
Tanpa terasa waktu terus berlalu.Anak anakku sekarang sudah mulai besar.Yang paling besar kayla dan yang kedua boymartin sudah duduk di bangku SMA.Sedangkan anak ke tiga calvin dan ke empat diandra masih duduk di bangku SMP.
Aku sangat bersyukur sama Tuhan sejauh ini aku masih tetap bisa bisa bertahan hidup dengan anak anak tanpa bantuan mas gara tentunya yang saat ini masih menyandang suamiku.
Huhhh aku selalu emosi aja jika memikirkan lelaki brengs*** itu.Jika saja dia bukan ayah dari anak anakku sudah lama mungkin aku meninggalkannya.Hanya demi anak anak saja aku korbankan hati dan hidupku untuk tetap bertahan di sisinya.Aku tidak akan pernah lupa dengan perlakuan mas gara dan kluarganya terhadapku.Dan suatu saat akan kubuat mereka menyesal karna sudah mengabaikanku..
Tapi aku tidak pernah lupa bersyukur sama Tuhan karna membrikanku anak anak yang baik,pintar dan tau diri.
Anak anakku sangat mengerti keadaan kami.Anak anak juga sudah tau kelakuan ayah mereka di luaran sana.Mereka marah dan kecewa tapi aku berusaha memberikan mereka pengertian.Biarpu aku membenci mas gara dan keluarganya tapi aku gak mau anak anakku mewarisi kebencianku.Aku ingin anak anak tau bahwa kluarga kami baik baik saja.Walau kadang kadang,
anak lelakiku tidak terima dengan kelakuan ayahnya diluaran sana mungkin gejolak jiwa lelakinya mulai kluar.
"Bu buat apa ibu terus baik sama ayah,sementar ayah aja gak peduli sama ibu.Lihat bu teman teman sekantor ayah mereka peduli sama keluarga mereka.kebutuhan mereka terpenuhi tanpa harus susah susah banting tulang tulang seperti ibu"ujarnya
__ADS_1
sebenarnya dadaku sangat sesat setiap anak anak membicarakan ayah mereka.tapi mo gimana lagi aku sudah berusaha membuat ayah mereka sadar tapi bukannya berubah malah caci maki yang aku terima.
"Nak ibu masih sanggup membiayai kehidupan kita.Kalian hanya perlu pokus sama pendidikan kalian saja.Klu soal ayah gak usah di fikirkan lagi nak.Suatu saat ayah pasti akan berubah..Berjanji lah nak akan belajar dengan giat,buat ibu bangga"ujarku
Anakku gak kuasa membendung air matanya,sambil memelukku dia berujar.
"Aku janji bu jadi anak yang baik dan aku akan buat ibu bangga dengan prestasiku.Dan akan kubuat ayah menyesal karna sudah menyinyiakan ibu"
Memang anak anakku,cukup berprestasi di sekolah.Itu yang semakin membuatku bangga dan semakin memompa semangatku untuk lebih berjuang lagi.berbagai pekerjaan pun aku lakukan.
Pernah tanpa sengaja aku mendengar teman anakku bertanya sama anakku yang ke dua yang bernama boymartin.
"hei boy kamu sama kakakmu gak malu apa tiap hari bawa dagangan kesekolah?? emang kalian ke kurangan duit apa??.Bukannya ayahmu pegawai negri?? kok bisa sih kalian kesusahan"ujarnya
__ADS_1
"Ngapain malu..justru kami bangga punya ibu seperti ibu kami.Ibu kami sangat pintar dan pekerja keras.Dan ingat kami tidak pernah kesusahan uang tapi ibuku bekerja keras untuk masa depan kami kelak"jawab anakku
Walau ada rasa sesak di dada tapi aku bangga sama anak anakku.Aku memang mengajarkan anak anak supaya jadi orang yang rendah hati bukan rendah diri.Slalu hormat sama orang yang lebih tua dan Jangan pernah takut sama orang selagi kita gak berbuat salah.Dan akupun cukup bangga anak anakku menerapkan semua nasehatku di kehidupan mereka sehari hari.
Terlebih anakku yang pertama kayla.Dia sangat menonjol di sekolah padahal dari semua anak anakku kaylah yang paling mendapat dampak dari kemelut rumah tanggaku.Tapi kayla tetap berusaha untuk jadi anak yang terbaik untukku dan juga kakak yang terbaik untuk adek adeknya..
Kayla juga yang selalu bangun pagi pagi buat bantuin aku buat kue.
"Kak gak usah bangun pagi pagi ngikutin ibu,ntar kamu ngantuk di sekolah"ujarku
"Gak apa apa bu..Ibu aja bisa masa kakak ngak bisa sih"cicitnya.
Walau pun aku sudah melarangnya tapi dia tetap saja ikut membantu.
__ADS_1
Aku sangat bangga sama kayla dan juga semua anak anakku.