Penyesalan Arkana Narendra

Penyesalan Arkana Narendra
Bab 6 kecelakaan


__ADS_3

Nara sedang merasakan dikamarnya. Ia terus memikirkan kejadian diuks. Kejadian itu membuat nya berfikir keras sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke tempat favoritnya yaitu danau. Ia bergegas untuk pergi.


"bi Nara pergi bentar ya"izin Nara.


" iya hati hati"


Nara pun menaiki motor nya dan mulai melaju pergi. Sesampainya di danau ia menemukan seseorang yang tak asing baginya.


*lah itukan Alvin*batin Nara


Ia menghampiri Alvin dan menepuk pundak Alvin dengan perlahan.


Pukkk


"Bangsat lo " kaget Alvin. Alvin melihat kearah Nara yang tertawa riang.


"Tawa loo " wajah kesal Alvin mulai terlihat. Nara memutuskan duduk disamping Alvin dan menatap kearah danau.


"Lo kenapa? Mikirin sindi? " tanya Nara tepat sasaran. Mendengar pertanyaan Nara membuat Alvin heran bagaiamana bisa ia selalu benar dalam menebak.


"Iya gw bingung harus gimana sama sindi, gw pengen miliki dia tapi gw takut dia bakal dicelakain sama musuh gw" jujur Alvin mulai  murung.


"Kalau itu gampang, lo tinggal tembak dia dan lo jaga dia dari gangguan musuh lo, walaupun agak sulit sih" Nara memberi saranya yang membuat Alvin terkejut, bagaimana bisa ia berfikir seperti itu.


"Dan lo gimana? " tanya Alvin sambil menatap ke arah Nara.


"Gimana apanya? " bingung Nara.


"Udah deh gw udah tau kejadian lo diuks sama arkana, dan gw juga tau kalau lo itu suka sama arkana " jelas Alvin yang langsung ditatap oleh Nara.


"Kenapa kalian pada tau sih, padahal gw cuman cerita sama sindi pas diuks " heran Nara. Alvin tertawa mendengar ucapan Nara.


"Gw nguping lo sama sindi waktu itu" jujur Alvin membuat Nara memberi tinjunya pada bagian pundak Alvin.


Bughhh....

__ADS_1


"Awhhh sakitt nar"


"Bisa bisanya lo nguping" kata Nara mulai kesal.


"Namanya ga sengaja " jawab Alvin dengan cengiran.


"Tapi dari mana ya kana tau kalau gw sukak sama dia? " tanya Nara mulai serius.


"Efforts lo" jawab Alvin singkat.


Nara memandangi Alvin dengan heran.


"Lo nunjukin efforts lo sama dia, makanya dia tau kalau lo sukak sama dia " jelas Alvin. Nara hanya mengangguk angguk.


"Terus kenapa dia deketin gw cobak? " tanya Nara lagi.


"Kalau itu gw ga tau. Gw juga heran karena kan kana juga udah ada pacar , tapi dia juga tetep deketin lo " jujur Alvin, ia pun merasa heran dengan tingkah sang ketua. Ia mulai memikirkan sesuatu yang tidak tidak.


*apa arkana bakal jadiin Nara mainanya doang ya? *batin Alvin sambil melihat kearah Nara.


"Kenapa? " tanya Nara penasaran.


"Lo ga pulang" tanya Alvin.


"Yaudah gw pulang deh" Nara pun segera bangkit dan melangkah pergi. Alvin pun memtusukan untuk kembali.angin sore menerpa tubuh Nara. Ia sengaja melajukan motor nya sedikit kencang agar bisa merasakan hembusan angin sore. Namun tiba tiba saja langit sore yang cerah berubah menjadi gelap pertanda bahwa hujan akan segera turun. Ia merasa perut nya sangat lapar dan memutuskan untuk makan direstoran Narendra yang tak jauh dari danau. Ia mulai memasuki restoran dan pelayan mulai menanyakan makanan yang ingin dipesan oleh Nara. Hujan mulai turun. Nara sangat senang jika bermain hujat tapi karena perut nya lapar jadi dia harus mengisi perut nya terlebih dahulu baru Ia akan bermain hujan. Pesanan Nara datang dan Nara melahap semua makanan yang Ia pesan. 30 menit Ia menghabiskan makanannya dan Ia membayar semua makanan itu. Ia kembali menaiki motor nya dan melajukan kecepatan diatas rata rata karena sedang hujan. Ia begitu senang karna bisa bermain hujan sangking senang nya Ia tidak melihat jika ada mobil yang melaju dari arah berlawanan. Nara tetap melajukan motornya padahal hujan sangat lebat.


BRAAAKKKKK!!!!


sebuah tabrakan telah terjadi. Korbannya tak lain adalah Nara. Tubuhnya terhampas ke depan mobil dan terguling jatuh ke jalan. Tak ada seorang pun yang ada ditempat kejadian. Mobil yang menabrak Nara pun melarika  diri.


Kini tubuh Nara telah mengeluarkan darah segar yang mengalir ke jalan. Arakan yang mengendarai mobil pun terkejut saat ada motor yang tergeletak di jalan. Ia memutuskan turun untuk mengecek kreta itu dan terkejut saat melihat ada seorang wanita yang tergeletak dijalan dengan bercak darah dimana mana. Ia mendekati wanita itu dan terkejut melihat bahwa wanita itu adalah Nara. Ia segera menggendong Nara dan memasuki nya kedalam mobil. Arakan membawa Nara menuju rumah sakit terdekat.


"Ra bangun! " pinta arkana sedikit meninggikan suaranya.


Sampainya dirumah sakit Ia segera membawa Nara ke dalam, dan meletakkan nya dibrankar yang tersedia.

__ADS_1


"Sus tolong sus dia korban tabrak lari" pinta arakan sedikit berteriak. Para suster menghampiri Nara dan membawa Nara menuju ruang UGD. Arkana tampan begitu khawatir melihat keadaan Nara. Ia memutuskan menelfon teman temannya termasuk teman Nara juga . Dan satu persatu temanya mulai datang. Sindi langsung berlari menuju arkana dan menarik kerah baju lelaki itu.


"Lo apain sahabat gw sampek dia bisa masuk rumah sakit? " emosi sindi mulai meluapkan. Alvin yang melihat sindi langsung menarik nya. Sindi pun menghempas arkana dan menduduki tubuh nya dikursi. Alvin yang tak tega melihat sindi pun menarik sindi kedalam pelukanya. Tangisan sindi pecah dan membuat semua yang ada disana ikut merasakan ketakutan yang sindi pikirkan. Ia pasti takut jika sahabatnya meninggal dia. Alvin terus mengusap pundak sindi.


"Lo harus tenang, kita berdoa suapaya Nara baik baik aja" kata Alvin memenangkan sindi.


"Sebenarnya apa yang terjadi? " tanya nasya kepada arkana. Arkana pun menceritakan semua yang Ia ketahui. Semua menyimak perkataan arkana. Sindi yang merasa bersalah karena menuduh arkana.


"Maaf karena gw nuduh lo" sesal sindi.


"Oke " jawab arkana.


Mereka semua menunggu dokter keluar dari ruangan Nara tapi tak kunjung keluar.


"Kalian udah hubungin keluarga dari Nara? " tanya Alvin.


"Udah tapi karena hujan lebat, jaringan nya terganggu" jawab nasya.


Arkana mulai cemas, ia mondar mandir hingga membuat Riyan merasa heran.


"Bos lo ngapain mondar mandir sih? " tanya Riyan.


"Lo khawatir ya? " tanya Alvin. Arakan menatap tajam kearah arkana.


Semua nya kembali hening. Sampai akhirnya dokter pun keluar, semuanya berdiri.


"Apa yang terjadi dok? Kenapa lama sekali? Tanya arkana.


" apakah kalian keluarga pesien? "Tanya dokter itu.


" saya sepupunya "jawab nasya.


" mari ikut saya "nasya pun mengikuti dokter menuju sebuah ruangan.


" dok tunggu! "Catat arkana .

__ADS_1


" apa kami bisa melihat keadaan Nara? "Tanya arkana.


" bisa tapi maksimal 2 orang! "Jelas dokter. Arkana segera memasuki ruangan Nara. Ia meminta untuk sendiri menemui Nara. Ia melangkah mendekati tubuh Nara yang tergeletak takberdaya di atas brankar.


__ADS_2