
Di dalam ruang yang memiliki dominan warna hitam dengan gemerlap sinar laser yang menembak kan warna menyilaukan, silih berganti bercahaya tanpa henti hingga membentuk sebuah pola, tepat di bagian depan dalam ruangan nampak wanita berpakaian sexy terlihat bertingkah liar dengan jari jari tangan yang tak henti menari di atas satu set meja DJ.
Musik menghentak keras dalam tempo yang membawa adrenalin terpacu, kami berdua larut dalam euforia malam itu.
"kamu gak pesen table ? mau open apa ?" tanya Lia dengan berteriak keras.
Aku tak menjawab dan memilih menggandeng tangan nya menuju meja BAR yang tak jauh dari tempat kami berdiri.
"minum apa ini kita Ndra enak nya ?" tanya Lia.
"terserah lu aja biasa nya apa, kalo gue mah apa aja masuk,
hahaha..." kata ku seolah menobat kan diri sendiri sebagai dewa mabuk.
"belagu lu, awas aja kalo ampe tepar, gak bakal gue tolongin." tanya dia dengan nada sedikit mengancam.
"hahahaha... gak salah lu ? yang ada elu kali entar bakal ngrepotin, kurangin bacotan nya, buruan ayok Captain Morgan dlu aja satu." ucapku tak sabar ingin segera tinggi.
"Yang kuning apa yang putih ?" tanya Lia sembari menenteng 2 botol captain morgan.
"Satu dulu aja, sayang entar kalo gak habis, nambah bir nya aja satu tower." Ucapku dengan enteng nya seolah aku yang bayar ini semua, entah kenapa jiwa ku terhentak hebat mengikuti alunan musik DJ yang membawaku kembali dalam kegilaan. kami cenderung jarang membuka obrolan dan memilih untuk berjoget melepas beban pikiran, pun juga suasana di dalam bar tidak meMUNGKIN KAN untuk kita berbincang.
kami berdua pun akhir nya mendapat kan meja setelah Lia berusaha melobby salah satu waiters
kami duduk berhadapan saling tatap satu sama lain.
aku tak mampu mendeskripsi kan tentang apa yang sedang aku rasain.
malam itu kami lewati dalam keadaan lambung yang terbanjiri bir bintang dan dinding hati yang terkorosi keras nya captain morgan.
Sedang Lia yang duduk di depan ku, tak sadar bahwa sedari tadi aku memperhatikan nya, melihat tingkah lucu yang tak berdaya untuk sekedar menegak kan kepala.
sehingga semakin tertunduk sampai akhir nya wajah yang telah acak acakan itu terkaget karna jidatnya terbentur sisi meja.
"Hahahahahahaha... sehat Li ? aneh lu, orang mau di ajak ngobrol malah atraksi." kata ku meledek.
"atraksi buaApakk loe, emang anjing lu Ndra ! kepala gue berat banget ni." ucap Lia dengan nada bicara yang sudah tidak jelas.
"Lu ngomong apaan sihh Li ? sumpah gue gak ngerti."
ucapku sambil mendekat kan telingaku ke arah bibir Lia yang tak henti berkomat kamit ngoceh gak jelas.
__ADS_1
namun tiba-tiba....
"cuUpzz" 😘 , Lia dengan cepat dan spontan mencium bibir ku ketika aku sedang berusaha mendekat kan telingaku ke arah nya.
"mabok lu !" ucapku yang tk digubris dan malah tertawa.
"Kenapa Ndra ? sinii gue sayang dulu lu , gemes gue liat nya,
buruan." ucapnya dengan badan yang terhuyung hampir jatuh dari kursi.
tiba tiba...
Lia bangkit dari kursi dan berjalan sempoyongan mendekap ku, aku pun balas merangkul nya agar Lia tak jatuh tersungkur ke lantai.
"Lii ! bangun bentar ayo pulang, malu tu di liatin orang orang." kata ku membujuk nya agar setidak nya bisa berdiri dan jalan sampai keluar ruangan.
tapi nampak nya Lia malah semakin menggelayuti badanku dengan kedua tangan nya yang melingkar di leherku.
"santai aja Ndra, peduli setan sama orang orang" ucap Lia dengan mata melotot memandangi orang orang sekitar yang sedang memperhatikan nya.
"ngapain lu **** liat liat ? gak pernah liat orang mabok apa lu ? cUuihhhh..." Lia meludah ke arah orang yang memandangi nya dan siap menerjang kapan saja dengan tatapan mata nya yang liar.
sesaat kemudian nampak securyti datang menghampiri kami berdua.
hahaha.
"Cewek rese kok ya dibawa masuk tho mas...mas."
celetuk salah seorang pria yang aku lewati.
"ANJING...! gak suka sama perlakuan cewe gue lu ? ayo kita selesein di luar." ucapku dengan amarah yang menggebu,
Tangan kiri ku mencengkeram kuat kerah pada kemeja nya dan tangan kanan ku posisi mengepal siap melayang kan pukulan.
Tapi tiba tiba aku ditarik dari belakang dan menyeretku keluar, dengan badan ku yang berusaha diseret paksa keluar, aku berteriak pada pria itu.
"kau boleh hina aku, tapi tidak dengan gadisku."
sesampai nya di pintu keluar aku terkejut melihat bahwa yang menyeretku tadi adalah Lia yang sudah sedikit tersadar.
muka ku seketika memerah menahan malu dengan kalimat yang aku teriak kan ke pria tadi.
__ADS_1
"makasih ya udah nganggep q sebagai gadismu." ucapnya sambil menutup mulut dengan kedua tangan.
"uUpzzz... tapi omongan orang mabok banyak bo'ong nya."
ucap Lia lagi.
aku memilih untuk tidak memperpanjang arah obrolan ini,
"udah agak sehat udah mulai songong lagi lu, iya ? tadi aja lu nyium nyium gue penuh nafsu, maap maap ni yee, emang gue cowok apaan." ucapku seolah tak terima perlakuan cabul Lia, padahal fakta nya ciuman pertama nya tadi begitu memabuk kan, bahkan mengalahkan keras nya captain morgan.
cukup lama kami berdua berdiri di halaman parkir,
"lu yakin badan lu udah agak enakan ?"
"iya Ndra tenang aja, bisa kok." jawab Lia yang sedikit membuatku bernafas lega.
"lu bonceng depan aja sini !" kataku sambil sedikit mundur dari posisi duduk ku tadi.
Lia pun segera duduk didepan dengan aku dibelakang nya sambil mengendarai motor.
"awas pala lu li, ngalingin jalan ! agak nunduk."
kataku sembari menunduk kan kepala Lia hingga menyentuh speedo meter.
"ini mah bukan pala gue yang kegedean, tapi elu nya aja yang pendek, hahahaha."
"Lu gue anterin kemana Li ?"
"ke kos lah, elu mau ninggalin gue tidur sendirian dalam keadaan mabok ?" ucap Lia berusaha mencuri simpati dariku.
"lha terus mau nya gimana ?" tanyaku.
"temenin lah Ndra, elu mah gitu orang nya, jahat !"
"iya dehh iya gue temenin, manjaA banget siihh temen gue yang satu nii."
"makasiih ya Ndra elu udah bikin malem minggu gue berkesan."
"enggak Li, gue yang harus nya banyak berterima kasih sama lu yang udah traktir gue minum dll."
"nyoto enak ni Ndra kaya nya, yang di depan pasar itu lho Ndra, buruan cari makan dulu Ndra, laper gue."
__ADS_1
"sendiko nyaii, ngesta aken dawuh." jawab ku bak melayani permaisuri raja.