Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
24. Episode 24


__ADS_3

Di saat semuanya berhenti, Talitha yang awalnya terkejut hingga menjatuhkan kedua permen kapasnya ke tanah kembali menormalkan perasaannya.


"Hampir saja" ucapnya mengelus dadanya.


"Siapa orang-orang ini? Mereka sepertinya pasukan kerajaan yang mengarah ke istana" lanjutnya karena melihat orang-orang itu memakai baju zirah.


Talitha kemudian menyingkirkan pikirannya yang bertanya-tanya tentang segerombolan orang berkuda tersebut dan kemudian menyingkirkan dirinya dari jalan itu lalu pergi dan kembali menormalkan waktu yang di hentikan nya sejenak.


Di saat yang bersamaan setelah semua kembali berjalan, pimpinan dari pasukan kerajaan yang telah kembali dari perang sadar bahwa dia hampir menabrak seseorang.


"Berhenti!" teriak Leonard, Pemimpin pasukan yang telah kembali dari perang.


"Ada apa Tuan?" tanya Sean, Wakil dari Leonard.


Leonard lalu turun dari kudanya dan mengecek ke belakang dan dia tidak menemukan apa pun di sana, akan tetapi matanya menangkap sesuatu di tanah.


"Kau minggir sebentar" ucap Leonard menyuruh salah satu prajurit menyingkir.


"Permen kapas? Sepertinya ini baru" batinnya.


"Hey, ada apa dengan mu? Itu hanya permen kapas biasa" ucap Sean.


"Sepertinya ini hanya perasaan ku saja yang mengira aku menabrak seseorang" batinnya.


"Ayo kita harus segera kembali ke istana" ucap Sean.


Leonard lalu kembali ke kudanya dan kembali melajukan kudanya ke istana.


...----------------...


Setelah seluruh pasukan yang di pimpin oleh Leonard telah sampai di istana, mereka masuk ke aula pertemuan istana untuk memberi salam kepada pemimpin sementara kerajaan yaitu yang mulia Ratu Olivia.


"Salam yang mulia Ratu" ucap Leonard.


"Kau tidak perlu memanggil dengan formal seperti itu Leonard, aku sungguh terkejut melihat kepulangan mu yang tiba-tiba hingga kami tidak dapat menyambut kepulangan mu" ucap yang mulia Ratu.


"Hahaha, Maafkan aku Bibi. Aku sungguh terkejut dengan berita yang aku dengar saat di medan perang jadi aku memutuskan untuk segera menyelesaikannya dan kembali ke kerajaan" ucap Leonard.


"... ternyata kau sudah tahu tentang kematian Raja" ucap Ratu dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"Aku tahu kau sangat sedih Bibi, tenang saja karena aku sudah kembali lain kali aku akan menemanimu minum seperti biasanya untuk membantu mu menghilangkan rasa sedih mu, Hahaha" ucap Leonard.


"Hey, kau ini bicara apa Leonard kita sedang ada di aula pertemuan, kenapa kau malah membahas hal seperti itu" ucap yang mulia Ratu.


Di saat keduanya sedang asik mengobrol, Putra Mahkota datang karena mendengar bahwa sepupunya itu telah kembali ke istana setelah pergi selama 2 tahun untuk berperang.


"Siapa yang aku lihat sekarang ini? Ternyata kau sudah sedewasa ini Leonard" ucap Putra Mahkota yang baru masuk.


"Celio? Ah atau aku harus memanggilmu dengan panggilan Putra Mahkota sekarang?" ucap Leonard.


"Terserah pada mu saja, oh ya bagaimana kabar mu selama pergi berperang? Kau sama sekali tidak pernah mengirimi kamu surat selama kau pergi" ucap Putra Mahkota.


"Sepertinya yang kau lihat, tetapi kemana kedua anak itu?" tanya Leonard.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Putra Mahkota.


"Siapa lagi kalau bukan Kafel dan Royce, kemana mereka?" tanya Leonard.


Sewaktu kecil mereka selalu bermain bersama kecuali Kafel yang selalu di usir oleh Putra Mahkota jika ingin bergabung dengan mereka karena dia sangat tidak menyukai pangeran kedua yang bodoh itu.


"Royce tentu saja sedang menghabiskan waktunya dengan istrinya sedangkan untuk si bodoh itu pasti kau sudah tahu bagaimana kelakuannya" ucap Putra Mahkota.


"Oh ya kau tadi bilang bahwa Royce sudah menikah, dia menikahi putri dari keluarga mana?" tanya Leonard.


"Putri kedua dari Guru mu" ucap Putra Mahkota.


"Putra kedua guru? Ah aku ingat, gadis yang nakal itu yang selalu mengganggu kakaknya" ucap Leonard.


"Kau tahu putri pertama panglima?" tanya Putra Mahkota.


"Tentu saja, kami adalah teman kecil sewaktu aku sering berkunjung di kediaman panglima untuk berlatih, aku jadi penasaran bagaimana kabar si kecil pemalu itu" ucap Leonard.


"Gadis yang aku temui di sebuah kamar kumuh di kediaman guru dan memiliki tubuh yang sangat lemah dan mudah terkena penyakit" batin Leonard.


"Si kecil pemalu? apa itu panggilan mu untuknya" tanya Putra Mahkota.


"Benar, gadis itu selalu menutupi wajahnya dengan cadar dan dia sama sekali tidak pernah memperlihatkan wajahnya kepada ku" ucap Leonard.


"Kalian ini sangat asik mengobrol, kamar mu telah selesai di siapkan Leonard kembali lah untuk beristirahat kau pasti lelah dan Celio kembali lah juga biarkan Leonard beristirahat nanti kalian bisa melanjutkan mengobrol jika dia sudah beristirahat" ucap yang mulia Ratu.

__ADS_1


"Baik Bibi, kalau begitu aku pamit" ucap Leonard.


"Biar aku saja yang mengantar mu, bolehkan ibu?" ucap Putra Mahkota.


"Baiklah, terserah kau saja" ucap yang mulia Ratu.


Setelah itu Leonard dan Celio berjalan bersama menuju tempat yang telah di sediakan untuk Leonard, namun di tengah perjalanan mereka, mata Leonard tidak sengaja menangkap sosok Pangeran Royce yang sedang berjalan sendiri.


"Royce!" teriak Leonard


Dia lalu berjalan cepat menuju ke pangeran ketiga Royce dan meninggalkan Putra Mahkota yang kesal karena Royce mencuri perhatian Leonard.


"Hey Royce lama tidak berjumpa, bagaimana kabar mu?" tanya Leonard.


"Untuk apa kau menanyakan kabar ku? Itu bukan urusan mu" ucap Royce sedang dalam perasaan yang tidak baik lalu bertemu dengan orang yang sangat tidak di sukainya yaitu Putra Mahkota.


"Apa-apaan kau ini Royce! Leonard bermaksud baik dan kau meresponnya dengan kurang ajar seperti itu, kau seperti bukan seorang pangeran saja" ucap Putra Mahkota membentak Pangeran Royce.


"Ini tidak ada urusannya dengan mu jadi enyahlah kau dari sini" ucap Pangeran Royce.


"Kenapa Royce jadi seperti ini sekarang? Dia dulu adalah anak yang ceria dan sekarang dia seperti orang yang tidak terurus lingkar matanya sangat jelas terlihat dan bahkan bau alkohol sangat tercium di badannya" batin Leonard.


"Kurang ajar!" ucap Putra Mahkota ingin memukul wajah Royce namun di hadang oleh Leonard.


"Hey, jangan berbuat kasar Celio ada banyak pelayan yang akan melihat kalian jika kalian berkelahi di sini" ucap Leonard.


"Lihat sikap kurang ajarnya itu Leonard, dia harus di berikan pelajaran!" ucap Putra Mahkota Celio.


Royce yang lelah mendengar celotehan Putra Mahkota memutuskan untuk meninggalkan kedua orang itu di sana dan melanjutkan apa yang sebelumnya ingin dia lakukan.


"Oh ya aku harap bukan kau yang menjadi pewaris selanjutnya Celio" ucap Royce dari kejauhan.


"Apa maksud mu bajingan!" teriak Putra Mahkota Celio.


"Hey, sudah sudah jangan dengarkan perkataannya, dia sepertinya sedang dalam perasaan yang buruk, jadi mengalah lah Celio dia itu adik mu" ucap Leonard berusaha menahan Celio yang ingin mengejar Pangeran Royce.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2