Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
17. Episode 17


__ADS_3

"Ternyata hanya seorang gadis kecil, biarkan dia bergabung dengan kedua ****** itu" ucap pria mabuk yang pertama melempar Melinda ke tanah.


"I-itu Nona!" batin Mia dan Melinda.


"N-nona tolong kami_hiks_" ucap Mia.


"Hey, beraninya kalian menculik orang-orang ku! Kau benar-benar cari mati" ucap Talitha dengan nada dingin dan tatapan tajam ke arah ke empat pria yang kini berada tidak jauh darinya.


"Jadi mereka orang-orang mu? tidak mungkin seorang gadis seperti mu keluar di malam seperti ini hanya untuk menyelamatkan seorang pelayan rendahan seperti mereka atau jangan-jangan kalian bertiga_" pria itu belum menyelesaikan ucapannya.


Kini suara lepasnya sebuah anak peluru menggema di tempat itu dan membuat orang yang sebelumnya berbicara ambruk ke tanah dengan darah yang mengalir dari tubuhnya.


"Heum? a-apa itu barusan?!" tanya salah satu dari ke tiga pria yang masih hidup dan dalam kondisi yang setengah sadar.


"D-darah! ada darah yang mengalir dari tubuhnya!" ucap salah satu dari ketiga pria itu


"D-dia sudah mati!" ucapnya lagi.


"Satu lagi, kau yang berani-berani menyentuh orang terdekat ku dengan tangan kotor mu itu" ucap Talitha tersenyum di balik cadarnya ke arah teman pria yang telah tergeletak dan mati di tanah.


"Cih hanya gadis kecil yang sok berani ingin melawan kami bertiga" ucap pria tersebut.


Mendengar hal itu Talitha semakin bersemangat ingin menghabisi mereka bertiga.


"Jangan banyak bicara, nikmati lah sisa hidup kalian ah sepertinya sudah tidak mungkin" ucap Talitha.


"Ayo maju habisi gadis sialan itu" ucap pria tersebut.


Mereka bertiga maju bersama-sama, namun sebelum berhasil mendekat ke arah Talitha tiga anak peluru kembali terlepas dan tepat mengenai kepala mereka bertiga, Mia dan Melinda menonton apa yang ada di depan mata mereka itu kembali shock sekaligus kagum terhadap majikan mereka.


"Hanya sekumpulan sampah masyarakat" ucap Talitha.


Gadis kemudian berjalan ke arah Mia dan Melinda untuk membantu kedua gadis itu.


"Kalian baik-baik saja kan?" tanya Thalita.


"I-iya Nona" ucap mereka.


"Berdirilah, untung saja aku menemukan kalian, Hanna dan yang lain mengatakan bahwa kalian keluar untuk mencari ku lain kalian jangan lakukan itu lagi" ucap Talitha.


"M-maafkan aku nona, aku hanya khawatir kepada anda" ucap Mia.

__ADS_1


"Aku sudah tahu ini pasti ulah mu Mia, apa kau lupa bahwa aku bisa menjaga diri ku sendiri" ucap Talitha sedikit kesal.


"Sudahlah, aku tidak ingin ada yang kedua kalinya kejadian seperti ini terjadi, bagaimana jika aku tidak datang tadi" ucap Talitha mengomeli kedua bawahannya itu.


Setelah selesai mengomeli mereka berdua, Thalita memutuskan untuk pulang karena telah lelah setelah seharian berpergian dan di tambah lagi dengan kejadian yang barusan terjadi.


Keesokan harinya sama seperti hari biasanya, mereka kembali membuka toko, namun ternyata Lemian datang berkunjung untuk melihat perkembangan usaha yang baru saja mereka bangun itu.


"Apa Talitha tidak datang ke toko hari ini?" tanya Lemian.


"Ah Nona Talitha sepertinya masih di rumah Tuan, dia kembali agak malam kemarin dan terlihat sangat lelah" ucap Carla.


"Memangnya dia ada urusan apa sehingga pulang larut?" tanya Lemian.


"Saya juga kurang tahu tuan, coba anda tanyakan kepada Mia atau Melinda karena mereka yang kembali bersama Nona semalam" ucap Carla.


"Oh baiklah, kembali lah bekerja" ucap Lemian.


Lemian lalu kembali ke kereta nya dan menuju ke rumah Talitha untuk melihat apa yang sedang gadis itu lakukan, mereka sudah menjadi teman yang lumayan dekat.


Beberapa saat setelah menempuh perjalanan ke rumah Talitha, Lemian akhirnya sampai di depan rumah gadis itu. Pria itu membuka pagar yang tidak terkunci dan masuk ke dalam halaman hingga sampai ke depan sebuah pintu.


Pria itu mengetuk pintu yang berada di hadapannya dan beberapa saat kemudian seorang wanita membuka pintu tersebut yang tidak lain adalah Mia.


"Apa Talitha ada?" tanya Lemian.


"Ah Nona masih tidur tuan, tunggu sebentar aku akan membangun kannya, silahkan menunggu sebentar" ucap Mia.


Mia kemudian kembali menutup pintunya dan masuk ke dalam untuk membangun kan Talitha sedangkan Lemian menunggu di halaman depan.


"Nona! ada tuan Lemian di depan, dia sedang menunggu anda" ucap Mia.


"Heum.. untuk apa dia kemari? Aku masih ingin tidur, katakan apa saja untuk membuatnya pergi. Aku sedang tidak menerima tamu" gumam Thalita.


"Tapi nona dia sudah menunggu anda di depan, aku tidak enak untuk menyuruh nya untuk pergi. Lagi pula dia sudah membantu mu kan, berilah dia sedikit muka" ucap Mia.


"Ah baiklah baiklah sediakan dia teh di halaman depan dan aku akan bersiap sendiri" ucap Talitha mengayun-ayunkan tangannya untuk menyuruh Mia pergi.


"Baik, Nona" ucap Mia.


Talitha lalu bangun dan segera merapikan dirinya.

__ADS_1


"Nah sepertinya ini sudah cukup" ucapnya.


Talitha lalu melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ke halaman depan rumahnya.


"Maaf membuat mu menunggu" ucap Talitha.


"Tidak apa-apa, wanita memang sudah seperti itu bukan? Membuat kami para pria menunggunya" ucap Lemian sambil tersenyum dan meletakkan cangkirnya.


"Hahaha, ada apa kau menemui ku pagi-pagi seperti ini?" tanya Talitha.


"Ini sudah bukan pagi lagi Talitha" ucap Lemian.


"Benarkah?" ucap Talitha sambil menarik kursi dan duduk.


"Kau tidur terlalu lama sehingga melewatkan pagi hari" ucap Lemian.


"Kalau begitu aku akan mengulangi pertanyaan ku, ada apa kau mencari ku?" tanya Talitha.


"Aku ingin mengajak mu berjalan-jalan di luar" ucap Lemian.


"Kau yang begitu sibuk ingin meluangkan waktu mu yang berharga untukku? hanya untuk mengajakku berjalan-jalan saja, bukan kah kau pria yang tidak suka membuang waktu untuk hal yang tidak penting tuan Lemian hahaha" ucap Talitha dengan tawa mengejeknya.


"Aku hanya ingin menghirup udara di luar saja karena beberapa waktu ini aku hanya menghabiskan waktu ku di dalam ruangan, namun aku tidak mempunyai siapapun untuk ku ajak lalu tiba-tiba kau terlintas di kepalaku dan akhirnya aku mengajak mu" ucap Lemian.


"Kalau kau tidak ingin, kau bisa menolaknya" lanjutnya.


"Hahaha, kau tidak perlu menjelaskannya sampai seperti itu, bagaimana jika kita berangkat sekarang?" tanya Talitha.


Pria itu tersenyum ternyata Talitha tidak menolak ajakannya dan dia pun segeran menganggukkan sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ayo, kereta ku sudah menunggu di luar" ucap Lemian.


"Ah tunggu sebentar, apa tidak apa-apa jika orang-orang melihat wajah mu?" lanjutnya


"Tenang saja aku membawa cadar ku" ucap Talitha sambil mengeluarkan cadar dari kantongnya.


"Baiklah kalau begitu ayo" ucap Lemian.


Talitha dan Lemian pun pergi dan menghabiskan waktu di luar untuk berjalan-jalan, sebenarnya niat Lemian ingin mengajak Talitha keluar untuk berkencan, namun itu tidak mungkin dia katakan kepada gadis itu.


...****************...

__ADS_1


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.


__ADS_2