
Kean menghabiskan waktunya dikamar terus sepanjang hari. Kecuali prajurit datang membawakannya makanan, dia akan terus bermeditasi.
Sampai pesawat luar angkasa sampai ditujuan barulah Kean berhenti dan bersiap mendarat. Planet didepannya didominasi oleh air dan hanya sebagian kecil area daratan. Banyal pulau kecil namun tersebar. Dan hanya ada 1 benua.
Kapal luar angkasa mendarat ditempat pendaratan satu-satunya di benua tersebut dan Kean keluar dan melihat pemandangan hutan yang asri. Begitu imdah sehingga mengalihkan perhatiannya.
Tapi kemudian dia menyadari ada kekuatan spiritual disini. Bahkan lebih kuat dibandingkan diluar angkasa. Kean bahkan melihat beberapa cahaya roh yang melayang disekitarnya. Keberadaan roh disini merupakan tanda jika kekuatan spiritual disini sangat murni dan belum tercemar oleh energi negatif.
Ini kabar baik baginya karena semakin murni kekuatan spiritual maka pembentukan circle lain tidaklah sulit. Kean bahkan memperkirakan jika dia bermeditasi disini selama sebulan maka mungkin baginya untuk membentuk 4 circle dalam sebulan. Kean tahu betul jika seperti ini akan seperti menaiki kapal luar agkasa, maka dia di kehidupan yang lalu hanyalah menunggang kuda.
"Tuan, silakan masuk, saya akan mengantar anda kekediaman Marshal." ujar prajurit menyela lamunan Kean.
Kean akhirnya berhenti memperhatikan lingkungan sekitar dan menoleh ke arah yang ditunjuk prajurit itu dan melihat mobil dengan pintu terbuka. Kean segera masuk dan mobil melaju ke arah satu-satunya mansion disini. Letaknya lumayan jauh namun atap mansion sudah bisa terlihat dari sini.
Setelah beberapa saat mereka sampai dan Kean turun dari mobil. Prajurit yang mengantarkannya langsung pergi meninggalkannya setelah memperkenalkannya pada robot pengurus rumah tangga dan menginformasikan identitasnya sebagai tuan rumah kedua dari mansion.
Robot pengurus rumah tangga terlihat seperti manusia sehingga Kean sebelumnya mengira dia manusia. Tapi matanya sesekali bersinar dengan cahaya biru yang membuat Kean takjub jika ini sebenarnya adalah kecerdasan buatan. Kean berfikir jika necromancer di dunia ini canggih sekali.
Robot pengurus rumah tangga itu bernama Daniel. Daniel mengantarkannya menuju kamarnya yang ada di lantai paling atas. Ada tangga dan saat Kean hendak menaiki tangga, tindakannya diintrupsi ole Daniel yang menunjuk ke pintu disampingnya. Daniel masuk sesuai petunjuk Daniel dan ruangan bergerak ke atas.
__ADS_1
Kean sekali lagi dibuat takjub. BErfikir jika peradaban ini mungkin tidak membutuhkan sihir lagi. Karena itu juga kekuatan spiritual disini terjaga dan bahkan cenderung menigkat. Kean sungguh merasa ini pemborosan. Karena itu dia tidak akan segan-segan menikmatinya.
Begitu sampai dikamarnya, Kean menolak ajakan Daniel untuk berkeliling mansion dan segera bermeditasi. Kean bahkan melupakan rasa lapar setelah perjalanan yang panjang. Akhirnya hingga Daniel mengetuk pintu kamarnya untuk mengingatkan makan malam, barulah dia berhenti bermeditasi.
"Benar, tidak perlu terburu-buru. ada banyak kesempatan. Aku juga harus memiliki waktu untuk berolahraga karena kekuatan fisik tubuh ini lemah sekali."
Kean kemudian turun untuk makan. beberapa hari kemudian dia lewati dengan berolahraga dipagi hari, mencari lebih banyak informasi tentang dunia ini dari Daniel disiang hari, dan bermeditasi setelah makan malam. Agal singkat namun setelah tahu lebih banyak tentang dunia ini, Kean memperpanjang waktu bermeditasi sehingga seminggu kemudian dia mencapai circle 1.
Kean akhirnya bisa menggunakan sihir heal paling dasar tanpa kelelakan untuk menyembuhkan luka memarnya walaupun sebagian sudah sembuh karena waktu. Kean melakukan rutinitas hariannya seperti ini dan waktu sudah berjalan selama sebulan dia berada di mansion Marshal.
Selama sebulan juga dia berlatih sihirnya dan sudah mencapai circle 4 seperti perkiraannya. Ada sebuah lapangan besar dibelakang mansion yang sepertinya adalah area untuk latihan tempur. Kean menggunakannya untuk berlatih sihir ofensif.
Tapi setelah berharap seperti itu Kean melihat seorang pria tambahan didalam rumah setelah dia kembali dari area latihan. Kean tidak bisa melihat wajahnya karena punggung pria itu menghadapnya. Dia sepertinya akan menuju kamar karena dia memasuki lift.Setelah masuk ke lift Kean melihat wajahnya sejenak sebelum pintu lift ditutup.
Hanya bisa dikatakan pria itu sangat tampan. Dan dia pernah melihatnya. Foto yang ditunjukkan oleh Ford. Marsekal Creone. Setelah mengingat penampilannya tadi, Kean sepertinya melihat banyak bercak darah terlepas dari pakaian militer gelapnya.
Namun langkah kakinya masih tetap stabil. Kean tidak memperdulikannya lagi dan berjalan kedapur dan dia mengambil air minum segera karena haus sekali. Setelah itu dia kembali kekamarnya untuk tidur.
Namun saat dia membuka pintu kamarnya, ada orang tambahan di dalam kamar. Siapa lagi jika itu bukan Marsekal Creone yang baru saja kembali. Dan Kean tidak bisa mengatakan apapun karena situasi yang canggung.
__ADS_1
Creone juga terkejut dengan kedatangan Kean. Karena sejak 2 tahun kakeknya meninggal dia tinggal sendirian disini. Jika dia tidak pulang sekarang, dia bahkan akan melupakan fakta jika dia sudah menikah.
Sepulangnya dia, Creone segera menginstruksikan Daniel untuk mengaktifkan robot medis untuk mengobati lukanya. Otomatis dia harus melepas bajunya untuk menerapkan obat. Karena itu keadaannya sekarang hanya dengan memakai celana pendek saja.
"Maaf." ujar Kean dan kemudian dia segera menutup pintu. Dia bahkan lupa jika ini kamar yang diberikan oleh Daniel padanya, yang otomatis menjadi kamarnya.
Kean baru menyadarinya saat dia berkeliling koridor dan tidak menemukan kamarnya karena sebelumnya dia mengira salah masuk kamar. Sekarang memastikannya lagi dan Kean sadar dia tidak salah kamar sama sekali. Sekarang dia tidak tahu harus kembali atau tetap ditempatnya.
Pintu kamar terbuka dan robot medis keluar dengan perban penuh darah ditangannya. Setelah robot itu pergi Kean melirik kedalam dan ditemukan oleh mata Marsekal Creone. Creone melihatnya dan tidak berbicara, dia membuka lemari dan memakai pakaian didalamnya bahkan tanpa memilih seolah akrab dengannya.
Kini Kean sudah pasti yakin jika ini kamar Creone. Dan dia sudah tinggal didalamnya selama sebulan. Juga memakai pakaian Creone selama sebulan karena dia tidak membawa apapun saat datang. Dan memakai peralatan mandinya juga.
Kean tidak pernah memikirkan kemungkinan ini. Dia pikir benda-benda itu disiapkan untuknya dan semuanya baru. Tapi dia tidak pernah menyangka...
Pantas saja Kean merasa baju yang dipakainya sepanjang hari selalu terlalu besar untuk tubuhnya. Dia pikir itu karena tiinggi badannya.
"Halo."
"Aku, Kean Reoneore."
__ADS_1