Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
18. Episode 18


__ADS_3

"Coba lihat gantungan kecil ini, bagaimana menurut mu?" tanya Lemian menunjukkan sebuah gantungan yang indah berbentuk kupu-kupu.


"Lumayan, aku menyukai bentuk dan warnanya tapi lihatlah harganya begitu mahal" ucap Talitha.


"Ayo kita ke toko alat tulis yang berada di sana" ucap Talitha.


"Ah iya tunggu sebentar" ucap Lemian dan kemudian mengikuti Talitha yang duluan berlari ke arah toko alat yang berada di seberang.


Kedua orang itu pun masuk ke dalam toko dan melihat banyak kuas serta alat-alat lainnya yang begitu indah dan dengan kualitas yang tinggi.


"Heum.. Aku rasa ini lumayan bagus ukirannya sangat cantik dan terlihat cocok dengan mu" ucap Talitha mengambil salah satu kuas yang terletak di atas sebuah meja dan memberikannya kepada Lemian.


"Permisi Nona, apa kau suka dengan kuas itu?" tanya seorang pria paruh baya yang menghampiri mereka.


"Mata anda sangat baik dalam melihat barang yang berkualitas bagus" ucapnya sambil tertawa kecil.


"Aku ingin ini" ucap Lemian.


"Apa kau ingin langsung membelinya begitu saja? Itu barang mahal loh" ucap Talitha.


"Tidak apa-apa, bungkus saja" ucap Lemian menyuruh pria paruh baya itu untuk membungkus barang yang di pilih oleh Talitha untuknya padahal Talitha hanya bilang itu terlihat cocok dengannya.


"Ayo kita ke tempat lain dan melihat-lihat lagi" ucap Talitha.


"Apa kau tidak membeli sesuatu untuk diri mu sendiri?" tanya Lemian.


"Tidak perlu, aku akan beli jika aku membutuhkannya dan aku tidak ingin membuang-buang uang ku, tidak seperti mu" ucap Talitha.


"Baiklah, bagaimana jika kita pergi makan siang saja? Kau pasti belum makan bukan? Ayo, aku yang akan membayarnya" ucap Lemian.


"Heum oke jika kau memaksa, hahaha" ucap Talitha.


Kedua orang itu lalu pergi ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka.


"Permisi, tuan dan nyonya. kalian ingin memesan apa?" tanya Pelayan yang menghampiri mereka.


"Pesan saja yang kau inginkan" ucap Lemian kepada Talitha.


"Aku ingin makan daging tumis pedas, ayam panggang dan juga bakpao isi daging" ucap Talitha.


"Berikan dua porsi seperti yang dia katakan" ucap Lemian.


"Baik tuan, silahkan menunggu sebentar kami akan segera membawakan pesanan anda" ucap pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan meja mereka.


"Oh ya Talitha, aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu" ucap Lemian.

__ADS_1


"Heum? tanya kan saja" ucap Talitha.


"Aku dengar dari salah satu pekerjaan di toko mu, kemarin kau pulang larut, memang nya kau habis dari mana?" tanya Lemian.


"Ah maaf jika aku terlalu mencampuri urusan mu, aku hanya sedikit penasaran" lanjutnya


"Tidak apa-apa, semalam aku pergi ke sebuah desa kecil yang bisa di bilang lumayan jauh dari ibu kota, aku sedikit ada urusan di sana dan saat aku kembali ternyata sudah gelap dan waktu aku sampai di rumah, Hanna dan yang lain ternyata menungguku di depan dan mengatakan bahwa Mia dan Melinda keluar mencari ku dan belum-belum juga kembali, jadi aku memutuskan untuk mencari mereka dan tepat saat aku menemukan mereka ada empat orang pria mabuk yang mengganggu mereka" ucap Talitha.


"Lalu apa mereka juga mengganggu mu?" tanya Lemian.


"Tidak, aku berhasil membawa mereka kabur dari ke empat pria mabuk itu dan kami pun pulang" ucap Talitha.


"Sewaktu pagi aku mendengar desas-desus ada empat pria yang terbunuh dan di temukan di sebuah gang, apa ini cuma kebetulan saja, ah tidak mungkin juga Talitha bisa menghabisi mereka" batin Lemian.


"Ada apa?" tanya Talitha melihat Lemian yang sedang melamun.


"Ah tidak apa-apa" ucap Lemian.


Makanan mereka pun sampai dan pelayan itu menyajikannya di atas meja mereka.


"Silahkan menikmati makanan nya Tuan dan Nyonya" ucap pelayan kemudian pergi.


"Wah terlihat sangat lezat" ucap Talitha lalu melahap makanan yang berada di depannya.


"Ini untuk mu" ucap Lemian.


"Heum? Bukannya itu gantungan kupu-kupu yang tadi?" tanya Talitha.


"Benar, kau menyukainya bukan? Jadi aku membelinya untukmu anggap saja sebagai hadiah karena telah meluangkan waktu mu untuk menemani ku hari ini" ucap Lemian.


Talitha lalu menerimanya dengan senang hati.


"Terimakasih" ucap Talitha.


Akhirnya mereka sampai di toko dan terlihat sangat banyak pelanggan wanita yang berdatangan.


"Selamat datang, Nona Talitha dan tuan Lemian" ucap Maria sambil tersenyum.


"Sepertinya hari ini kalian sangat sibuk karena semakin banyak pelanggan yang berdatangan" ucap Talitha.


"Benar, Nona." ucap Maria.


"Carla, kemari sebentar" panggil Maria.


Carla lalu menghampiri Maria.

__ADS_1


"Ada apa, Maria?" tanya Carla.


"Tolong siapkan teh untuk Nona Talitha dan Tuan Lemian" ucap Maria.


"Ah baiklah, tunggu sebentar" ucap Carla.


Setelah itu Talitha dan Lemian pergi ke tempat istirahat dan mengobrol di sana.


"Kesempatan bekerja sama dengan mu memang sebuah keberuntungan, Talitha" ucap Lemian.


"Hahaha, benarkah? Aku juga merasa sama" ucap Talitha.


"Oh ya aku merasa penasaran dengan diri mu, aku pikir kau bukan hanya sekedar pedagang di kota ini" ucap Lemian.


"Untuk apa kau penasaran tentang aku" ucap Talitha.


"Aku hanya sekedar penasaran saja" ucap Lemian.


"Baiklah, aku akan bercerita sedikit" ucap Talitha.


Talitha pun mulai bercerita.


"Sebenarnya aku berasal dari keluarga panglima perang, aku putri pertama, tetapi panglima tidak pernah menganggap aku sebagai putrinya. Jadi aku memutuskan untuk pergi dari keluarga itu dan memilih jalan hidup sendiri bersama Mia" ucap Talitha.


"Ah ternyata begitu, berarti yang belakangan ini menjadi pusat topik pembicaraan para bangsawan adalah kau" ucap Lemian.


"Heum?" ucap Talitha dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Begini, aku sedikit mendengar kabar bahwa hubungan pernikahan putra mahkota dan putri panglima perang di batalkan dan itu yang menjadi gosip para bangsawan saat ini karena mereka berupaya untuk mengganti kan posisi untuk menjadi putri mahkota. Ternyata kau adalah putri panglima itu dan mantan tunangan putra mahkota" ucap Lemian.


"Untung saja aku tidak menikah dengan pria brengsek itu, dia berselingkuh dengan anak dari istri lain ayah ku, aku tidak tahu akan bagaimana nasib kerajaan ini kalau dia yang berkuasa nantinya" ucap Talitha.


"Hustt.. Kau tidak boleh berkata seperti itu, Thalita. Kita bisa terkena masalah jika menghina anggota kerajaan" ucap Lemian.


"Aku tidak peduli dengan itu, aku hanya mengatakan fakta" ucap Talitha.


"Namun bukannya panglima hanya mempunyai dua putri? lalu selain kau, putri yang lain baru ini menggelar pernikahan dengan pangeran ketiga bukan? dan kau bilang saudari mu itu berselingkuh dengan putra mahkota lalu mengapa dia menikahi pangeran ketiga jika selama ini dia berusaha mendekati putra mahkota" ucap Lemian.


"Itu perintah dari raja dan mau tidak mau untuk memperbaiki nama panglima yang di permalukan saat acara ulang tahun ratu yang berlangsung beberapa bulan lalu, dia ingin menutupinya dengan melakukan pernikahan ini" ucap Talitha.


"Mungkin dia sudah mendapatkan karmanya, hahaha" lanjutnya sambil tertawa.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2