
...π π΄π»π°πΌπ°π πΌπ΄πΌπ±π°π²π°...
"mengapa yang terlihat hanya kereta dan kudanya saja, kemana kawanku?" ujarnya kebingungan.
ternyata tebakan anto benar. penjahat berpedang itu pergi memeriksa kereta kuda untuk mencari wanita yg ditawan nya, saat kepala penjahat itu baru setengah masuk ke dalam kereta.
ia langsung memukulkan kendi yang berisikan air, ke mata kepala penjahat itu. terlihat air tumpah bercucuran ke tanah. Tampak tangan penjahat yang sedang mengelap matanya yang berdarah sembari kesakitan...
"akhhhhhh....., siapa kamu. berani-beraninya memukul mataku."
"kau tidak perlu tau namaku, yg harus kamu tahu. betapa sakitnya orang tua yang anaknya diculik olehmu." jawab anto meloncat keluar dari kereta kuda.
"dasar bocah kurang ajar!, beraninya kamu menghancurkan misi ku menculik wanita itu." kata penjahat dengan nada marah. penjahat berpedang itu, mulai mengayunkan pedangnya ke segala arah.
"hahaha...., pedangmu itu tidak bisa mengenaiku" ejek anto yg menghindari ayunan pedang.
"kemana sih teman-teman ku, tolong pulihkan mataku ini penyihir!" teriak penjahat berpedang itu, merintih kesakitan.
"Teman-teman mu?, mereka semua sudah aku kalahkan" jawab anto dengan nada menakutkan.
rencana anto tampaknya berhasil. tanpa bantuan penyihir, seorang kesatria pedang hanya bisa mengandalkan skill bertarung. makanya anto menyingkirkannya. agar dapat melawannya dengan mudah.
__ADS_1
"kamu pikir aku takut?, dengan hanya mengalahkan temanku. kau mau sombong?" ucap penjahat berpedang itu sembari memberikan perlawanan, penjahat itu mengubah ayunan pedangnya menjadi putaran.
tetapi belum juga ia berputar 360Β°
badan penjahat itu jatuh, karena
ada sebuah tali yang melilit dirinya.
ternyata, setelah anto turun dari kereta kuda. ia mengaitkan tali dibaju penjahat itu, tanpa di ketahui olehnya.
setelah penjahat berpedang itu jatuh, anto menghampiri nya dan memukul dengan keras rahangnya. agar pingsan dan tidak dapat bergerak lagi.
wanita yang melihat pertarungan antara pria yang menolongnya, dengan penjahat berpedang itu tercengang. karena gaya pertarungan anto, sangat aneh dilihat olehnya.
"wah... kamu sangat hebat ternyata." ucap wanita, memuji anto.
"iya hehe, owh iya kita belum kenalan. namaku anto, kalau kamu siapa?" tanyanya sembari mengajak salaman.
"eh iya yah..., namaku yumina." jawabnya dengan canggung, bersalaman dengan anto.
setelah mereka berkenalan, anto menyeret kedua penjahat itu ke dekat kuda. lalu mengangkat ke tiga penjahat itu, kedalam kereta. setelah di angkat ke kereta, ia mengikatnya menjadi satu, dengan melingkarkan ke tiga tubuh penjahat. agar mereka tidak bisa kabur.
__ADS_1
"huft....,untung kereta kudanya gak rusak, jadi aku bisa mengantarkan mu pulang." ucap anto dengan keringat yang menetes di pipinya.
"tunggu, kamu kan habis bertarung kenapa gak istirahat dulu?" tanya yumina sambil mengusap keringat anto.
"gak apa-apa kok, takutnya kamu di cariin lagi sama orang tuamu." jawab anto, terpaku melihat apa yang dilakukan yumina
"tuh lihat baju mu basah kuyup, entar kmu masuk angin lagi." kata yumina menunjuk baju anto
anto melepas hoodie nya yang bertuliskan *i love oppai* itu, atas suruhan yumina. terlihat badan sixpack anto yang sangat memukau.
"sudah ku lepas nih." jawab anto dengan memeras hoodie nya
setelah itu anto menjemur bajunya yang basah, di samping kereta kuda dengan menjepitnya. di antara kayu penopang kereta. agar saat berjalan nanti, bajunya dapat kering terkena angin dan sinar matahari.
"kamu bisa mengendarai kuda?" tanyanya kepada yumina, turun dari kereta kuda
"bisa, emang kenapa? kamu gk bisa ya...?" jawab yumina dengan nada ngolok.
"mmm... iya, jadi tolong kamu yang setir kudanya. biar aku yang jaga di belakang, oke." ucapnya dengan nada malu.
"oke..." saut yumina sembari menaiki kuda.
__ADS_1
mereka pun pergi dari tempat itu, dengan membawa 3 penjahat kembali ke tempat tinggal yumina. agar bisa di interogasi .