
"Dan hari yang kutunggu tunggu pun tiba. "jam 7 pagi aku mulai kontraksi tepat sebelum mas gara bragkat ke kantor...
"Mas..perutku mulai mules ...
Mas gk usah ke kantor lagi j y hari ini..
temani adek ke klinik"ujarku
"ah banyak kali gaya kau...
baru mulas dikit dah manja.
palingan juga itu kontraksi palsu...
lagian kerjaan mas lagi banyak di kantor.brangkat sendiri lah adek ke klinik naik beca
jangan dikit dikit suami "
ujarnya.
"mataku langsung berkaca kaca.aku sudah tidak sanggup lagi membendung air mataku yang meluncur tanpa bisa kubendung lagi.
"Dasar cengeng gitu aja dah nangis"
ujarnya sambil berlalu berangkat kekantor..
"tangisku makin menjadi jadi..
"hatiku sakit..seperti di hantam tombak yang sangat tajam.
"apa katanya..??
"manja...
"cengeng...
Sejak kapan aku manja dan cengeng
Lagian kalaupun aku manja kan sama suamiku sendiri.
Apa salah aku minta tolong sama suamiku sendiri...
"oh Tuhan...cobaan apa lagi ini
padahal disaat saat seperti ini aku sangat membutuhkan dukungan dari suamiku.
"waktupun terus berjalan akupun semakin sering kontraksi..
untuk menghubungi ke kantor mas gara aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk berjalan kaki ke wartel.
Aku pun mondar mandir di teras rumah menunggu mas gara pulang.
Tapi sampai sore yang ditunggu tunggu
gak nongol nongol juga.
Aku mulai panik"gimana klu dia pulang larut malam seperti biasanya".
Oh Tuhan..tolong aku..
__ADS_1
Aku bangkit..
Kuambil tas yang sudah kupersiapkan sebelumnya.kukunci pintu dan kuncinya kuletak di tempat biasa aku menyimpan kunci.
Aku berjalan kedepan tempat mangkalnya abang abang beca sambil menenteng tas.
Pak ke klinik depan ya pak...ujarku
"Iya neng silahkan naik neng..Pelan pelan "ujarnya
"si eneng dah mo lahiran ya" ujar nya lagi
"iya pak.jawabku
"suaminya mana neng kok gk ikut antarin"
tanyanya lg..
"iya pak blum pulang dari kantor.nanti langsung nyusul ke klinik.jawabku
Sampai di klinik abang becaknya bantuin aku bawain tas ku masuk ke klinik.mungkin dia gk tega melihatku yang harus menenteng tas sebesar itu sendiri.
"makasi ya pak..ujarku
"sama sama neng"jawabnya
Sampai di dalam bu bidannya terkejut melihatku datang bersama tukang becak yang memang sudah menjelang malam.
"Nak ana sama siapa.mana garanya.
kq gak ikut" ujarnya
"Lah..piye toh..ini udah mo malam nak ana masa suamimu blum pulang"ujarnya lg
Aku pun hanya menjawab dengan tersenyum.
akupun bingung mau menjawab apa
gk mungkin kan aku bilang klu syamiku tiap hari pulang tengah malam kadang juga pulang pagi.
Aku tidak mau mengumbar kebusukan mas gara di depan orang lain
toh kejelekan suamiku kejelekanku juga fikirku.
Saat tengah malam akupun melahirkan tampa di dampingi mas gara yang saat ini menyandang suamiku tentunya.
Aku melahirkan dengan normal dengan bantuan bu bidan.
Aku menangis dalam diam tampa sepengetahuan bu bidan.
Hatiku sangat hancur sehancur hancurnya..
"segitu tidak berartinya aku buatmu mas
apa salahku padamu.
sehingga kau mengabaikan aku dan anak kita"tangisku
Tapi kesedihan dan pengorbananku terbayar sudah ketika melihat wajah putriku yang cantik.
__ADS_1
Yah aku melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan juga sehat.
Anakku lahir dengan sehat..
Tuhan memang maha baik memang..buktinya
disaat aku tak dihiraukan suamiku Tuhan masih memberikan aku anak yang sehat dan cantik.
Sampai pagi menjelang mas gara belum juga menampakkan batang hidungnya.Kekecewaanku makin bertambah dan rasa sakitku semakin dalam.Mengalahkan rasa sakit ketika melahirkan putri cantikku.Hingga menjelang siang pun mas gara juga belum datang.
Bu bidan nya mulai curiga dia kembali menanyakan keberadaan mas gara.
Aku bingung harus jawab apa
Aku sendiri tidak tau dimana dia sekarang
Trus bu bidan berinisiatif menelpon ke kantor suamiku dari telpon rumahnya.Dan mengabarkan klu aku sudah melahirkan.
Sekitar dua jam kemudian mas gara pun datang dengan senyum terpaksa.
Mungkin klu tidak ada bu bidan mas gara sudah memaki makiku.
Akupun cuek aja kuanggap ja dia gak ada.
Aku masih marah
Hatiku masih terlalu sakit.Aku blum bisa berdamai dengan hatiku untuk pura pura tampa ada masalah.
Mas gara pun sama...Dia diam seribu bahasa,tanpa ada basa basi atau berusaha untuk meminta maaf kepadaku pun tidak.
Hatiku semakin sakit..kecewa apa lagi.
Hati istri mana yang gak akan kecewa bila suaminya mengabaikannya.
Bahkan disaat saat aku berjuang mempertaruhkan nyawa suami ku malah sibuk dengan dunianya sendiri.
Dalam hati aku bertekat gak akan pernah lagi aku mau di injak injak.dan tak akan pernah lagi aku minta bantuan mas gara.Sumpahku dalam hati
Klu untuk tugasku sebagai istri aku iklas menjalaninya.Karna memang itulah kodrat seorang istri.
TBC
💙💙💙💙💙💙💙
"Hai teman teman smua
dukung author y plissss
klu suka tolong
vote dan like sebanyak banyaknya y
klu gak suka abaikan aja
🙂🙂🙂🙂🙂🙂😘😘😘
__ADS_1
ini karya pertamaku masih banyak typo disana sini. tolong jangan di buly y