
CIITTTTsuara motor nara yang mengerem saat sudah sampai diparkiran sekolah. Nara berlari menuju kelasnya. "Hufttt" suara nara melepaskan lelah nya. "Tumben lo lama ra" kata sindi sahabat nara. "Kelamaan bangun gw" jawab nara seraya merebahkan kepalanya diatas meja. "Ra lo tau ga, ada gosip loh" kata sindi ingin memulai gosipnya. "Hmm" nara hanya berdehem. "Isssss kok cuman hmm doang ra? Lo ga kepo apa? Ayolah raa, jadi orang tu jangan bomat napa!"kata sindi yg sudah muak dengan sikap sahabat nya. " yaudah, apaan? "Tanya nara, sebenarnya dia tidak kepo namun karena sahabat nya yang sudah hampir putus asa akhirnya dia memutuskan untuk bertanya." Jadi gini, lo tau inti geng motor lion kan?"tanya sindi yang hanya mendapat anggukan dari nara. "mereka masuk kesekolah kita tau, tadi gw liat mereka bertiga dikantor kepsek. Lo tau ganteng² banget anjirr, Aaaaa meleleh deh gw liat nyaaa" ucap sindi panjang lebar yang dijawab "ohhh" oleh nara. "Dihhh cuman oh doang lagi" kata sindi memutar bola matanya dengan malas. Guru pun memasuki kelas mereka. "Selamat pagi semua" ucap guru itu. "Pagi buk" balas seluruh murid yang ada dikelas. "Begini kita telah kedatangan murid baru,silahkan masuk kalian bertiga" mempersilahkan ketiga orang tersebut masuk. TAP TAP TAP langkah ketiga inti dari geng motor itu.semua murid tercengang melihat ketampanan mereka kecuali nara yang hanya menampilkan ekpresi datar nya. "Silahkan perkenalkan nama kalian" perintah buk guru. "Perkenalkan saya Arkana Narendra, salam kenal semua" kana membuka suaranya. "Perkenalkan saya Riyan renanda, salam kenal untuk kalian" ucap Riyan. "Saya Alvin julian yang ganteng" ucap Alvin dengan senyuman manis nya. Semua murid tertawa saat Alvin memperkenalkan dirinya. Sedangkan sindi hanya tersenyum, Alvin yang menyadari hal itu pun ikut tersenyum kikuk. Yaa dari tadi Alvin memang melirik sindi. Sepertinya akan ada asmara pertama disini yaa."baiklah silahkan duduk dikursi kosong disana ya"perintah buk guru. "Iya buk " jawab mereka kompak, lalu bergegas pergi duduk di kursi kosong yang terletak di sisi sebelah kanan nara, sebelah kiri sindi dan dibelakang sindi.kegiatan belajar pun dimulai. Semua murid mulai mempelajari apa yang diperintahkan oleh buk guru. KRINGG KRINGG suara bel istirahat berbunyi. "Baiklah kegiatan saya akhiri, silakan istirahat! " buk guru pun berlalu pergi. Semua murid mulai melangkah keluar kelas. " ra kantin yuks"ajak sindi. Sebelum nara menjawab Alvin segera menarik tangan sindi untuk pergi "sama gw aja yaa" kata Alvin seraya tersenyum. "Issa apaan sih gw mau ajak nara jugaa" kata sindi sambil menghempaskan tangan Alvin agak lembut. "Udah ayok bareng kita aja napa! Kita kan belum banyak tau tentang sekolah ini! " sekarang giliran Riyan yang berkata. "Udah pergi aja sono, nantik gw nyusul, gw nulis catetan bentar" suru nara sambil menulis. "Yaudah deh gw duluan ya ra " akhirnya sindi pergi menuju kantin dengan tangan yang masih digenggaman Alvin. "Bisa ga sih gausah genggam² tangan gw " bentak sindi yang mulai risih. "Iya iya maaf, kan biar lo bisa selalu disamping gw" kata Alvin seraya tersenyum manis. *anjirr senyum nya manis banget, ga gw ga boleh baper*batin sindi. "Udah ayok " ajak Riyan yang mulai muak dengan sikap Alvin yang mulai bucin. Padahal baru kenal kok udah suka aja ya, cinta pandang pertama memang ada ygy. Sedangkan dikelas hanya tersisa 2 insan yang saling sibuk dengan kegiatan menulis nya."ehhh siapa nama lo? " tanya nara yang mulai kepo, padahal dia cuek tapi kenapa sama kana dia kepo ya?. "Tadi kan udah gw bilang, nama gw Arkana"jawab Arkana dengan menatap nara. " oh iya gw lupa" kata nara seraya tersenyum. *maniss banget gilak*batin Arkana. "Gw mau ke kantin, lo ga ikut?tawar nara. " yaudah ayok".mereka berdua pergi kekantin.nara memilih duduk disamping sindi. "Eh ra, udah pesen " tanya sindi yang dibalas anggukan oleh nara.
"Nama lo siapa? " tanya Alvin.
"Anara" jawabnya singkat.
*kenapa sikap dia berubah drastis ya, perasaan tadi sama gw dia ga cuek kayak gini*batin Arkana heran.
Akhirnya mereka memutuskan memakan makanan yang telah mereka pesan. Sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi. KRINGG KRINGG.
"Sin, masuk yuk" ajak Alvin. Yang mendapat anggukan dari sindi. Seperti mereka sudah sangat dekat yaa.
"Lah sindi doang nih? Gw kagak lu ajak? " tanya Riyan dan langsung dibalas dengan tarikan oleh Alvin.
"Yaudah ayok, bos lo ga masuk apa? " tanyanya lagi pada Arkana.
"Masuk, tapi bentar lagi kalian duluan aja" Jawab Arkana santai.
"Nara masuk yuk! "Ajak sindi.
" gw izin dulu deh, ga enak badan " jawab Nara, yang langsung dilirik oleh Arkana.
"Loh lo sakit? Kenapa ga bilang dari tadi cobak! Yaudah ayok gw anterin ke UKS! " ajak sindi yang diangguki oleh Nara. Tapi sebelum mereka pergi Arkana menghalangi jalan mereka.
"Biar gw aja yang anter Nara " ucapnya.
"Ga usah " tolak Nara langsung.
"Udah biar gw aja " kata Arkana seraya mengenggam tangan Nara . Nara hanya bisa pasrah. Mereka pun mulai berlalu pergi.
"Gw heran sama bos, kadang cuek, kadang perhatian juga sama Nara" bingung Riyan.
"Udah lah, kelas yuk" ajak sindi yang langsung bergegas pergi yang diikuti oleh kedua pria tersebut.
UKS!!!
Nara segera merebahkan tubuhnya dibrankar.
"Udah sana masuk kelas lo! " perintah Nara.
"Sabar gw mau ngecek lo dulu" tolak Arkana.
__ADS_1
Arkana pun meletakkan tangannya dikepala Nara yang langsung ditepis oleh Nara.
"Apaan sih"
"Lah kan mau cek suhu tubuh lo" kata Arkana.
"Udah sana, masuk" perintah Nara lagi.
"Iya iya bawell" akhirnya Arkana pun pergi menuju kelasnya.
KRINGG KRINGG KRINGG bel pulang pun berbunyi. Semua murid mulai keluar dari sekolah. Sindi yang mulai mengemasi barangnya pun teringat akan sahabat nya yang masih diuks. Dia pun mengemasi barang Nara.
"Arka, Nara masih diuks kan? " tanya sindi.
"Iya kayak nya " jawab Arkana.
Sindi pun bergegas menuju UKS. Sesampainya diuks dia melihat sahabatnya yang masih tertidur.
"Nara pulang yuk" ajak sindi sambil mengguncang tubuh Nara. Sang empu pun mulai membuka matanya.
"Lo bisa bawak motor ga? " tanya sindi.
Akhirnya mereka bergegas menuju parkiran. Sesampainya diparkiran mereka pun berpapasan dengan inti dari geng lion lagi.
"Ra lo bisa naik motor? " tanya Riyan.
"Bisa " singkat Nara.
"Lagian lu yan, orang Nara cuman ga enak badan aja kok bukan lumpuh" tambah Arkana yang langsung ditatap tajam oleh Nara.
"Yaudah ayuk pada balik kerumah masing²" perintah sindi. Mendengar ucapan Arkana membuat Riyan semakin bingung dengan sikap kana yang berubah ubah.
RUMAH NARA
"Mamaa" teriak aran dari kamar nya.
"Apa an sih lo, suara lo kek toak tau ga" hardik Nara.
"Ada apa aran? " tanya mama.
"Ma kenapa dikamar mandi aran air nya mati ya? " ucap aran yang langsung membuat Nara tertawa.
__ADS_1
"Hahahah, gitu aja harus panggil mama, dasar bayi loo" ejek Nara yang langsung berlari kedalam kamar nya. Yani pun tersenyum melihat tingkah kedua anak nya.
"Yaudah nanti mama telpon orang untuk perbaiki air nya ya" bujuk yani yang mendapat anggukan dari aran. Yani pun pergi menuju dapur. Dikamar Nara, ia sedang bersiap untuk pergi menuju suatu tempat.
"Ma, Nara pergi dulu ya" ucap Nara meminta izin.
"Kamu mau kemana? " tanya yani.
"Mau jalan jalan bentar ma " jawab Nara.
"Yaudah hati hati ya! " Nara pun menyalami yani dan bergegas pergi.
DANAU
Ya tempat yang ingin dikunjungi oleh Nara adalah danau, mungkin danau ini menjadi tempat favoritnya Nara. Ia mulai menduduki kursi yang tersedia di pinggir danau itu. Menatap kearah danau dan menikmati suasana danau yang sangat indah itu. Tiba tiba Arkana muncul dipikirkan Nara.
*Isss apaan sih kok gw mikirin Arkana ya? Tapi dia ganteng banget, kok ada ya manusia seganteng dia. Eh kok gw malah menjadi jadi sih mikirin dia?isssss*frustasi Nara.
Nara pun memutuskan untuk memainkan handphone nya. Ia memotret danau dan memposting nya diakun instagram nya. Tanpa disadari iya mengetik nama Arkana dikolom pencarian . Tanpa menunggu lama Nara pun langsung mendapa akun instagram Arkana, ia mengklik tombol follow. Lalu melihat postingan postingan diakun Arkana. Dan muncul notifikasi dari instagram Nara. Yaa Arkana memfollback akun instagram Nara. Senyuman Nara pun terukir. Nara pun lanjut melihat postingan Arkana. Setelah selesai dia pun melihat sorotan Arkana. Ia sedikit kaget saat melihat sorotan ke dua Arkana, disana banyak foto Arkana dengan seorang perempuan yang Nara pun tidak mengenalinya. Perlahan senyuman Nara hilang. Karena hari semakin sore iya memutuskan untuk pulang. Saat diperjalanan ia tak sengaja melihat Arkana membonceng perempuan. Karna melihat Arkana begitu lama sampai Nara tidak melihat kalau dihadapan nya ada orang yang ingin menyeberang.
"Aaaaaaaaaaa" teriak orang itu yang membuat Nara kaget hingga membelokan motor nya.
BUGGHH Nara terjatuh dari motornya, untung saja Nara tidak terlalu kencang membawa motor nya.
"Agghhh siall" ucap Nara seraya berdiri.
"Maaf ya buk " sesal Nara.
"Iya neng gapapa, lain kali hati hati ya neng".
Nara berusaha menaiki motor nya kembali.
CIITTT suara rem dari motor seseorang disamping motor Nara.
" lo gapapa ra? "Tanya Arkana, ya orang itu adalah Arkana. Arkana melihat Nara yang terjatuh dan memutuskan untuk menghampirnya.
" gapapa"singkat Nara dan langsung berlalu pergi.
"Dia kenapa ya bel? " tanya Arkana pada bela, pacar nya Arkana. Pasti kalian kaget kan denger Arkana punya pacar.
"Gatau, mungkin dia kesakitan makanya mau cepet cepet pulang" tebakan bela.
__ADS_1