
Satu minggu yang lalu mertuaku datang berkunjung ke rumah kami.
Aku gak tau kenapa,ketika melipat mimik wajah ibu mertua seperti menyimpan sesuatu yang buat hatiku sedikit gundahTidak seperti biasanya yang slalu memancarkan senyum keibuannya yang slali bisa membuatku damai berada di dekatnya.Padahal dari dulu dia selalu ramah dan baik padaku."Ada ada ini apa aku ada buat salah"fikirku
Tapi ya udahlah aku bersikap bodo amatlah,toh aku gak merasa berbuat salah.Jadi buat apa aku takut"fikirku lagi.
Aku berusaha untuk tetap bersikap seperti biasa.Rapi aku mencoba tersenyum semanis mungkin untuk Menyambut dan ibu mertuaku.Tapi tiba tiba tak ada angin tak ada hujan ibu menamparku.
Aku mematung masih bingung mencerna apa yang terjadi barusan.Otakku seakan akan tiba tiba lemot.Aku memegangi pipiku bekas tamparan ibu mertuaku.Aku berusaha menahan rasa sakitku.Karna rasanya hatiku lebih sakit dari tamparan ibu mertuaku di pipiku.Ingin rasanya aku berteriak sekuat tenaga meluapkan segala rasa sesak dihatiku,tapi mulutku seakan kelu.Dengan suara bergetar aku aku mencoba bertanya.
Bahkan hampir tidak kedengaran"Knapa ibu menampar ku,apa salahku"ujarku
"kamu masih bertanya dimana salahmu??"bentaknya
"kau sudah buat malu keluarga kita,apa kurang penghasilan anakku hahhhh sampai sampai kau harus menggarap sawah dan ladang orang??"bentaknya lagi.
__ADS_1
Air mataku pun lolos seketika tanpa bisa ku bendung lagi.
"Apa bu...gaji..uang...uang dan gaji siapa maksud ibu"tanyaku tidak kalah emosi.
Hilang sudah rasa hormatku seketika.Aku kecewa dengan sikap ibu mertuaku yang langsung menuduhku tanpa bertanya dulu padaku.Aku pun nyakin pasti ibu mendengar gosip gosip murahan tentang aku.
"Apa ibu tau kemana aja uang gaji mas gara selama ini hahh...Mas gara tiap hari menghabiskan uangnya di meja judi dan minum minum bu"ujarku tak kalah keras.
Ibu mertuaku membeku seketika,mungkin dia sedang mencerna ucapanku.Tapi tidak ibu mana yang mau anaknya disalahkan.Ibu berusaha untuk tidak percaya pada penuturanku barusan."ibu bisa membuktikannya hari ini,tunggu aja apa mas gara akan pulang tepat waktu atau ngak"ujarku lagi
"alah..bilang aja gaji anakku habis kamu kirimin ke orang tuamu kan??"ujarnya
Rasanya hatiku semakin sakit aja.Apa gak cukup cuma suamiku yang membuat hatiku luka.Kenapa ibu mertuaku harus ikut juga..
Benar kata pepatah,orang terdekat kita yang paling sering buat kita terluka.
__ADS_1
Aku menangis sejadi jadinya..kenapa orang tuaku harus di bawa bawa.Padahal orang tuaku tidak tau apa apa.
Jika saja orang tuaku tau penderitaan ku,mungkin sudah lama mereka memisahkanku dari mas gara.
Lagian orang tuaku bukanlh orang yang susah susah amat,sampai sampai harus meminta uang dari anak anaknya.Malahan orang tuaku yang sering mengirim uang untuk anak anakku.Katanya buat beli baju dan uang jajan.Maklum cucu orang tuaku baru anak anakku aja.Sehingga kedua orang tuaku sangat menyayangi mereka.
Dengan perhatian orang tuaku yang besar untuk anak anak.Tapi knapa ibu mertuaku dengan kejamnya menfitnah orang tuaku..
"TERSERAH IBU MAU BILANG APA,TAPI SUATU SAAT KETIKA IBU MENYADARI KESALAHAN MAS GARA.IBU AKAN MENYESALI TANPARAN IBU INI.AKU AKAN MENGINGAT INI SAMPAI KAPAN PUN"
Teriakku sambil berlalu dengan air mata yang membanjiri pipiku.
Aku sudah muak dengan sikap semua keluarga dari mas gara yang suka memojokkan aku.
"Aaahhh.... persetan dengan kalian semua.
__ADS_1
Aku bersumpah akan ku buat kalian semua menyesalinya"