Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
11. Episode 11


__ADS_3

Namun di tengah perjalanan kembali, Talitha menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Tunggu sebentar, aku tidak memaksa kalian untuk ikut bersama ku. Jadi jika diantara kalian ada yang ingin pergi dan menempuh hidup dengan cara sendiri, kalian boleh pergi karena aku akan mengizinkannya" ucap Talitha.


Mereka lalu memikirkan perkataan Talitha.


"Kami berdua, Nona!" ucap salah satu pria dari ketujuh orang itu.


"Ah iya, jadi kalian berdua memutuskan untuk pergi, baiklah silahkan aku tidak akan menahan kalian" ucap Talitha.


"Lihat mereka sangat tidak tahu diri, nona sudah berbaik hati membeli kehidupan mereka namun mereka ingin pergi begitu saja tanpa membalas budi atas kebaikan hati nona"


"Iya iya aku setuju dengan ucapan mu, dasar tidak tahu malu!"


"Cukup! Jangan berbicara hal yang tidak-tidak lagi, jika diantara kalian berlima juga ada yang ingin pergi silahkan aku membeli kalian bukan karena aku ingin kalian membalas budi terhadap ku tetapi karena aku ingin kalian mendapatkan kebebasan atas kehidupan kalian sendiri" ucap Talitha.


"Aku akan ikut dengan mu, nona. lagi pula aku sudah tidak memiliki tempat tinggal" ucap salah satu dari kelima wanita itu.


"Aku juga"


"A-aku juga"


"Aku juga!"


"Aku juga ikut!"


"Baiklah jika itu keinginan kalian, kalian bisa ikut dengan ku dan untuk kalian berdua silahkan mencari kebebasan kalian sendiri" ucap Talitha.


Gadis itu kemudian melanjutkan perjalanannya untuk segera kembali ke rumahnya bersama kelima wanita yang di bawanya.


"Terima kasih, nona. Kami akan membalas budi terhadap anda suatu hari nanti!" ucap kedua pria itu.


Kedua pria itu lalu segera pergi dari sana dan menuju ke suatu tempat.


"Kita harus segera memberikan laporan kepada, tuan. Ini sudah lama sejak kepergian kita"


"Benar katamu, ayo!"


Sementara kini seluruh anggota kerajaan di undang untuk makan bersama di istana utama milik Raja. Biasanya undangan ini hanya di hadiri oleh Ratu, Putra mahkota, dan kedua pangeran.


" Salam yang mulia Raja, Salam yang mulia Ratu, maafkan atas keterlibatannya saya" ucap pangeran ketiga, Royce.


"Tidak apa-apa, nak. Duduk dan makanlah" ucap Raja.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat murung akhir-akhir ini, adik?" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Ini semua karena mu sialan!" baru pangeran ketiga, Royce.


"Tidak apa-apa kak, mungkin itu hanya perasaan mu saja" ucap pangeran ketiga, Royce.


"Ayahanda, aku ingin kembali melamar putri pertama dari panglima perang, aku akan meminta maaf atas yang ku lakukan sebelumnya" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Apa kau ingin mempermalukan nama kerajaan ini putra mahkota, Celio! Kau sudah terang-terangan membatalkan pernikahan mu dengan putri panglima di hadapan semua orang dan kini kau ingin kembali melamarnya, apa kau ingin mempermainkan keluarga panglima, kita sudah menjadi besan dengan mereka sekarang karena adik mu sudah menikahi salah satu putrinya" ucap Raja.


"Tetapi sebelumnya aku tidak_"


"Cukup! Lanjutkan makan mu dan jangan banyak berbicara saat sedang makan!" ucap Raja.


Mereka kemudian kembali melanjutkan makannya hingga selesai.


Sementara setelah pulang dari istana utama, pangeran Kafel kini kembali ke istananya.


"Ternyata kalian telah kembali, cukup lama kalian menghabiskan waktu di kerajaan itu" ucap pangeran kedua, Kafel.


"Maafkan kami, tuan." ucap kedua orang tersebut sambil menunduk di hadapan Kafel.


"Jadi apakah kalian berhasil menyampaikan surat ku untuk paman Albern?" tanya Kafel.


"Bagaimana kalian bisa terbebas?" tanya Kafel.


"Kami awalnya berencana ingin kabur, namun ada seorang gadis muda yang lebih dulu membeli kami saat penjual budak itu mengancam jika tidak ada yang membeli kami, kami akan di bunuh dan setelah gadis itu membeli semua budak dia lalu melepaskan kami"


Kafel hanya mengangguk paham dengan penjelasan mereka, kini rencananya bisa kembali berjalan setelah kedua bawahannya itu kembali.


"Kalian bisa pergi beristirahat" ucap Kafel.


"Terimakasih, tuan." ucap mereka lalu segera menghilang dari hadapan Kafel.


Setelah kepergian kedua bawahannya, Kafel lalu kembali duduk disebuah kursi yang terletak didekat jendela di mana dia bisa melihat sebuah pemandangan indah dari jendela tersebut.


"Aku jadi penasaran bagaimana kabar gadis itu" batinnya.


Sementara kini Talitha sudah berada di rumahnya bersama Mia dan kelima wanita yang di bawa pulang.


"Nona, mengapa engkau membeli pelayan lagi? Apakah aku tidak cukup baik dalam melayani anda?" tanya Mia.


"Bukan begitu Mia, aku sudah memikirkan untuk memperkerjakan mereka di toko baru yang akan ku buka nanti" ucap Talitha.

__ADS_1


"Tapi darimana anda mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli mereka?" ucap Mia.


"Apa kau ingat pertemuan terakhir kita dengan Tuan Lemian, setelah pertemuan itu dia mengirimkan koin emas untuk membuka usaha namun dia mengirim terlalu banyak seperti ingin melamar saja, jadi sisa dari itu aku menggunakannya untuk membeli mereka dan aku akan memperkerjakan mereka di toko" ucap Talitha.


"Jadi seperti itu, tetapi mereka akan tinggal di mana, nona? rumah ini tidak cukup untuk menampung kelima orang itu" ucap Mia.


"Aku akan menyewa satu rumah lagi untuk mereka dan mereka bisa tinggal di sana" ucap Talitha.


"Tetapi untuk sekarang biarkan mereka tinggal dulu di sini dan berikan mereka beberapa pakaian baru, Mia" ucap Talitha.


"Baik, nona" ucap Mia.


Rumah yang disewa oleh Talitha lumayan besar, rumah itu memiliki empat ruang kamar dan kedua ruangan sudah menjadi kamar Talitha dan kamar Mia, sehingga 2 kamar yang tersisa akan di tempat i oleh kelima wanita itu. Namun sebenarnya Talitha berencana ingin membuat salah satu kamar itu menjadi ruang kerjanya jika dia sudah mendapatkan rumah baru untuk kelima wanita tersebut.


"Baiklah, kalian bisa ikuti Mia ke kamar yang akan kalian tempati, untuk sementara kalian bisa berbagi kamar karena hanya tersisa dua kamar saja di rumah ini. Aku ingin beristirahat dulu" ucap Talitha kemudian meninggalkan mereka dan menuju ke kamarnya.


"Baik, Nona. Selamat beristirahat" ucap mereka berlima.


"Aku akan menulis nama kalian masing-masing dan menyerahkannya ke nona, jadi sebutan nama kalian satu persatu" ucap Mia.


"Aku Hanna"


"Aku Elisa"


"Aku Maria"


"Aku Carla"


"Aku Melinda"


"Baiklah Hanna, Elisa, Maria, Carla, dan Melinda. Silahkan ikuti aku" ucap Mia lalu mengantar kelima gadis itu ke kamar mereka.


"Hanna, Elisa, dan Carla kalian bisa menempati kamar ini, dan untuk Maria dan Melinda kamar kalian berada disebelah. Jika tidak ada lagi yang ingin kalian tanyakan aku pergi dulu" ucap Mia.


"Terimakasih" ucap Mereka.


"Oh ya aku lupa memperkenalkan diri, nama ku Mia, aku pelayan pribadi nona Talitha. Jadi mulai sekarang kalian boleh memanggilku Mia" ucap Mia.


"Baik" ucap Mereka.


"Baiklah, selamat beristirahat" ucap Mia lalu pergi meninggalkan mereka.


...****************...

__ADS_1


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa untuk like, komen dan vote. See u.


__ADS_2