
Keesokan paginya, Kean dibangunkan oleh suara ketukan pintu dari Ford yang datang. Kean segera bangun namun tidak begitu sadar. Kebiasaannya selama 20 tahun lebih kehidupan sebelumnya membuatnya hampir mengutuk 'orang' yang mengganggunya.
Setelah melihat sekeliling, Kean sadar dia dimana dan segera menyahut, "Masuk."
Pintu terbuka dan menampilkan Ford yang membawa nampan berisi sarapan dan segelas susu. Kean tidak peduli untuk mandi dan makan lebih dulu karena dia lapar. Setelah makan barulah dia pergi mandi.
Setelah mandi dia melihat beberapa pelayan ada di kamarnya dan mengerutkan kening. Kean melirik Ford dengan pandangan bertanya.
"Tuan muda, para pelayan disini untuk mendandani anda." jelas Ford.
"Benar, hari pernikahan. Ayo lakukan."
Para pelayan kemudian mendandaninya dengan setelan jas putih sederhana, dengan sulaman benang perak tipis yang mengukir bunga lily. Sama sekali tidak terlihat mewah. Namun saat dikenakan oleh Kean, itu terlihat cantik.
Pelayan juga menata rambutnya. Pada dasarnya penampilan tubuh ini sangat mirip dengan tubuhnya dulu. Hanya lebih muda dan lebih kurus, karena kekurangan gizi pipinya hampir tirus. Jika wajahnya dulu bisa dibilang agak tampan, maka tubuh ini sangat berbeda, cantik hampir seperti wanita.
Bulu matanya panjang dan lentik, bibirnya montok dan merah dan ada tahi lalat kecil di bawah sudut matanya yang menambah kesan lembut. Rambutnya panjang dan berwarna putih yang sangat cocok dengan setelan jas. Agak melengkung dan berkelok-kelok di bagian bawah karena tidak pernah dirawat.
Pelayan menyisir rambutnya dan menatanya dengan sederhana. Dengan kuncir kuda yang simple tanpa ada niatan untuk memperindah dengan pernak-pernik.
"Selesai." Dengan itu para pelayan membungkuk dan keluar setelah tugas diselesaikan.
"Ini cukup sederhana." Kean berkata sembari berdiri didepan cermin.
__ADS_1
"Ya." jawab Ford dengan sedikit ironi.
"Tapi tuan muda sangat cantik seperti ini."
"Ayo pergi. Pimpin jalan."
Kean tidak ingin membicarakan 'kesederhanaannya' sekarang. Karena dia menyadari bahwa aturan dan pandangan di dunia ini hampir sama dengan benua Yodora. Dan tentu saja sifat-sifat bangsawan hampir bisa dikatakan sama.
Dan mungkin saja pernikahannya saat ini hanyalah nama dengan kedok membuang hal-hal 'kotor' dari tempat mulia mereka. Hanya dengan mengamati bagaiman mereka memperlakukan pemilik tubuh asli dari menu sarapan, membatasi uang saku, dan setelan jas pernikahan yang sederhana Kean bisa menebak beberapa hal.
Keluar dari kamarnya, Kean melihat ke tempat dia berada sebelumnya yang ternyata adalah rumah kecil dengan halaman yang tak terawat. Dan didepannya adalah sebuah bangunan menjulang tinggi yang hampir seperti kastil. Mengkonfirmasi tebakannya lagi.
Sekarang Kean agak khawatir. Dia akan menikah, dan pasangannya adalah seorang Marsekal. Yang sudah pasti menjadi bangsawan.
Kean tidak tahu bagaimana keadaan keluarga Marsekal saat ini. Dan apakah mereka juga akan menyebalkan seperti keluarga Count Virgu, tempat dia berada disini.
mobil melaju dengan kecepatan tinggi setelah pelayan Ford mengatakan tempat tujuan mereka yang disebut Biro Pernikahan. mobil melaju tanpa ada pengemudi dan Kean dibuat takjub. Karena bagaiimanapun mewahnya kereta kuda didunianya, tetap membutuhkan sopir.
Tak lama kemudian mereka tiba dan Kean kembali mengikuti pelayan Ford. dia tidak tahu proses pernikahan di dunia ini jadi dia cukup pendiam. staf menyambut mereka dan pelayan Ford memberi file pada staf tersebut.
"Baik. Saya akan memprosesnya. Silakan mengambil gambar terlebih dahulu di studio foto." kata staf sembari menunjuk pintu di depan mereka.
"Maaf. Dimana Marsekal?" tanya Ford.
__ADS_1
"Marsekal sudah datang lebih awal dan sudah selesai menjalani proses lebih awal. Belaiu tampaknya sangat sibuk karena dia tergesa-gesa." jelas staf. Kemudian staf pergi meninggalkan mereka.
"Apakah pernikahannya tidak apa-apa jika pasangan tidak datang bersama?" tanya Kean.
"Umumnya tidak seperti ini dan kalian berdua harus berfoto bersama. Namun saat ini Marsekal sedang mengambil tanggung jawab untuk memimpin perang jadi...."
"Mengerti. Aku akan masuk." Setelah mengatakan itu Kean masuk ke studio. Dia duduk di bangku sendirian dan mematuhi instruksi fotografer.
Setelah selesai Kean masih harus menunggu dokumen dan sertifikat pernikahan dicetak. hanya butuh 5 menit dan semuanya selesai. Kean melihat buku saku merah kecil yang diterimanya dan tidak mengatakan apa-apa.
Mereka berdua keluar dan memasuki mobil kembali. Saat ini tujuan mereka bukan untuk kembali tetapi ke sebuah tempat yang disebut bandara.
"Saya sudah berbicara dengan bawahan Marsekal sebelumnya, saya disuruh untuk mengantar anda kebandara, dan bawahan Marsekal akan membawa anda ke planet pribadinya. Saya juga lega karena tempat itu jauh dari zona perang dan anda akan aman." kata Ford.
Kean tidak bertanya lagi dan hanya diam. Itu kabar baik baginya karena saat ini tubuhnya terlalu lemah bahkan untuk melawan lelaki paruh baya seperti Ford. Setelah beberapa saat mereka sampai dan disambut oleh beberapa prajurit militer.
Mereka kemudian menaiki kapal luar angkasa pribadi. Kean berpisah dengan Ford sebentar, dia cukup memiliki kesan baik tentang Ford, setidaknya dia bukan orang jahat. Ford kembali ke mansion dan Kean melakukan perjalanan keluar angkasa pertamanya.
Kean melalui perjalanan yang luar biasa. Bintang-bintang dilangit malam sebelumnya semakin terlihat jelas, menampilkan berbagai planet dengan berbagai warna. Kean tak pernah terpikirkan jika bintang-bintang dilangit adalah tempat tinggal mahkluk hidup juga sebelumnya.
Karena bahkah legenda penyihir circle 10 di dunianya sebelumnya juga tak pernah menemukan ini. Kekuatan pertempuran penyihir memang sangat kuat namun hidup mereka biasanya dihabiskan untuk bertempur membantu negara atapupun meneliti sihir baru yang bermanfaat terutama sesuai keinginan para bangsawan.
Tak pernah terpikirkan sekalipun untuk terbang keluar bumi dan melihat luar angkasa. Sekarang walaupun dia mati dikehidupan sebelumnya, Kean tidak merasa menyesal karena ini adalah pengalamamn yang luar biasa.
__ADS_1
Perlu beberapa hari untuk sampai ditujuan yang cukup lama. Saat ini juga Kean bisa merasakan fluktuasi kekuatan spiritual yang melimpah, tepatnya sejak keluar dari atmosfer planet Gaiya.
Kean segera bermeditasi untuk mengumpulkan kekuatan spiritual yang tersebar untuk mengalir keseluruh tubuhnya, dan akhirnya terpusat kejantungnya. Kean sebenarnya ingin menikmati pemandangan lagi tetapi sekarang adalah kesempatan yang berharga untuk memulihkan kekuatannya. Dia tidak tahu apakah di planet pribadi pasangannya akan memiliki kekuatan spiritual atau tidak, jika tidak dan dia masih bersantai dia akan rugi.