Pengorbanan Dan Air Mata Kiana

Pengorbanan Dan Air Mata Kiana
3*


__ADS_3

Keesokan harinya kami pun pulang dari klinik bersalin kembali ke kediaman kami.


Aku dan mas gara hanya bicara seperlunya aja.


selebihnya kami kembali diam diaman.Aku juga gak tau apa alasan dia bersikap seperti itu.Bukankah seharusnya aku yang marah,lalu knapa jadi dia yang lebih marah.apa lagi salahku.Apa mas gara tak terima bu bidan menelponnya ke kantor.Apa dia pikir aku yang mengadu sama bu bidan dan menceritakan smua kejelekannya.


menjelang malam dia makin sibuk dengan dunianya dan mengabaikan ku dan juga anakku.Bahkan menjelang tengah malam mas gara kluar rumah ntah kemana.


Anakku pun ikut rewel dan terus menangis.Sudah berbagai macam cara aku coba untuk menenangkan anakku tapi tetap gak berhasil.Aku semaķin prustasi aku bingung harus berbuat apa.Walaupun aku mantan perawat tapi menenangkan anak sendiri tanpa ada yang dampingi ternyata lebih sulit dari sewaktu aku bekerja di rumah sakit..


Aku berfikir Mungkin anakku juga ikut merasakan kesedihanku.Air mataku pun kembali lolos dari tempatnya.Aku menangis sambil mengendong anakku.Hatiku kembali pilu membayangkan semua perlakuan mas gara terhadapku.Aku gak tau harus gimana lagi,aku takut.Miau minta tolong pun,minta tolong sama siapa.Dalam kebingunganku aku coba untuk bersenandung mana tau berhasi.Teryata usahaku berhasil.Atau mungkin juga karna bayiku sudah lelah menangis sehingga dia mulai tertidur.setelah anakku tenang dan tertidur,aku mencoba ikut merebahkan tubuhku di sisi anakku.Tidak berapa lama akupun ikut terbuai ke alam mimpi.


Keesokan paginya aku melihat mas gara pulang.Mulutnya bau minuman tuak,matanya juga merah.Mungkin dia minum minum semalaman bersama teman temannya yang gak ada ahlak itu.


Dia langsung berlalu menuju kamar mandi membersihkan diri.Setelahnya dia menggati pakaian siap siap berangkat ke kantor.


Aku mencoba bicara agar mas gara belanja sebentar ke warung.Agar aku bisa memasak makanan untukku dan untuk mas gara pas nanti pulang kantor


"Mas sebelum ke kantor singgahkan ke warung bentar y mas beli ayam kentang ma wortel,biar aku bisa masak sup.Biar asi nya lancar mas..Kasian anak kita"ujarku


"Alah..kasihanu kasihan.Bilang aja kau nya ja yang pengen makan enak.Gak usah bawa bawa nama anak kita"ujarnya


Aku pun diam membisu mendengar jawabannya.Padahal istri orang lain yang baru melahirkan selama sebulan pasti masih bermanja manja sama suaminya.Dilayani semua kebutuhannya oleh suaminya.Kata orang sih waktunya wanita jadi ratu yaitu pas ketika baru habis melahirkan.


Tapi aku apa..jangankan jadi ratu selama sebulan.selama satu jam juga gak.


Jangankan membantuku menyiapkan kebutuhanku.Hanya sekedar membelikan blanjaan ke warung aja tidak bisa.


Gak mungkin kan aku membawa anakku yang masi belum genap tiga hari ikut belanja ke warung..

__ADS_1


Tapi klu gak belanja aku makan apa??


Akupun beranjak kuambil uang simpananku yang selama ini ku tabung.Aku pun mencoba minta tolong ke tetangga sebelah rumahku yang kebetulan mau belanja ke warung untuk membelikan belanjaanku.


"Bu lia...mo ke warung bu??.tanyaku


"iya dek ana.knapa adek ana mo nitip"ujarnya


"Klu gak keberatan apa boleh bu"ujarku lagi


"Gak apa apa..sini ibu belikan.Catat aja apa apa aja yang mau di beli ntar ibu lupa klu gak di catat.maklum dek ana udah tua"ujar nya lagi sambil tersenyum.


"Ngomong ngomong kapan lahirannya dek ana,anaknya cewek apa cowok"tanyanya lagi.


"Cewek bu" jawabku


"ya udah ibu ke warung dulu nanti kelamaan.Ntar pulang dari warung ibu singgah lagi liat anakmu"ujarnya lagi.


Setelah beberapa minggu setelah kelahiran anak ku.Mas gara makin menjadi tiap malam dia pulang hampir pagi.Aku pun penasaran ngapain aja dia di luaran sana.Bahkan dudah berbulan bulan satu peser pun dia tidak pernah lagi memberikan gajinya untukku.Aku hanya menganudalkan uang simpananku untuk memenuhi kebutuhan kami.


Iya..


Aku memang masih memenuhi tugasku sebagai seorang istri,biar pun mas gara slalu mengabaikanku.Bahkan setiap hari aku harus meneteskan air mata ketika menudengar ucapannya yang menyakitkan itu.


Akupun mencoba untuk bangkit kembali.Aku mulai lagi membuat kue kue seperti dulu.Karna klu aku hanya berdiam diri di rumah lama lama tabunganku akan habis.Lagian Anakku juga sudah bisa ku bawa kluar untuk sekedar menawarkan kue kue buatanku ke tetangga tetangga mana tau ada yang minat.


Sambil menggendong anakku aku menawarkan kue kue buatanku.Untung anakku sepertinya tau diri.Dia sudah mulai terbiasa dengan situasi yang kami hadapi.Anakku slalu anteng di gendonganku.


Jualanku pun ludes terjual.Aku bertambah bahagia ketika banyak ibu ibu yang suka dengan kue buatanku bahkan banyak diantara mereka yang memesan kue buatanku untuk acara acara.

__ADS_1


Aku bersyukur sama Tuhan.Di samping penderitaanku Tuhan masih memberi aku sedikit rejeki.


Setiap hari kue pesananku semakin banyak.Bahkan aku sudah bisa membeli peralatan memasakku untuk memudahkan aku membuat kue kue jika ada yang memesan dengan jumlah yang banyak.


Kadang sampai tengah malam tanpa lelah aku mengerjakan sendiri pesanan pesanan orang.


Aku sudah tidak menghiraukan lagi kelakuan mas gara.Yang menurutku buang buang energi saja jika aku terus memikirkannya.


Pernah sewaktu waktu teman sekantor suamiku memberi tahu ku bahwa mas gara tiap hari main judi di kedai tuak kampung sebelah.


Akupun berfikir pantas aja uangnya habis habis gitu aja.


Tapi aku berusaha untuk tidak ambil pusing.Toh gak ada gunanya juga aku menegurnya atau menariknya dari warung sana seperti ibu ibu kebanyakan.


Pokusku sekarang cuman anakku.Gimana supaya aku bisa menabung untuk masa depan anakku kela.


Klu mas gara lantak lah disitu,aku dah malas memikirkannya.


Kadang tetangga tetanggaku yang tidak tau masalah rumah tanggaku bertanya untuk apa aku susah susah cari uang kesana sini,toh suamimu pegawai negri kata mereka.


Aku cuman menjawab."Bosan bu klu diam terus di rumah.Badanku jadi pegal pegal"jawabku berusaha menutupi peliknya masalah rumah tanggaku


Padahal klu boleh jujur,istri mana yang tidak senang berada dirumah aja menunggu suami pulang kerja.Kebutuhan tercukupi,di sayang suami.Bisa kesalon sekali seminggu,bisa belanja belanja seperti ibu ibu tetanggaku.


Tapi aku berusaha untuk iklas,sekarang bukan saatnya untuk melihat kebelakang.Sekarang pokusku hanya masa depan anak anakku kelak.Gimana supaya mereka bisa jadi orang yang sukses di masa mendatang.


Klu untuk diriku sendiri aku sudah tidak peduli lagi.


\* \* \*

__ADS_1


TBC


__ADS_2