
Kebahagiaan harus diperjuangkan apalagi untuk kebahagiaan keluarga.
Kini anak remaja yang berumur 17 tahun mau memasuki 18 tahun harus berjuang mempertahankan kesatuan keluarganya apalagi ini semua karena perjanjian yang berhubungan tentang dirinya.
Gadis itu baru pulang dengan ceria dia tidak tau kalau ada sesuatu yang buruk menunggunya.
Dia melihat pintu rumahnya terbuka lebar dia melangkah mendekat setelah di ambang pintu dia melihat kakak dan ibunya duduk di lantai dengan menangis tersenduh-senduh.
Melihat itu wajah yang tadi ceria menjadi pucat khawatir dan langsung berlari kecil mendekat dan jongkok bertanya pada ibunya.
Dia tidak memperhatikan yang lain yang utama adalah kakak dan ibunya tanpa dia sadari ada sosok orang lain yang duduk di sofa dan orang yang berdiri disamping sosok orang itu
" Ibu... Kak Adela... Kenapa kalian duduk disini dan menangis " dengan gusar
" Ayah.... Ayah ditangkap polisi Pia... " dengan masih menangis.
" Kok bisa, aku akan ke kantor polisi " mulai beranjak tapi suara berat khasnya laki-laki menghentikannya dan terfokus dengan sosok itu
" Untuk apa ke kantor polisi, percuma kau tidak akan bisa melepaskan tua bangka itu " tersenyum picik tapi tatapan sosok itu seperti tanjam sekali seakan mengancam nyawa kami.
" Fars... " Hanya itu yang dikatakan tuan itu kepada sekertarisnya tapi dengan bagus sekertarisnya tau apa yang diminta tuannya.
Sekertarisnya memberikan kertas setelah tuan itu mengambil kertas itu dari tangan Fras tuan itu langsung melemparnya ke meja.
" Itu yang buat tua bangka itu ditahan dan mungkin akan sangat lama,makanya jangan main-main padaku. Sampai ujung dunia saja kalian pergi aku akan menemukan kalian " Kali ini dengan tatapan sangat tajam beserta nada suara yang ditinggikan membuat tiga perempuan itu tersentak kaget.
" Bagaimana ini, Allah selamatkan aku dari Iblis ini. Aku harus menyelamatkan ayah dan keluargaku " Pia membatin.
Pia mengingat waktu kecil ayah dan ibunya pernah memohon bagaimanapun semua cara harus dicoba.
Pia melangkah pelan mendekat masih menatap mata elang sang tuan.
" Waw.... Wa... Gadisku memang sangat berani menatapku yang sedang kesal ini, apa dia mendekat mau apa dia? " membatin tuan Taska
Pia sudah ada dihadapan tuan itu dia mulai berlutut dihadapan tuan itu.
" Maafkan ayah saya tuan, ini salah saya tuan ayah saya melakukan ini kerena sayang dengan saya " memohon dan menunduk tidak lagi menatap mata tuan itu.
" Kau tau sudah berapa tua bangka itu larikan uangku, 100 juta tapi tepatnya itu berbentuk seorang gadis "
" Saya tau tuan saya juga ada disana, saya siap tuan "
" Huuuu... Sayangnya saya gak tertarik sama orang pernah melakukan ciuman, pelukkan apalagi berhubungan layaknya suami istri " dengan nada mengejek
__ADS_1
Kini ibunya iya geram medengar ada bungsunya di lecehkan dengan sesuatu kata-kata yang tidak benar sama sekali.
" Maaf tuan anak saya tidak seperti itu " seru ibunya yang ikut berlutut dibelakang anaknya.
" Heiii... Gadis kau pernah berciuman ?"
Pia sangat gusar masa dia akan menjawab pertanyaan memalukan ini di depan ibu, kakak dan sekertasisnya.
" Apa... Kenapa dia bertanya itu padaku bukannya dia tau kalau aku sudah berciuman pada dia dan hanya dia. Ini pertanyaan menjebak kalau aku jawab tidak dia pasti tau aku berbohong dan kalau aku jawab ia ada ibu sama kakak " Pia membatin.
" Iya saya sudah pernah tuan " Ibu dan kakakku langsung terbelalak menatapku tidak percaya sedangkan taun yang ada di hadapanku tertawa terbahak-bahak.
" Bhaaakkkkk..... "
"Tapi tuan saya hanya melakukannya sekali, itulah ciuman pertama saya "
" Baiklah. Saya tau, dalam waktu satu minggu ini saya mau kau ubah nama gadisku ini dengan namanya dulu namanya sekarang aku sangat tidak menyukainya... "
" Baik tuan"
Pia merasa bingung sebenarnya apa keputusannya dengan mengatakan Baiklah.
" Maaf tuan, jadi bagaimana dengan ayahku " mencari penjelasan yang sejelas-jelasnya.
" Begini nona, sesuai perjanjian ada harus menikah dulu pada tuan saat hari pernikahan itulah ayah nona dibebaskan, tapi sebalum itu nona harus mengganti nama nona dulu dengan nama nona sesuai dengan perjanjian " sekertaris itu diam sejenak menatapku untuk melihat reaksiku mengerti atau tidak.
" Nona sekarang umur berapa ? " aku menatapbingung pasalnya dia memanggil nona kan kata itu bisa saja untuk kakaknya bahkan ibunya karena bagi Pia menganggap ibunya sangat cantik pantas di panggil nona.
" Pertanyaan ini untumu nona Georia Pia " sekertaris itu masih menatap Pia dengan fokus.
" Aku berumur 17 tahun 9 hari lagi tepat 18 tahun "
" Pas kalau seperti itu. Saya akan siapan pernikahannya sesuai dengan keinginan tuan "
Tuan itu langsung beranjak pergi meninggalkan keluarga itu.
Nama Vlara sebenarnya belum diganti secara nama Akte, Kartu Keluarga masih nama itu yang disandang.
Tapi karena pelarian ayahnya mengganti nama Georia Pia dan banyak yang mengenalnya dengan nama itu.
" Kau benar sudah ciuman, lihat ibu benar-benar kecewa mendengar jawabanmu " ibu sudah masuk ke kamar sedangkan kami masih di ruang tamu.
" Aku akan jelaskan ke ibu dulu " aku pergi ke kamar ibu dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Ibu semakin takut pada tuan itu mendengar ceritaku.
" Sudahlah bu ini sepertinya takdirku, kita harus membebaskan ayah " jawabku tersenyum pahit.
" Vlara... Kalau ini terjadi apakah kau membenci ayahmu " ibu menangis terdengar suara serak yang sangat berat.
" Mana mungkin Vlara benci pada ayah. Ayah adalah my hero bagiku bu aku gak akan pernah membenci ayah bu " ibu memelukku kuat aku tau ibuku sangat sedih dan merasa tak berdaya sama sepertiku.
.
Saat tuan itu di mobil
" Aiiissshhhh.... Lihat tadi tampang gadisku yang tidak berdaya, aku benar-benar puas " tersenyum bahagia.
" Tuan boleh aku bertanya? " sekertaris Fras yang sedang menyetir sedikit melirik sepion mobil melihat tuannya
" Iya "
" Kenapa tuan tidak ke beratan kalau nona Vlara sudah berciuman " pertanyaan yang sangat membuat Fras penasaran di jawab tawa yang menggelegar.
" Hahahhaa...... Hahahhaha.... Iya jelaslah aku terima ciuman pertamannya kan bersama ku " raut muka sekertarisnya kaget sejak kapan tuannya sudah bertemu dengan Vlara.
" Aku hanya mengetes kejujurannya kalau dia menjawab bohong aku tidak segan-segan membuat ayahnya dipenjara seberat-seratnya " matanya kembali kejam.
Tuan Taksa adalah tipe orang yang pendendam dan sangat benci pada penghinat.
Sedangkan Vlara masih gusar bingung bagaimana menghadapi kehidupan pernikahan apalagi sekarang dia masih sekolah.
Dia mencari informasi pada alat canggih yang sudah ada di tangannya.
" Apa peran istri untuk suami " itulah yang diketik dalam pencarian.
Sesaat kemudian banyak sekali hasil pencarian yang muncul seperti
- Cara melayani suami di ranjang
- tipe-tipe istri idaman ibu mertua
- Cara cantik didepan suami
Dan banyak lagi Vlara semakin frustasi melihat begitu banyak pembahasan tentang menjadi istri yang baik.
" Sepertinya aku harus belajar lebih giat untuk menjadi istri yang baik " aku membuang nafas kasar karena sangat lelah bukan karena fisik melainkan pikiran dan hati.
__ADS_1