Penyesalan Arkana Narendra

Penyesalan Arkana Narendra
Bab 5 balapan


__ADS_3

Semua orang telah berkumpul diarea balap.


Nara yang baru saja sampai segera melaju ke garis start.dan posisi nya saat ini berada diantara Riyan dan Arkana. Malam ini hanya sedikit yang mengikuti balapan sekitar 8 orang.


*siapa orang baru yang disamping gw? *batin kana.


*ini pasti nara *batin Riyan menebak.


Gadis berbaju seksi pun mulai melangkah kehadapan para peserta balap. Dia mulai menghitung.


1........2........3 goooo


Semua orang mulai berteriak ketika balapan sudah mulai.


*gw harus menang*tekat nara.


Sampai akhirnya garis finish sudah mulai terlihat. Hanya tersisa 3 pembalap yang nampak begitu laju ingin mengejar kemenangan. Dan ya yang menang adalah nara. Tidak ada yang bersorak ketika nara yang melewati garis finish terdahulu. Semua yang disana tidak ada yang mengenalinya. Nara pun enggan membuka helm fullface nya. Sampai akhirnya pembalap yang mendapatkan juara 1 , 2 , dan 3 pun berjejer untuk mendapatkan hadiahnya masing-masing. Juara 3 adalah Riyan , juara 2 arkana dan juara 1 adalah nara. Semuanya bersorak ingin nara membuka helm nya.


"Buka helm nya, buka, buka " begitulah sorakan mereka.


Nara pun memutuskan untuk membuka helm nya. Sampai wajah cantik nara pun mulai terlihat , semua orang disana tercengang memandangi ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.


"Nara" kaget arkana.


Nara yang merasa terpanggil pun menoleh dan tersenyum kepada arkana dan Riyan.


*anjirrr ra lo buat jantung gw ga aman raa*batin Riyan dengan jantung yang berdetak kencang.


"Perkenalkan nama lo" pinta Bima memberikan microphone pada Nara.nara pun menerimanya.


"Gw nara, ini balapan pertama gw, terimakasih" ucap nara.


Semuanya bersorak kagum. Nara pun tersenyum puas. Sampai akhirnya semua memutuskan untuk kembali. Nara pun segera kembali kerumah nya. Saat mengendarai motor nya dengan perlahan tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan nya. Nara hanya diam diatas motornya sampai orang itu menghampiri nya.


"Udah hebat lo ikutan balapan? " tanya kana.


Nara terkejut ternyata yang menghentikan nya adalah arkana.


"Emang kenapa? " tanya Nara dengan memicingkan matanya.


"Gw ga suka liat lo balapan, nantik kalau lo terluka gimana? " tanpa arkana sadari dia melontarkan pertanyaan yang membuat Nara bingung.


"Itu resiko buat semua pembalap, dan gw bakal Terima itu! " jawab Nara.


"Pokoknya lo ga boleh balapan! " tegas arkana membuat Nara heran dengan sikap arkana. Apa alasan dia untuk melarang Nara?


"Lo apaan sih gw yang balap kok lo yang sewot? Apa karna lo takut kalah saing sama gw? Tanya Nara sambil tersenyum jahil membuat arkana tertawa.

__ADS_1


" gw ga takut kalah saing sama lo "ucap arkana sambil mengacak rambut Nara.


" udah lah gw mau pulang. Bye "ucap Nara langsung melajukan motor nya.


*arghhhh gw kenapa ya? Gw ngapain ngelarang larang dia cobak *bingung arkana. Akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali kerumah nya.


Rumah Nara


Nara memasuki rumahnya tanpa rasa bersalah dan segera memasuki  kamarnya.


" kenapa sepi banget ya? Bibi mana? Apa pada tidur? "Tanya Nara pada dirinya sendiri.


Dia pun segera membersihkan badanya.setelah itu ia mulai berbaring kan dirinya dikasur oversize nya. Dia memikirkan kejadian dimana iya dihentikan oleh arkana. Semua kejadian itu berputar kembali dipikirkan Nara membuat Nara tersenyum.


*dia manis banget, tapi kenapa dia larang gw?* Nara terus memikirkan alasan arkana melarang nya untuk balapan. Sampai tak sadar Nara pun mulai tertidur.


SEKOLAH


belum banyak siswa yang telah hadir dikelas Nara. Hanya beberapa orang termasuk inti dari geng lion.


" ra lo ikutan balapan? Kenapa sih lo ga ajak gw? "Pertanyaan sindi membuat Alvin terkejut.


" sindi, balapan itu malam, kalau lo ikut yang ada nantik sakit"kata Alvin khawatir terhadap sindi. Sindi mendengar ucapan Alvin pun hanya bisa tersenyum kikuk.


"Tapi gw mau liat kehebatan besti gw balap" sindi menatap sambil menggoyang kan alisnya kepada Nara. Nara yang melihat tingkah bestnya itu pun tersenyum.


"Tapi gw akui lo hebat ra" puji Riyan


"Itu cuman keberuntungan" kata Arkana tak Terima.


"Udah gausah meninggi,gw memang pantes dapat juara 1 kalau soal balapan" bangga Nara. Entah kemana sifat cuek Nara. Tapi sindi senang dengan Nara yang sudah mulai banyak berbicara.


"Lah songong lu" ejek arkana.


Semua yang disana tertawa melihat perdebatan Nara dan arakan. Entah apa yang lucu, mungkin karena Nara dan arkana adalah tipikal orang yang cuek jadi jika mereka debat seperti lucu. Tak lama kemudian guru memasuki kelas mereka, dan mulai belajar.


Kring kring bel istirahat telah berbunyi. Guru menggalkan kelas dan semua murid bergegas menuju kantin.


"Ra kantin yok " ajakan sindi dan diangguki oleh Nara. Tak lupa sindi juga mengajak masyarakat. Akhirnya mereka bertiga pun pergi menuju kantin. Akhirnya mereka memesan makanan dan minuman. Nara mencari arakan yang terlihat oleh nya.


"Lo cari arkana? " tanya nasya membuat Nara terkejut.


"Udah gausah kaget, gw udah tau kalau lo suka sama dia" jelas nasya lagi.


"Tapi jangan kasih tau siapa siapa tentang ini ya! " pinta Nara yang diangguki oleh nasya.


"Aman " jawab nasya.

__ADS_1


Makanan yang mereka pesan pun datang. Dan mereka mulai melahap makanan itu. Sampai semua selesai mereka memutuskan untuk kembali ke kelas namun tidak dengan Nara. Nara ingin membungkus makanan untuk arkana namun dia beralasan ingin ke toilet. Nara segera memesan makanan untuk arkana dan menelphon Riyan.


"Lo sama arkana? " tanya Nara.


"Ya, kenapa? " balas riyan sekaligus bertanya kepada Nara.


"Kalian dimana?" Bukanya menjawab Nara malah memberi pertanyaan lagi.


"Kami diuks, bentar lagi gw balik sama Alvin "


"Yaudah cepet lo balik!" Pinta Nara.


Karena memang sudah waktunya untuk kembali ke kelas Riyan dan Alvin pun kembali. Saat melihat Riyan dan Alvin keluar dari uks Nara pun memasuki uks dan mendapati arkana yang tertidur dengan menutupi wajahnya  menggunakan tangan.


"Kana " panggil Nara membuat arkana pun terbangun dan bangkit dari posisi tidur nya.


"Ngapain lo kesini? " tanya arakana .


"Gw mau kasih lo makanan, lo tadi ga makan dikantin jadi gw pikir lo laper" jelas Nara.


Arakana yang mendengarkan penjelasan dari Nara sedikit tidak percaya.


"Ga ada racunnya kan? " tanya arkana yang mendapa gelengan dari Nara.


*ada!!! Racun cinta gw*batin Nara.


"Gw balik" kata Nara.


"Ga" jawaban arkana membuat Nara terkejut dan menghentikan kakinya.


"Lo harus temenin gw! " perintah arkana.


"Gw mau belajar"


Arkana tidak Terima atas jawaban Nara dan menarik tangan naya dengan kuat sampai Nara terjatuh dipelukan Arkana.


"Yaudah kalau lo ga mau temenin gw, gw ga akan lepasin lo, biar aja orang liat kita" ejek Arkana.


Nara memberontak dalam pelukan Arkana. Ia berusaha untuk melepas pelukan lelaki itu.


"KANA LEPASIN GW" bentak Nara membuat kana melepaskan pelukanya.


"GW HERAN SAMA LO, LO UDAH ADA CEWEK TAPI LO MASIH AJA DEKETIN GW" jelas Nara membuat arkana tersenyum sinis.


"apa bedanya lo sama gw? Lo deketin gw padahal lo tau gw udah ada cewek" jawaban arkana tepat sasaran.


Deg.

__ADS_1


Jantung Nara berdetak kaget mendengar jawaban arkana. Ia mematung tidak tau apa yang akan ia lontar kan pada arkana. Dia memutuskan untuk kembali ke kelas tak menghiraukan panggilan arakan.


*berarti gw bener, lo suka sama gw kan ra? Gw bakal jadiin lo mainan buat gw ra *ucap arakan menjelaskan rencananya. Jahat banget arkana.


__ADS_2