia serahkan seluruhnya untukku.Sekarang jadi dia yang pegang.Padahal pada titik ini aku selalu ingin dimanja dan diperhatikan.Aku yang memang ngidamnya agak parah membuatku susah makan.Yang biasanya aku akan lahap hanya dengan lauk sambal tempe.sekarang menjadi terasa pahit dan bikin aku mual.Terkadang aku ingin makan sesuatu dan aku coba minta mas gara belikan.Tapi apa..malah caci maki yang ku terima.


Aku juga gak tau dimana letak kesalahanku.seiingatku semenjak menikah aku sudah berusaha jadi istri yang terbaik.Trus dimana letak salahku


Aku pernah bertanya sama mas gara dimana letak kesalahanku.Tapi mas gara hanya diam aja dan berlalu.


Kami pun semakin sering bertengkar.Bahkan aku pernah sampai minta bercerai karna sudah tidak tahan lagi dengan tingkahnya yang sudah membuatku muak.Karna bagai manapun rasa sabar ku ada batasnya.


Untuk apa terus bertahan klu dia sudah tidak menginginkan ku lagi.


"Mumpung aku masih muda dan kehamilanku juga masih kecil.Aku masih bisa menghidupi anakku kelak seorang diri"fikirku


Banyak kok single parens diluaran sana yang sukses tanpa suami yang penting ada kemauan.

__ADS_1


Tapi untunglah waktu itu ada seorang ibu yang sudah aku anggap seperti ibu kandung ku sendiri memberi nasehat kepadaku agar aku bersabar.


"Kamu sedang hamil nak ana gak baik ngomong cerai cerai.pikirkan anak di dalam kandunganmu.apa kamu mau anak mu ketika lahir kelak tidak memiliki ayah.mau kamu..


pikirkan lagi sebelum mengambil keputusan.Bersabarlah demi anakmu,bawa suamimu di dalam doamu semoga dia cepat berubah.Doakan dia cepat sadar dan insyaf"begitu katanya.


Sesampainya di rumah aku memikirkan semua kata kata ibu tadi yang memang ada benarnya.


Apa kata orang nanti klu mereka tau aku bercerai.Gimana tanggapan orang tuaku klu aku sampai kembili kerumah mereka.Pasti mereka akan malu dan mungkin kluarga kami akan jadi bahan pergunjingan.


Omongan ibu itu terus terngiang dan menari nari di pikiranku..


Tanpa terasa air mataku lolos tanpa bisa ku bendung.


Aku menangisi kesialanku yang tak terkira.


Aku mulai menata hatiku...Aku mulai berdoa sama Tuhan..


Aku mencurahkan segara isi hatiku.Aku mengadukan semua masalah rumah tanggaku.


Setelah berdoa da mencurahkan isi hatiku.Pikiranku sedikit lega dan beban hidupku sedikit terasa lebih ringan.


 


TBC


 


💙💙💙💙💙


Teman teman smua tolong dukung


author y..


Jangan lupa ninggalin jejak komen vote maupun like.


Makasih smuanya

__ADS_1


😍😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2