Penyesalan Arkana Narendra

Penyesalan Arkana Narendra
Bab 3 curhat


__ADS_3

Lo kenapa ra? Ga biasanya lo kayak gini? " tanya sindi duduk tepat dihadapan nara.


"Gw bingung, apa yang sebenarnya terjadi sama gw, kenapa gw setiap kali berpapasan sama Arkana selalu ada perasaan yang gw sendiri ga tau apa itu" jelas Nara.


Sindi agak sedikit berfikir.


"Mungkin lo suka sama arkana" tebak nya.


"Terus kemarin gw liat Arkana bonceng cewek, dan rasanya gw ga suka liat Arkana boncengan sama cewek lain" kata Nara.


"Itu loo cemburu Nara" kata sindi.


"Tapi perkataan Arkana tadi buat hati gw sakit anjir" maki Nara.


"Udah fiks lo suka sama Arkana" kata sindi sambil menepuk-nepuk pundak Nara. Nara hanya bisa terdiam mendengar kata kata sindi. Seperti nya memang benar kalau dia memiliki perasaan terhadap Arkana.


"Tapi kan Arkana udah ada cewek " tambah Nara.


"Iya sihhh, gini aja , lo suka suka aja tapi diam diam, cukup gw aja yang tau, nantik kalau Arkana putus sama cewek nya kan bisa lo dapetin hari Arkana" saran dari sindi membuat Nara menatap nya tajam.


"Ettdaah ya kali gw nunggu dia sampai putus, iya kalau putus, kalau ga, mau sampai tua gw menjomblo" kata Nara. Sindi yang mendengar ucapa Nara agak terkejut karena tidak biasanya sahabatnya ini berbincang tentang cinta.


"Ya kan kalau jodoh ga akan kemana" ucap sindi.


"Iya kalau jodoh duluan yang datang kalau maut gimana? " tanya Nara membuat sindi membulat kan matanya dan menutup mulut Nara.


"Mulut lo jangan ringan bet" kata sindi. Nara pun tertawa pelan.


"Yaudah kasih gw saran gimana caranya supaya gw bisa dapetin hati Arkana" Nara meminta saran pada sindi.


"Gimana ya? Kan dia juga udah ada pacar, emmmm gini aja lo tunjukin efforts yang tulus aja sama dia " Saran sindi. Nara berfikir sejenak.


"Gw ga paham yang kayak gituan ajarin gw ya plisss" mohon Nara sambil menunjukkan wajah imutnya.


"Gini ni kalau ga pernah jatuh cinta,,, nyusahin!" Kata sindi.


Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang mendengar perbincangan mereka dari luar UKS. Pria itu menyimpulkan segaris senyuman.


KANTIN

__ADS_1


Nara dan sindi datang bersamaan menuju kantin.


"Sin, ra sini Alvin! "Ajakan Alvin. Sindi dan Nara pun melangkah menuju meja Alvin yang sudah terdapat Arkana dan juga Riyan.


" lo kenapa ra? "Tanya Riyan.


" g-gw gapapa kok, cuman ga enak badan aja" jawab Nara grogi.


"Kalian belum pesan kan? Yaudah gw pesenin lo mau apa sin? Ra? " tanya Alvin.


"Gw sama Nara jus jeruk aja".jawab sindi, sebenarnya mereka berdua telah berbincang tentang apa yang mau mereka beli dikantin, karena rencananya mereka akan makan diuks bukan dikantin tapi karena Alvin memanggil mereka untuk ikut makan yasudah mau bagaimana lagi.


" makanan nya ga? "Tanya Alvin yang dijawab Gelengan dari sindi. Tanpa mereka sadari sedari tadi fokus nya Nara hanya tertuju pada Arkana. Ia melihat Arkana yang sibuk dengan handphone milik Arkana.


*padahal disini rame temenya kenapa harus mentingin handphone sih? Pasti lagi Chetan sama pacarnya*umpat Nara mulai kesal.


Pesanan mereka datang , dan mereka mulai memakan dan meminum apa yang mereka pesan tadi. Sampai akhirnya bel masuk berbunyi dan aktivitas belajar dilanjutkan. Nara memutuskan untuk kembali ke kelas . Mereka semua melanjutkan belajar sesuai dengan pelajaran yang diberikan guru. Karena ada pembagian tugas kelompok yang beranggotakan 6 orang. Kelompok 1 terdapat Nara, Sindi, Nasya, Arkana, Alvin, dan Riyan.


Semua murid sudah terdapat kelompok nya masing-masing. Setelah itu guru meninggalkan kelas karena ada rapat penting.


" ra kita kerja kelompoknya dimana? "Tanya sindi.


" terserah aja"Jawab Nara.


"Boleh tu, gimana kalian setuju ga? " Tanya sindi.


"Gw sih setuju aja asalkan ada lo" gombal Alvin.


"Boleh " jawab Riyan. Karena ketua mereka belum menjawab akhirnya Alvin menyenggol tubuh Arkana.


"Woi ditanyain tu! " kata Alvin.


"Gw ga bisa, gw mau ajak cewek gw jalan" jawab Arkana.


"Loh kan ini kerja kelompok, cewek lo kan bisa kapan aja diajak jalan " ucap sindi.


"Gw ga bisa, kalau gw bilang ga bisa ya ga bisa lah" bentakan kecil Arkana . Nara tidak suka jika ada yang membentak sindi walaupun bentakan kecil.


"Jangan bentak sindi! " ancam Nara. Tatapan tajam Nara pun dibalas tatapan tajam oleh Arkana.

__ADS_1


"Emang kenapa? " sombongnya Arkana.


"Lo ni apaan sih, ini kerja kelompok kita harus buat sama sama singkirin dulu napa kemauan lo buat jalan jalan sama cewek lo itu, lo kan banyak waktu nantik" kini gantian Nara yang membentak Arkana.


"Ra udah lah ayo kita pulang, intinya yang mau kerja kelompok kita tunggu di danau indah " keputusan sindi.


"Sya ayo! " ajak sindi. Nasya pun melangkah mengikuti Nara dan Sindi. Tak lama kemudian 3 pria itu pun bergegas pulang.


Rumah Arkana


Arkana, Alvin dan Riyan telah berada dikamar Arkana .


"Bos lo kenapa selalu liat Nara kayak ada kebencian dimata lo? " tanya Alvin.


"Hati ² nantik benci jadi cinta " ejek riyan.


"GW GASUKA SAMA ANARA BAGASKARA " bentak Arkana membuat Alvin sedikit terkejut.


"Sellowww kali boss" Riyan pun berlalu menuju dapur.


"Bos kalau seandainya Nara suka sama lo gimana? " tanya Alvin.


"Gw ga akan pernah suka sampek kapan pun! " tegas Arkana.


"Tapi kalau dia ngejer ngejer lo, efforts dia besar terhadap lo, tetep bakal lo sia sia in? " tanya Alvin lagi.


"Sampai dia ditelan bumi pun gw ga akan suka balas cinta dia" ancam Arkana.


"Yakin bos, nantik nyesel " ejek Alvin yang mendapatkan tatap tajam dari Arkana. Riyan memasuki kamar Arkana dengan beberapa cemilan ditangannya.


"Gimana ni bos lo tetep jalan jalan sama bela atau kerja kelompok bareng kita? " tanya Riyan.


"Oke gw ikut kalian " jawab Arkana.


Diam diam Alvin tersenyum, dia sepertinya akan membantu Nara untuk mendapatkan hati Arkana. Yaa pria yang diam diam mendengar pembicaraan Nara dan sindi diuks adalah Alvin. Awalnya Alvin hanya ingin bertemu dengan sindi tapi karena mendengardengan menyebutkan nama Arkana, Alvin pun mengurung kan niat nya. Dia terus mendengar pembicaraan Nara dan sindi.


"Yaudah sebentar lagi kita berangkat yaa! " pintar Alvin yang diangguki oleh Riyan dan Arkana.


"Emang lo tau dimana danau nya? " tanya Riyan.

__ADS_1


"Tenang aja, tinggal telepon sindi " kata Alvin sambil tersenyum.


"Widih udah dapetin nomor nya nih, gercepp juga loo" ejek Riyan. Mereka tertawa sedangkan Arkana sibuk membalas chetanya dengan bela.


__ADS_2