
TING NUNG, suara bel rumah naya berbunyi.pintu pun terbuka memperlihatkan yani.
"Nara kamu kenapa? " tanya yani khawatir melihat tangan anak nya berdarah.
"Nara gapapa ma, tadi jatuh " jelas Nara.
"Yaudah kamu mandi dulu biar mamak obatin ya! " pinta yani yang diangguki oleh Nara. Nara berlalu ke kamar nya dan mulai membersihkan diri.
*kenapa ya rasanya gw gasuka liat kana bonceng cewek, padahal kan dia bukan siapa ² gw, apa gw suka ya sama dia makanya gw cemburu? arghhh ga mungkin!*
"NARA turun dulu! " pinta yani. Naya bergegas turun. Dan duduk disamping yani.
"Mana yang luka biar mama obatin? tanya yani. Nara menunjukkan bagian yang luka dan langsung diobati oleh yani.
" ma Nara mau cerita"
"Cerita apa sayang? " tanya yani penasaran.
"Tadi ada 3 orang murid baru dikelas Nara, nama nya Arkana, Riyan, Alvin. Tapi kenapa ya setiap Nara liat Arkana ada perasaan yang berbeda ? Dan waktu Nara liat Arkana boncengan sama cewek lain aja Nara kayak ga suka gitu? Kenapa ya ma? Tanya Nara panjang lebar.
" mungkin kamu mulai suka sama dia, dan waktu kamu liat dia boncengan sama cewek lain kamu cemburu "jelas yani.
" tapi ma, kenapa baru jumpa udah suka sih?"heran Nara.
"Ingat, cinta pandangan pertama itu ada! " jelas yani sambil mencubit pipi Nara lembut.
"Isss mama aku serius, kok malah digangguin sih" rengek Nara. Yani hanya bisa tersenyum mendengar cerita Nara, ia kembali teringat akan kenangannya dengan Bagaskara (ayah Nara) yang sudah 2 tahun meninggal kan mereka dan memilih hidup dengan istri barunya.sekarang mereka hanya hidup bertiga saja.
DINNER
"Nara, aran ayoo turun, kita kan mau dinner! " pinta yani.
"Iya ma" jawab mereka serentak. Nara dan aran pun bergegas turun. Mereka akan pergi dinner disebuah cafe teman yani.
Sesampainya dicafe
"Ma kok tumben kita dinner dinneran? " heran aran. Lugu sekali seperti nya aran ini, tetapi wajar usianya masih 12 tahun. Nara tersenyum mendengar ucapan aran.
"Sayang, mama diajak temen mama dinner dicafe nya " kata yani.
"Oooo".
__ADS_1
Mereka masuk kedalam cafe yang lumayan besar bernama NARENDRA CAFE, sepertinya nama nya tidak asing.
*looh namanya kok mirip sama nama belakang Arkana ya? *batin Nara heran.
Setelah masuk kedalam cafe itu, terlihat banyak pengunjung cafe. Mereka bertiga memutuskan duduk di meja nomor 12 karena tinggal meja itu yang kosong. Seorang pelayan menghampiri mereka.
" permisi, mau pesan apa ya? "Tanya pelayan sambil menyerahkan daftar menu.
Mereka bertiga melihat daftar menu, dan memutuskan memesan makanan yang biasa biasa saja. Pelayan pun kembali, untuk membuat pesanan mereka. Tiba tiba ada seorang wanita menghampiri yani dan memeluk nya.
" ya ampun yani, udah lama banget ga ketemu" ucap wanita itu masih memeluk yani. Yani pun membalas pelukan dari teman nya itu.
"Orang kamu sih, kerjanya ngikutin suami mulu keluar negeri, kan jadinya kita jarang ketemu".ucap yani. Akhirnya pelukan mereka berakhir. Yani memperkenalkan temanya kepada anak anaknya.
" sayang, ini tante sani pemilik dari cafe ini"ucap yani. Kedua anak yani pun menyalami sani.
"Ini Nara ya? Udah besar ya, makin cantik juga" puji sani, membuat Nara tersenyum kikuk.
"Iya tante" balas Nara.
"Ini aran, masih imut banget ya" puji sani terhadap aran. Aran pun tersenyum.
"Iya tante, tante juga masih imut kok " kata aran membuat mereka tertawa. Tak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Yani bagaimana keadaan keluarga mu sekarang? Apakah mantan suami mu masih mengganggu pikiran mu? " tanya Narendra basa basi yang mendapat tatapan tajam dari istrinya yaitu sani.
"hahaha aku merasa lebih tenang sekarang, aku bisa melanjutkan karier ku, mengurus anak anak ku " jawab yani agak sombong.
"Ternyata kau tidak berubah masih sombong sama seperti dulu" ujar Narendra bercanda.
"Apakah dia anak mu? " tanya yani menunjuk pada pria yang disebelah Narendra.
"Dia anak kami, Arkana Narendra " Jawab Narendra santai. Ya Arkana lah orang yang ditanyain tadi. Arkana pun menyalami yani dan tersenyum.
"Sangat tampan dan mirip sekali dengan sani " puji yani. Arkana hanya tersenyum. Mereka berbincang bincang sampai akhirnya Nara memasuki ruangan VIP itu. Dan langsung dlihat oleh Arkana.
"Nara" heran Arkana.
"Lohh Arkana " bingung Nara. Dugaannya benar kalau cafe ini milik keluarga Arkana Narendra.
"Loh kalian saling kenal? " tanya sani yang mendapatkan anggukan dari Arkana. Nara duduk disamping yani. Ia melihat ayah Arkana yang tersenyum padanya.
__ADS_1
"Anak mu cantik, sepertinya cocok untuk menjadi menantuku" puji Narendra yang langsung ditatap tajam oleh Arkana. Semua yang disana tertawa kecuali Nara dan Arkana. Mereka berbincang hingga tak terasa waktu sudah sangat malam. Akhirnya keluarga yani memutuskan untuk pulang.
SAMPAI RUMAH
Semua orang memasuki kamarnya masing masing. Nara pun langsung membersihkan wajahnya. Lalu merebahkan badannya diranjang oversize miliknya. Ia terus memikirkan Arkana hingga tak terasa ia pun tertidur dan mulai bermimpi.
Keesokan paginya Nara dan adiknya berangkat sekolah dengan menggunakan kendaraan masing-masing. Sebelum pergi tidak lupa mereka berdua menyalami yani. Saat diperjalanan kesekolah Nara melihat Arkana sedang berhenti dipinggir jalan yang lumayan sepi.
"Kenapa lo? " tanya Nara.
"Ban gw bocor" jawab Arkana singkat.
"Yaudah sama gw aja! " ajak Nara.
"Yaudah "
Akhirnya Nara turun dari motor sport nya dan memberikan helm nya kepada Arkana yang langsung diterima oleh Arkana. Mereka berdua pun pergi menuju sekolah. Sesampainya disekolah banyak siswa-siswi yang melihat kedatangan mereka. Namun tidak dihiraukan sama sekali oleh Arkana. Mereka berdua masuk kedalam kelas.
"Wissss ada yang dateng nya barengan ni" ejek Alvin.
"Motor gw rusak, gadak apa apa " jujur nya Arkana.
"Lah emang kalau ada apa apa juga gapapa kok bos, manatau lo mau jadiin Nara bu bos kedua " kata Riyan membuat sindi, Alvin tertawa, namun mereka mendapatkan tatapan tajam dari Arkana.
BRAAKKKK
tangan Arkana menggebrak meja.
"GW GA SUKA YA SAMA NARA DAN SAMPAI KAPAN PUN GW GA AKAN SUKA SAMA DIA" tegas Arkana membuat semua yang disana tercengang dengan kata kata Arkana. Bagaimana bisa dia tidak akan menyukai gadis yang sangat cantik seperti Nara.
Mendengar hal itu membuat hati Nara sakit. Ia memilih untuk pergi dari kelas.
"Sin gw izin ke UKS " kata Nara.
"Lo sakit? " tanya sindi yang diangguki oleh Nara.
"Biar gw anter ya! " tawar sindi dan mendapatkan anggukan lagi oleh Nara.
Saat tiba diuks Nara langsung mengunci pintu dan duduk di kursi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Sindi yang melihat hal itu pun penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada Nara.
MAAF YA SEMUA. KALAU CERITANYA KURANG SERU.
__ADS_1
SAYA MASIH PEMULA.
KALAU KALIAN ADA KRITIK DAN SARAN TOLONG KOMEN YA!!