Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
9. Episode 9


__ADS_3

Kini tiba saatnya hari pernikahan pangeran ketiga dan putri kedua panglima perang, seluruh orang menyambut pengantin wanita dan pria.


Namun di balik penutup wajah yang di kenakan oleh pengantin wanita, wajah wanita itu sungguh tampak gusar, dia sama sekali tidak bahagia dengan pernikahannya itu.


"Aku harus melakukan sesuatu untuk membatalkan pernikahan ini" batin Nesha.


Tiba-tiba dia teringat dengan ucapan dingin ayahnya sebelum dia meninggalkan kediaman orang tuanya.


"Jangan coba-coba kau melakukan sesuatu yang membuat keluarga kita malu di hadapan yang mulia Raja dan yang mulia Ratu, Nesha. Atau aku akan melakukan sesuatu yang tidak kau duga kepada ibu mu" ucap panglima.


Wanita itu kembali menangis di balik penutup wajahnya.


"Aku benar-benar membenci mu ayah, kau rela memberikan putri mu untuk memperbaiki reputasi mu" batin Nesha.


Gadis itu kini mulai menumbuhkan rasa bencinya kepada sang ayah, yang ayahnya akui hanya Danilo seorang saja sebagai anaknya karena baginya dia adalah penerusnya di masa depan.


Sementara itu pangeran Royce kini pasrah dengan keputusan yang dibuat oleh Raja, dia kini menuruti keinginan ayahnya itu.


"Kalau memang itu keinginan ayah baiklah aku akan membuat wanita itu pergi dengan sendirinya, aku akan membuat dia merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya" batin pangeran ketiga, Royce.


Sampai akhirnya, seluruh rangkain pernikahannya pun selesai dan kedua pengantin di antar ke kamar mereka.


"Tunggu lah di sini, Nyonya. Tuan akan segera kembali" ucap seorang pelayan.


"Aku sungguh tidak menginginkan ini, aku harus pergi menemui Putra Mahkota! Dia sudah berjanji ingin menikahi ku" batin Nesha.


Setelah pelayan itu pergi, Nesha diam-diam keluar dari kamar pengantinnya dan pergi ke tempat Putra Mahkota berada.


Sementara itu kini Putra Mahkota berjalan kembali ke kediamannya sehabis minum-minum bersama dengan beberapa tamu yang datang.


"Celio ini aku, Nesha." panggil Nesha yang kini menghampiri Putra Mahkota, Celio.


"Apa yang kau lakukan disini! Bagaimana jika ada orang yang melihat kita" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Memangnya kenapa?! Bukan kah kau sudah berjanji ingin menikahi ku? Aku sudah menyerahkan segalanya untuk mu bahkan kau yang pertama daripada suamiku" ucap Nesha.

__ADS_1


"Diam lah! Sekarang kau adalah istri dari adikku dan jangan pernah memberitahu siapa pun mengenai hal yang sudah ku lakukan pada mu!" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Tapi bagaimana bisa kau melakukan hal ini kepada ku?! Aku sudah membantu mu untuk membatalkan pernikahan mu dengan kakakku, kenapa kau malah membuang diri ku juga?!_hiks_" ucap Nesha, gadis itu kini menangis di hadapan putra mahkota, Celio.


"Jika aku tahu bahwa kakak mu secantik itu aku tidak akan pernah melepaskannya! Ini semua salah mu, ******. Kau yang menggoda ku dengan tubuh mu itu untuk membatalkan pernikahan ku dengan kakak mu dan kau berkata yang tidak-tidak tentangnya!" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Tapi semua ini sudah terjadi, aku tidak mau dengan pangeran, Royce. Aku hanya ingin dirimu, tolong , tolong terima aku" ucap Nesha, gadis itu kini bersimpuh di bawah kaki Putra Mahkota, Celio.


"Sialan wanita ini sangat merepotkan, bagaimana jika ada yang melihat kami" batin Putra Mahkota, Celio.


Sementara itu, tidak jauh dari sana ternyata pangeran Kafel melihat kejadian itu.


"Heum adegan yang menarik" batinnya.


Pengeram kedua, Kafel. Lalu menghampiri kedua orang tersebut.


"Hai Kakak Celio, apa yang di lakukan pengantin wanita disini? Bukan kah sekarang dia istri dari adik ketiga? Kenapa dia malah ada bersama mu dan kenapa dia berjongkok seperti itu" ucap pangeran kedua, Kafel. yang baru saja datang.


"Ah sial, kenapa bocah ini datang disaat-saat seperti ini" batin Putra Mahkota, Celio.


"Aku yang lebih dulu bertanya kepadamu mu, kak Celio. Apa yang di lakukan pengantin wanita kakak ketiga disini" ucap Pangeran kedua, Kafel.


"Ah dia hanya ingin memberi salam dan penghormatan kepada ku, adik. Dia tadi berjalan-jalan hingga tersesat sampai ke sini" ucap Putra Mahkota, Celio.


"Alasan macam apa itu, sangat payah" batinnya.


"Oh jadi seperti itu, tapi bukan kah sekarang seharusnya dia kembali ke kamar pengantinnya" ucap pangeran kedua, Kafel.


"Ah benar-benar, adik ipar kembali lah ke kamar pengantin mu, adik ketiga pasti sudah menunggu mu di sana" ucap Putra Mahkota, Celio.


Nesha bagaikan tersambar petir, omongan itu keluar dari mulut Putra Mahkota, lelaki yang dia cintai hingga rela memberikan seluruh yang dia miliki hanya untuk pria itu.


"B-baik, kalau begitu saya pamit yang mulia putra mahkota dan juga pangeran kedua" ucap Nesha sambil menunduk, dia tidak sanggup lagi untuk mengangkat kepalanya dan melihat pria di hadapannya itu.


"Sekarang kau juga kembali lah untuk beristirahat, adik kedua" ucap Putra Mahkota, Celio.

__ADS_1


"Kak Celio, maukah kau bermain dengan ku?" tanya Pangeran kedua, Kafel.


"Ah aku tidak mempunyai waktu untuk bermain-main, adik. Lagi pula aku sangat lelah hari ini, carilah pelayan yang bisa kau ajak bermain" ucap Putra Mahkota, Celio


"Dasar bocah bodoh, kenapa kau tidak mati saja sewaktu kau lahir. Kau hanya aib bagi keluarga Kerajaan ini" batin Putra Mahkota, Celio.


"Baiklah, kak. Selamat beristirahat" ucap pangeran kedua, Kafel.


Dia lalu berbalik dan menyunggingkan senyumnya dan pergi dari sana.


"Entah siapa yang bodoh dan aib bagi kerajaan ini" batinnya.


...----------------...


Tanpa sepengetahuan orang lain, pangeran kedua yaitu pangeran Kafel sama sekali bukanlah orang yang bodoh dan bertingkah seperti anak kecil. Dia hanya menyembunyikan dirinya yang sebenarnya karena dia sedang merencanakan sesuatu yang besar.


Pengeram Kafel memiliki kemampuan untuk membaca pikiran seseorang sejak dia lahir. Ratu bukan lah ibu kandung pangeran kedua, ibu kandung pangeran kedua adalah seorang tawanan dari kerajaan lain yang di angkat sebagai Selir oleh Raja. Makanya pangeran Kafel terlihat berbeda dari kedua saudaranya, dia memiliki bola mata merah seperti Raja dan rambut silver seperti ibunya sedangkan putra mahkota dan pangeran ketiga memiliki bola mata hijau seperti Ratu dan berambut coklat keemasan seperti Raja.


...----------------...


Nesha yang baru saja kembali ke kamar pengantinnya terkejut karena pangeran ketiga sampai di sana terlebih dahulu.


"Apa kau sudah selesai bersenang-senang dengan Putra Mahkota? Jadi kau adalah salah satu mainannya? Dasar ******!"


Kini pangeran ketiga, Royce. tengah di bawah pengaruh alkohol, dia menarik rambut wanita yang tak lain adalah Nesha.


"S-sakit, tuan. Aku tidak melakukan itu, aku tadi keluar untuk mencari udara segar"


Kini wanita itu kembali menangis sambil menahan sakit karena rambut ditarik oleh pangeran ketiga, Royce.


"Bohong! Apa kau pikir kau dapat membohongi ku?! Jawab pertanyaan ku dengan jujur ******!"


Pangeran ketiga yang terkenal sebagai pria lembut itu kini bukan seperti dirinya lagi, dia menarik rambut Nesha dan menghempaskannya ke lantai hingga gadis itu meringis kesakitan.


...----------------...

__ADS_1


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote. Byebye.


__ADS_2