Penyihir Circle 9 Bertransmigrasi Untuk Menikah

Penyihir Circle 9 Bertransmigrasi Untuk Menikah
Bab 8


__ADS_3

Tetapi berapa lamapun Kean menunda waktu mandi, dia tidak bisa mandi seharian. Setelah mandi Kean diajak ke lantai dua oleh Creone. Memasuki ruang kerja dan mereka berdua duduk berhadap-hadapan di meja kerja Creone.


"Entah kenapa seperti dipanggil kepala sekolah ketika aku membuat kekacauan di Akademi Sihir dulu." batin Kean. Namun asumsinya membuatnya semakin tegang. Apalagi wajah Creone yang bau.


Bau : seperti poker face.


Creone berbicara lebih dulu melihat Kean tidak mengatakan apapun. "Jadi, apa itu?"


Suaranya yang dalam membuat Kean begidik. Walaupun Kean memiliki banyak musuh dikehidupannya sebelumnya, tetapi tidak ada yang memiliki aura sekuat Creone. Jikalau pun ada, maka hanya Kaisar tyrant dari bagian benua timur yang bisa. Karena tangannya sudah ternoda oleh darah banyak orang.


Sekarang Creone memberinya perasaan kembali berhadapan dengan Kaisar Tyrant. Yang cukup langka.


Kean mengambil nafas dan menghembuskan, mencoba untuk tenang. Kemudian dia bertanya, "Apa maksudnya?"


Creone kemudian memegang benda persegi. Mengetuknya beberapa kali dan membalikkan untuk menunjukkan padanya. Apa yang dilihat Kean adalah dirinya yang merapal mantra.


"Habis sudah! Haruskah kubunuh dia untuk tutup mulut?!" Walaupun batin Kean berteriak, dia tidakĀ  melakukannya. Selain Creone baik padanya, dia juga menyelamatkan masalah untuk menjauh dari keluarga pemilik tubuh asli.


"Lalu bisakah aku bertanya juga? Kenapa aku melihatmu di kamar begitu aku membuka mata?"


"Karena itu kamarku." Jawaban Creone tidak salah sama sekali.


"Kupikir kamu berniat pindah kamar?"


"Aku tidak pernah mengatakan itu." Ini juga benar.


Jadi masalahnya adalah dari awal dia yang salah paham!


"Kamu belum menjawab pertanyaanku." Creone mengingatkan tanpa memberi waktu luang bagi Kean untuk meratap sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Kean mengambil tangan kiri Creone dan menangkupkan kedua tangannya. Kean berpikir karena dia sudah diekspos maka dia hanya perlu mengatakannya. "Aku akan mengaku."


Melihat tatapan Kean yang serius. Kemudian melihat tangannya yang dikelilingi oleh telapak tangan kecil. Creone merasa telinganya merah dan panas.


Dan detak jantungnya berdegup lebih kencang. Ada satu hal yang tidak seorangpun tahu tentang dia. Creone sebenarnya penikmat drama cinta ketika dia sudah lelah dengan intrik di istana ataupun Medan perang.

__ADS_1


Kean yang berhenti berbicara sebelumnya melanjutkan, "Tetapi kamu harus merahasiakannya dari orang lain. Buat janji."


"Oke." Creone menjawab tanpa sadar. Kemudian dia disadarkan oleh cahaya emas dari tangannya. Tangan Kean tersingkap dan menampilkan sebuah lambang yang Creone tidak tahu apa itu ada di punggung tangannya. Kemudian cahaya redup dan kembali semula seolah-olah lambang itu tidak ada dari awal.


"Apa itu tadi?" Tanya Creone dengan waspada. Dia tidak menyangka akan terperdaya. Jika bawahannya tahu dia terperdaya oleh kecantikan kecil, adegan itu seperti melihat matahari terbit dari barat.


"Soul Promise." Jawab Kean.


"Dan jika kamu melanggarnya...."


"Apa yang terjadi?" Tanya Creone.


"Kamu akan mati."


Adegan itu hening sejenak. Dengan Creone yang berpikir apakah itu benar. Namun semua hal tentang Kean sangat misterius. Membuatnya tidak bisa memikirkan jawaban apapun.


Dan Kean saat ini sangat puas karena Soul Promise berhasil. Walaupun dia sedikit merasa bersalah. Tetapi cukup untuk menakuti orang sehingga mereka yang memiliki mantra ini dalam tubuh mereka untuk tidak berbicara kebenaran.


Tapi dia tidak menyangka ini tidak akan berhasil untuk Creone.


Bukannya mantranya yang tidak berhasil. Tetapi Creone sangat tidak takut mati!


"Tunggu? Kenapa?!"


"Karena aku tidak bisa memverifikasinya."


"Apakah itu mengharuskanmu untuk tidak menyayangi nyawamu?!"


Creone berkedip tidak nyaman. Walaupun dia tidak takut mati, tetapi dia memang sangat menyayangkan. Karena jika dia mati dia tidak akan bisa pensiun dini dan menikmati hidup.


Temperamennya terbentuk karena latihan militer sejak dia kecil. Kakeknya adalah seorang Marshal jadi dia suka melatihnya. Dan berharap dia juga mencapai prestasi di militer.


Namun hal ini juga yang membuatnya memendam rasa iri pada pemuda berdarah panas yang suka bermain-main dengan bebas. Yang mana tidak bisa dia lakukan karena sudah menjadi kebiasaannya untuk mengatur suatu hal dengan sistematis. Karena itu dia selalu mendahulukan melakukan sesuatu yang lebih penting lebih dulu.


Namun karena dia memiliki masalah kerusuhan kekuatan mental, dia tidak ditakdirkan untuk berumur panjang. Yang membuatnya tanpa sadar juga mengabaikan kehidupannya. Karena dia bisa mati kapan saja, tidak ada bedanya mati lebih cepat.

__ADS_1


Kerusuhan kekuatan mental mengacu pada setiap novel latar belakang Interstellar. Tidak bisa disembuhkan kecuali sang Protagonis mengubah takdir.


Ups spoiler tumpah wkwkwk


Dan kata-kata Kean menusuk tepat dihatinya.


"Siapa yang tidak ingin hidup." Batin Creone.


Suasana hati Creone menjadi buruk dan dia tidak ingin bertele-tele lagi.


"Jawab pertanyaanku." Creone menggunakan nada perintah yang tidak bisa ditolak. Dan Kean merasa suhu ruang menjadi lebih dingin entah kenapa.


Kean akhirnya menceritakannya. Dengan setengah berbohong jika dia mendapatkan kekuatan sihir ketika berumur 14 tahun. Tentu saja dia tidak akan mengatakan jika dia adalah jiwa yang sudah mati dan tiba-tiba menempati tubuh pemilik asli.


Jika tidak dia akan dibedah!


Dan Creone tampak mempercayainya karena kepalanya mengangguk dari waktu ke waktu. Creone merasa spekulasinya lebih masuk akal. Karena dari informasi tentang Kean yang dia dapatkan, tidak ada informasi ibunya kecuali nama. Dan tidak ada yang tahu kapan dia datang ke ibukota kekaisaran ataupun perginya.


Hanya ada kabar kematiannya 15 tahun yang lalu. Dan berita ini masih dirahasiakan. Mungkin tidak ada yang berpikir untuk mencari tahu informasi ini sehingga informasi tetap mudah terbuka untuk otoritas militer dan masih menggunakan sistem protokol yang ketinggalan jaman serta mudah ditembus.


"Apa yang bisa dilakukan oleh sihirmu?" Tanya Creone lagi.


"Membuat api, es, tanah, angin, petir dan segala macam yang tidak mungkin selama ada kekuatan spiritual." Saat kata-kata itu mengalir dari mulutnya, tangan kanan Kean melakukan demonstrasi. Dan karena itu hanya teknik dasar, dia tidak perlu merapal mantra sama sekali dan tindakannya semulus air mengalir.


"Sepertinya yang kamu sebutkan bersifat ofensif. Seberapa jauh jangkauan dan dampaknya?"


"Sihir apiku saat ini mungkin bisa mencapai ketinggian kita dari bawah." Jawab Kean sembari menunjuk jendela.


"Itu berarti bisa ditingkatkan?" Dan Kean mengangguk menghadapi pertanyaan Creone.


Creone tidak tahu seberapa besar bisa ditingkatkan. Namun dia tahu jika kemampuan ini ada di Medan perang maka akan menjadi keberadaan yang mencolok karena tingkat pemusnahan. Lagi pula manusia disini selain kekuatan fisik dan mental yang menjadi modal yang bisa didapatkan sendiri, selebihnya adalah perangkat keras alias mereka tergantung pada teknologi. Yang sangat tidak efisien dan terbiasa berlindung didalam pesawat tempur atau Mecha.


Tetapi dia juga tahu bahayanya bagi Kean. Karena hanya Kean yang bisa melakukannya maka Kean akan menjadi abnormal dimata masyarakat. Creone juga tahu sekarang kenapa Kean memintanya untuk merahasiakannya. Lagipula tidak ada kekurangan laboratorium ilegal tersembunyi di kekaisaran.


Bahkan mungkin lembaga resmi juga sangat ingin mempelajarinya dengan dalih untuk perkembangan manusia. Walaupun melakukan penelitian pada manusia ilegal, tetapi selama pihak yang berkuasa memberi suara untuk menyetujuinya, hal apapun bisa disembunyikan. Karena itu Creone juga akan merahasiakannya.

__ADS_1


__ADS_2