
...π π΄π»π°πΌπ°π πΌπ΄πΌπ±π°π²π°...
"eh tapi knp aku bisa mengerti bahasa org disini?" ucap batin anto selagi di dalam perjalanan.
"lapor, akulah yg memudahkan anda mengerti semua bahasa di dunia fiksi."
jawab sistem.
"owalah..." mengerti dengan penjelasannya
Setelah sekian lama mencari. asal suara tersebut ternyata berasal dari seorang wanita cantik, yang sedang terduduk dalam kondisi kedua tangan terikat di pohon.
terlihat juga, kuda pengangkut barang yang berisi tali, karung, dan barang-barang lainnya.yg berada tepat di samping wanita itu.
perlahan-lahan, Anto mengintip melalui semak belukar. agar ia melihat lebih jelas, apa yang terjadi dengan wanita itu. Tanpa harus ketahuan.
"Heh jangan ribut!" bentak penculik dengan nada kesal. sembari menyumpel, mulut wanita itu dengan kain yg berwarna hitam.
wanita itu tampak memberikan perlawanan, dengan menggigit tangan penjahat. tangan penjahat itu pun kesakitan dibuatnya.
Namun sayang perlawanan nya tidak terlalu berefek, sumpelan kain berhasil masuk ke mulut wanita itu. yg membuat teriakan nya tidak terdengar lagi.
__ADS_1
"ganggu makan siang ku saja." penjahat, kembali ke tempat yang ia duduki dan melanjutkan makan Siang nya.
terlihat juga para penjahat yang sedang asik, menyantap makanan nya bersama-sama dengan lahap. Anto yang mengintip tiba-tiba mendapatkan pesan oleh sistem.
"Lapor, target 3 orang. satu orang pengguna pedang, satu orang pengguna sihir, dan satunya lagi adalah pengendara kuda." jelas sistem.
setelah mendengarnya, ia memikirkan rencana untuk membebaskan wanita itu.
" pertama-tama aku harus membuat para penjahat itu menjauh dari lokasi ini." ucap batin anto.
ia mengambil beberapa batu yang berhamburan dibawah telapak kakinya, lalu dilemparkannya satu per satu jauh disekitar semak-semak.
"suara apa itu?, bukan kah aku sudah menyuruh mu memasang benang sihir disini?" tanya penjahat yg dipunggung nya terdapat sebilah pedang.
benang sihir yg dimaksud adalah suatu jurus yg di gunakan oleh penyihir untuk mendeteksi adanya musuh. dimana cara penggunaannya, dibentangkan disekitar tempat yg ingin dijaga.
" a... anu..., karena kita sedang di tengah hutan. jauh dari keramaian aku tidak memasang nya, aku pikir tidak ada satupun orang yg akan melihat kita." jawabnya terbatah-batah, penjahat yg memakai jubah berwarna ungu
"palingan itu hanya hewan kecil." saut pengendara kuda.
karena para penjahat itu belum juga menjauh, anto melemparkan beberapa batu lagi.
__ADS_1
" sini biar aku yg periksa." ucap penjahat berpedang yg tampak kesal dengan suara bising itu.
selagi penjahat berpedang menjauh, mengecek semak-semak itu. Anto memanfaatkan kesempatan ini, untuk menghadapi si penyihir dan penunggang kuda.
ia membelakangi dua penjahat yg sedang lengah tersebut dengan senyap, tanpa ada suara yg terdengar. sekejap ia memukul titik vital mereka agar pingsan dengan sesaat.
anto mengacungkan jari telunjuk ke mulutnya, seraya memberi tanda. kalo ia datang untuk membantu, agar wanita itu tetap tenang dan tidak ketakutan.
Dengan cepat anto mengambil pisau yang berada di pinggang pengendara kuda, untuk digunakan membuka ikatan tali yang melilit tangan sang wanita.ikatan kaki dan tangannya akhirnya terlepas.
"terimakasih, kamu telah menyelamatkan ku." kata wanita itu sembari memeluk anto.
" iya...., tetaplah tenang. dan tolong ikat kedua penjahat ini serta bungkus kepalanya dengan karung, jika ia bergerak langsung injak saja batang lehernya. Biar aku yang urus pria yang berpedang itu." suruh anto dengan menatap mata wanita tersebut.
"baik, kamu hati-hati yah..." jawab wanita itu dengan nada yg lembut.
" tenang saja, aku ini pandai bertarung, setelah kamu lakukan yang aku perintahkan. segeralah bersembunyi"
lalu Anto meninggalkan wanita itu, sembari memikirkan rencana melawan penjahat berpedang.
Beberapa saat kemudian, penjahat berpedang pun balik ketempat ia mengikat wanita itu, ia kebingungan mengapa tidak ada orang sama sekali.
__ADS_1