Perjanjian Tuan Egois

Perjanjian Tuan Egois
Aku Menemukanmu


__ADS_3

Gadis manis berparas lugu serta berkulit eksotis kuning langsat, tertawa lepas di antara para sebayanya menikmati hidup sebagai remaja berumur 17 tahun.


Ternyata mereka cukup pandai dalam bersembunyi buktinya sudah sampai 3 tahun mereka belum juga temukan.


Tapi apa mau dikata bila takdir yang berbicara saya sebagai autornya saja tidak bisa berbuat apa-apa.


Siang itu mereka bertemu tepat didepan mata.


Tuan muda sangat sibuk hingga dia terpaksa menetap di Jakarta, hari-hari ini emosinya tidak terkontrol dikarenakan pacarnya Hanif Ajurah belum mau melanjutkan hubungan mereka ke jenjang lebih serius.


Banyak alasan Hanif lontarkan untuk terus menghindar lamaran Taska.


" Aku masih mau fokus kerja, bila aku menikah perhatianku terbagi dua "


" Waktu untuk karirku akan terganggu"


"Aku belum siap mempunyai anak" dan banyak lagi alasannya.


Kali ini tuan mudah tidak memakai sopir dia ingin pulang ke kediaman keluarga Lais iya itu adalah nama seperti marga yang diberikan di akhir mana turun temurun, bila nanti sang tuan mempunyai anak nama itu akan tercantum dalam nama belakangnya.


" Sial, kenapa sih mama terlalu terburu-buru menyuruhku menikah, aku masih mudah " membanting-banting kepala stir saat mengemudi.


Sang tuan ini tidaklah mudah seperti yang dikatakannya karena sekarang umurnya sudah 29 tahun sudah sangat matang untuk menikah karena itu lah sang mamanya terus mendesak untuk menikah.


Mamanya tau sifat anaknya yang dingin, pemarah dan selalu mengutamakan pekerjaan terus. Mamanya takut kalau anaknya akan jadi perjaka tua dan tidak bisa memberi keturunan untuk keluarga Lais.


" Sreekkkkk... "


Rem mobil terdengar dengan jelas, sang tuan mengerem tepat waktu hingga sosok orang yang hampir di tabraknya itu tidak tersenggol sedikitpun.


" Sial nih orang... udah bosan hidup ya " sang tuan menggerutut melihat gadis dengan pakaian sekolah ada tepat dihadapan mobil spot yang keluaran terbaru.


Sang tuan langsung keluar dari mobil melangkah mendekati gadis itu.


Sedangkan gadis itu masih sibuk memperhatikan kucing yang ada di tangannya hingga rambut panjang ikalnya terurai kedepan seiring kepalanya yang terlalu menunduk memperhatikan kuncing naas itu hingga muka sang gadis tidak terlihat sama sekali.


" Maaf tuan, aku hanya bermaksud menolong kucing ini " gadis itu masih fokus pada kucing itu tanpa menoleh sedikitpun.


Terkesan tidak sopan itulah yang ada di benak tuan itu dan hanya dia yang memperlakukan tuan itu dengan tidak sopan seperti ini.

__ADS_1


" Kau lebih sayang nyawa kucing itu dari pada nyawamu sendiri, dan satu lagi bila kau berbicara cobalah sopan dengan memandang wajah lawan bicaramu " dengan nada keras seperti membentak.


Gadis itu menyimbahkan rambut panjang, tebal yang bewarna coklat tua dan memperlihatkan wajah manis dengan warna kulit kuning langsat seperti orang indo lainnya.


Mata Hazelnya bertemu dengan warna kontraks warna abu-abu tua milik sang tuan.


Sesaat mereka terdiam sama-sama mematung apalagi bagi gadis itu.


Wajah sang tuan tampan, gagah berkasisma tinggi yang ia juluki iblis sudah ada dihadapannya.


" Semoga dia tidak mengenalku, aku harus apa? kabur? " membatin masih terus memandang mata abu-abu itu.


" Vlara... gadisku " tuan itu mendekatkan langkahnya ke arah gadis remaja itu


" Siapa yang anda sebut tuan, saya bukan dia " gadis itu memcoba setenang mungkin.


" Kau Vlara gadis ku " tuan muda itu menangkup kedua lengannya dengan menjepitnya keras serta menaikkan nada suaranya


" Maaf tuan, sepertinya tuan salah orang. Saya Pia, Georia Pia " gadis itu mencekram kedua tangan tuan itu yang sudah semakin keras mencekram lengannya.


" Tidak... mata itu aku sangat mengenalnya, mata hazel milik gadisku " gadis itu semakin merinding melihat tatapan tuan itu semakin bengis dan cekramannya bukan main-main kurasa sekarang lengan gadis itu sudah membiru.


" Ahhh... sakit " air matanya lolos dari mata Hazel yang indah itu.


Tuan itu melihat gadisnya menangis langsung melepas cekramannya tapi anehnya tuan itu bukan kasihan tapi dia seperti seorang yang sedang bernafsu.


Tuan itu lngsung mencium gadis itu paksa dengan mencekak tengkuk leher gadis itu agar ciumannya semakin dalam.


Tapi pertahanan gadis itu masih kuat dia tidak sedikitpun membuka mulutnya.


" Tin.... tin... " suara kelakson mobil tentunya bukan mobil tuan itu.


Karena hal itu juga tuan itu melepas ciumannya dan melihat mobil itu.


Mobil itu berkelakson karena mobil tuan ini sedang di tengah jalan.


" Kalau melakukan itu jangan disini, tidak punya kamar di rumah " mobil itu sepertinya sangat emosi.


Disaat itulah tuan mudah lengah gadis itu menggigit tangan tuan yang masih mencengkram pergelangan tangannya.

__ADS_1


Setelah dilepas gadis itu langsung memanfaatkan sebaik-baiknya kecepatan itu dengan lari sekencang-kencangnya bersama kucing yang ditolongnya.


"Auuuu... " tuan itu memegang tangannya dan melihat gadisnya sudah sangat jauh berlari.


" Hahahah... wanitamu saja tidak mau padamu " mobil tadi yang mengganggu seperti mengejek ikut campur.


" Itu karena dirimu, bila aku tidak bisa mendapatkannya kembali aku yakinkan kau akan jatuh bangkrut di tanganku " ancaman tuan muda itu bukan main-main.


Kini dia melanjutkan perjalannya sambil sibuk menyentuh bibirnya dan membayangkan kejadian panas tadi.


" Manis... bibir tebal itu sangat manis... gadisku sudah tubuh begitu indah " membatin diikuti senyum bahagia.


Saat sampai di rumah kediaman keluarga Lais itu dia langsung menelpon Fras sekertarisnya.


" Fras... cari gadisku diseluruh SMA di Jakarta dia sekarang bernama Georia Pia. Jangan lupa tua bangka itu juga harus ketemu "


" ..... "


Tuan itu langsung mematikan ponselnya disana sudah ada beberapa maid yang siap melayani keperluannya.


" Tuan mau mandi atau minum kopi ? " salah satu maid dengan ragu bertanya.


Karena biasanya kalau tuan itu sudah kesini ada saja maid yang di protes hingga berakhir dipecat.


" Tidak, aku akan bertemu mama kalian bisa pergi " langsung masuk sedangakan para maid yang berencana mau melayaninya bernafas legah


" Ma... ma.... " Panggil tuan itu


" Nyonya sudah ada di ruang kerja taun " salah satu maid memberitahunya dengan tatapan menunduk.


" Kau... bila berbicara dengan seseorang tatap matanya, mengerti " dia tidak seperti biasanya yang akan langsung memecat kini dia mengingatkan dulu karena itu mengingatkan pada gadisnya yang belum lama ini baru dia temukan.


" Baik taun, terimakasih tuan " maid itu memberi hormat sang tuan langsung ke ruang baca.


" Ma.... ma... " langsung masuk ke ruang baca


" Kau anak durhaka, selalu saja mengabaikan mamamu yang sudah tua ini " menghampiri anaknya lalu memukul lengan tuan itu.


" Auuu.. sakit ma, aku sudah besar masih sajah mama memukulku seperti anak kecil " tuan itu menggosok-gosok lengannya yang terasa panas.

__ADS_1


"Apanya yang sudah besar, menikah saja belum " dengan raut muka marah.


__ADS_2