
Semua anggota kelompok Nara sudah berkumpul. Mereka mulai membentang sebuah tikar yang lumayan lebar.
"Ini sebenarnya mau kerja kelompok atau camping ya? " tanya Riyan.
"Udah diem,biarin aja napa" hardik Alvin. Alvina terus memandangi sindi dengan senyuman yang membentang diwajahnya. Riyan yang melihat temannya langsung memukul pundak Alvin dangan perlahan.
"Udah jangan ditatapin doang, tembak lah " ejek Riyan. Alvin hanya bisa tersenyum.
*gw ga bisa nembak sindi, karena gw takut nanti musuh musuh gw bakalan sakitin dia*batin Alvin.
Kegiatan kerja kelompok pun berlangsung.
Sampai akhirnya kegiatan selesai dan waktunya pulang. Sindi menghampiri Nara yang duduk di kursi pinggir danau.
"Ra lo kenapa? " pertanyaan sindi membuat Nara mengalihkan wajahnya dari danau dan menatap sindi.
"Gw gapapa" jawab Nara.
"Pulang yuk" ajak sindi yang diangguki oleh Nara. Akhirnya mereka bergegas membereskan barang masing-masing. Melihat sindi yang sudah selesai membereskan barang milik nya membuat Alvin memutuskan untuk menemui nya.
"Sin gw bisa bicara sebentar? " tanya Alvin hati hati.
"Bicara apa? " sindi menanyai balik.
"Jangan disini, ikut gw!" Ajak Alvin langsung menggenggam tangan sindi dan membawa nya ketempat duduk Nara tadi. Nara yang melihat sindi dan Alvin duduk berdua pun mengukir senyum diwajahnya. Mungkin Nara senang karena sahabat nya mulai dekat dengan lelaki yang mungkin bisa menjadi pasangan nya nanti. Nara memutuskan untuk makan dipedagang kaki lima dekat dengan danau itu.
"Pak somay nya 1 porsi ya! " pintar Nara pada penjual somay.
"Sipp neng" jawab penjual itu.
"Ra!" Panggil Riyan. Nara yang merasa terpanggil melihat kearah belakang dan Riyan pun tersenyum menuju kearah nya.
"Ternyata lo mau juga ya makan dipinggir jalan gini " hardik Riyan.
"Makan dipinggir jalan tu lebih enak dari pada diresto " jawab Nara. Riyan hanya tersenyum mendengar ucapa Nara. Dan akhirnya Riyan pun memesan makanan. Mereka berdua berbincang-bincang. Nasya yang baru datang pun segera memesan makanan. Seperti nya mereka terlalu banyak berfikir sampai kelaparan.
"Eh sya buku gw sama lo kan? " tanya Nara.
"Iya, ge pinjem lagi ya belum siap baca soalnya" jawab nasya sambil tersenyum yang diangguki oleh Nara.
"Kalian rencana kuliah dimana? " tanya Riyan basa basi.
"Gw belum tau" Jawab nasya.
"Gw kayaknya di London" jawaban Nara membuat nasya terkejut.
"Lah lo mau ikut granma sama grenpa? " tanya nasya.
Jadi nasya ini sebenarnya sepupu Nara, tapi memang mereka tidak terlalu dekat.
__ADS_1
"Iya" singkat Nara.
"Yang gw mau ngomong sama lo, tapi nanti" kata Nara yang diangguki oleh Riyan.
*apa ya yang mau diomongin sama Nara*batin Riyan bertanya tanya.
Mereka pun selesai makan. Sampai akhirnya nasya memilih pulang terlebih dahulu. Kini tinggi Nara dan Riyan.
"Yan lo ikutan balapan juga kan? " tanya Nara tiba tiba. Mendengar pertanyaan itu membuat Riyan sedikit tersentak.
"Iya, kenapa emangnya? " tanya Riyan.
"Gw mau ikutan juga " pintar Nara membuat Riyan memicing kan matanya.
"Lo mau balapan? " tanya Riyan yang diangguki oleh Nara.
"Yaudah nanti gw konfirmasi sama temen gw " jawab Riyan.
"Makasih ya yan" ucap Nara tersenyum ruang.
"Tapi itu bahaya buat lo" cegah Riyan.
"Gw udah biasa, oh ya jangan kasih tau siapa siapa ya soal ini, gw percaya sama lo jadi jangan buat kepercayaan gw untuk lo hilang" ancam Nara.
"Iya iya aman itu, lagian nanti kalau lo ikutan balapan kan semua orang bakal tau kalau itu lo" hardik Riyan.
"Ya kan biar nanti aja tau nya pas gw udah mulai balapan" kata Nara seraya tersenyum. Sindi dan Alvin menghampiri Nara dan Riyan.
"Ga ada basa basi doang " jawab Riyan cepat.
"Kalian berdua habis ngapain? Ngedate? " pertanyaan Riyan membuat Alvin menjitak kepala Riyan.
Tak
"Ngedata ngedate pala lo" hardik Alvin. Sindi hanya tersenyum kikuk.
"Lo liat noh sindi senyum, berarti kalian tadi beneran ngedate kan" tanya Riyan lagi lagi.
"Ga ada yang ngedate kok yan" Jawab sindi.
"Tuh lo denger" tambah Alvin.
"Cuman Alvin ngungkapin perasaanya doang " sambung Nara. Nara hanya menebak saja namun Jawaban nya benar-benar membuat semua orang tercengang.
"Lo tau dari mana ra? " heran Alvin.
"Tuh kan bener" sambung Nara.
Mereka semua tertawa. Arkana yang mendengar suara tertawa temannya pun menoleh dan memutuskan untuk menemui mereka.
__ADS_1
"Udah siap bucinya bos? " tanya Alvin sambil menatap Nara. Nara yang sedang minum pun agak tersentak.
*duhh kok rasanya sakit ya dengar Arkana bucin sama pacarnya*batin Nara.
Arkana hanya tersenyum dan mendudukkan tubuh nya disamping Riyan. Nara menatap Arkana. Mereka kembali berbincang bincang sampai akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing.
"Ra gw pulang sama Alvin ya" kata sindi yang diangguki oleh Nara.
"Yan jangan lupa yang tadi, kalau ada malam ini gw langsung turun" kata Nara.
"Oke ra " jawab Riyan.
*sejak kapan Nara sama Riyan deket*batin Arkana.
RUMAH NARA.
"Ma, mama jadi berangkat nya sekarang? " tanya aran.
"Ya sayang" jawab yani yang sedang sibuk mengemasi baju nya. Nara yang baru sampai pun kaget melihat yani yang memasukkan pakaiannya kedalam kopertanya"mama mau kemana? " tanya Nara.
"Nama mau ke London sekarang" Jawab yani.
"Lah katanya besok" heran Nara.
"Ga bisa karena ada urusan lagi disana, kalian jaga diri baik baik ya, jangan lupa makan, minum susu, nantik ada bibi juga yang jagain kalian dirumah" jelas yani. Akhirnya Nara dan aran membantu yani. Sampai taksi datang menjemput yani, sebenarnya Nara dan aran ingin ikut mengantarkan yani sampai bandara tapi yani menolak karena nanti pasti ia akan menangis.
"Jaga diri baik baik ya sayang ku" kata yani memeluk Nara dan aran.
"Nama juga ya, kalau udah sampai kabarin kami" kata Nara. Aran mulai menjatuhkan air matanya.
"Jangan nangis sayang " ucap yani sambil mengusap pipi aran. Akhirnya yani pu pergi dan tak lama kemudian bibi Nara dan aran pun datang.
"Loh mana mama kalian? " tanya bi siti.
"Baru pergi" Jawab Nara.
Bi siti pun memeluk Nara dan aran.
"Udah ya jangan nangis kan ada bibik, oh ya kalian mau makan apa biar bibi masakin? " tanya bi siti. Arkana yang mendengar makanan pun langsung antusias.
"Bi masak rendah doang " pinta aran.
"Yaudah aran temenin bibi belanja ya! Nara kamu mandi sana ya! " pintar bi siti pada aran dan Nara yang diangguki oleh mereka. Akhirnya aran dan bi siti pergi berbelanja sedang Nara memutuskan untuk mandi.saat selesai mandi ponsel Nara berbunyi menunjukkan bahwa ada yang menelfon Nara.
"Ya" Jawab Nara.
"............. "
"Baik saya turun kearea sekarang" jawab Nara sambil tersenyum.
__ADS_1
*akhirnya gw bisa balapan juga*batin Nara. Nara segera bergegas, ia meminta izin pada bi siti. Awalnya bi siti tidak mengizinkan Nara untuk pergi namun karena alasan Nara yang meyakinkan dirinya membuat bi siti mengizinkan Nara pergi.