Perjanjian Tuan Egois

Perjanjian Tuan Egois
Foto Preweding


__ADS_3

"Tok..., tok...," Sang sekertaris mengetok pintu Vlara selayaknya tamu seperti biasanya.


"Lama sekali dia membukanya Fras, dobrak saja kenapa ?" Taksa tidak sabaran sekali, dia merasa waktunya terbuang padahal dia berdiri baru 5 menit.


"Sabar tuan, biasanya kalau perempuan bila lama itu wajar biasanya kaum perempuan berdandan dulu sebelum keluar." Jelas Fras selaku sekertaris tapi lebih tepatnya tangan kanan sang tuan Taksa.


"Baiklah." Singkat padat.


Pintu terbuka dan terlihat Vlara dengan baju sederhana serta wajah natural terlihat indah apa lagi dengan mata hazel serta rambut ikal terurai ke bawah.


"Tuan..., silakan masuk." Taksa langsung masuk dan duduk di sofa sederhana.


Vlara menyerahkan kertas itu di hadapan sang sekertaris.


"Terimakasih atas kerjasamanya nona Vlara." Jawab sopan Fras tapi langsung saja mandat perintah bergemuruh terdengar.


"Cepat ganti bajumu pakailah yang lebih baik dari baju itu." Memandang pakaian Vlara dengan penuh hinaan seakan baju yang Vlara pakai itu baju yang tak layak dipakai lagi.


"Saya sediakan minum dulu, selagi tuan menunggu." Jawab Vlara penuh sopan santun.


"Tidak usah, saya tidak haus." Dingin itulah kesan dalam setiap pembicaraannya.


"Baik tuan." Vlara hanya bisa menurut tidak ada pilihan lain.


"Oh tuhan kenapa ada orang seperti ini di dunia ini." Membatin Vlara masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian.


Beberapa saat Vlara kembali sudah ada di hadapan tuan Taksa dengan baju yang paling bagus bagi Vlara.


Tapi reaksi tuan Taksa hanya berdecak kesal.


"Shittt...." Vlara yang mendapat reaksi itu merasa bingung dan diam saja.


"Maaf tuan, nanti kan nona Vlara juga berifing baju, lebih baik kita segera tuan agar waktu tuan tidak terbuang sia-sia." Fras sebagai sekertarisnya tau kalau tuannya itu sudah menunjukan tanda akan marah tak ada sebab.


Tanpa berkata apa-apa tuan Taksa langsung keluar dan masuk mobil mewahnya, di ikuti Vlara dan Fras.


Di mobil tidak ada percakapan semua sibuk masing-masing, tuan Taksa dan Fras sibuk memainkan ponselnya sedangkan Vlara hanya sibuk melihat pemandang di luar soalnya Vlara hanya memiliki ponsel tulolet yang hanya bisa menelpon serta nengirim sms.


Saat sampai di salah satu butik ternama, bahkan para artis banyak mempercayakan butik itu.


"Selamat datang tuan Taksa." Hormat para karyawan di depan pintu menyambut tuan Taksa, tapi justru itu membuat Vlara tidak enak hingga dia ikut menundukkan badan membalas hormatnya.


"Tunjukan yang terbaik." Seru Fras yang tegas memberi perintah hingga semua orang langsung bergerak cepat membawah gaun-gaun putih nan indah.



Vlara terlihat sangat indah dan cantik apa lagi gaun terkesan mewah dan terbuka apa lagi di bagian dada.

__ADS_1


"Tidak cocok, harus terlihat alami. Ambil untuk stok gaunnya." Tuan Taksa hanya duduk menyilangkan kaki memperhatikan penampilan Vlara yang masih terlihat kurang di mata tuan Taksa.



Gaun ke dua serba putih berbahan sutra membuat dia sangat indah bak malaikat.


Taksa terus memandangnya terpancar ke kaguman tapi tuan egois ini tidak akan mengakuinya.


"Ambil ini, untuk upacara di gereja. " Vlara bernafas lega karena dia merasa sudah mendapatkan bajunya.


"Nona ayo coba yang lain." Kata salah satu karyawan yang melihat Vlara tidak bertindak untuk masuk kamar ganti lagi.


"Bukannya sudah selesai mbg." Vlara berbisik pada karyawan itu.


"Belum nona, masih banyak lagi baju yang harus di coba."



Melihat baju itu sangat cocok tuan Taksa itu hanya mengangguk.


Vlara langsung masuk ke ruang ganti ingin cepat-cepat menyelesaikan tugasnya dan pulang.


Fras memilih baju yang akan di pilih Vlara seakan dia tau selera tuannya.


"Apa..., ? Ini yang mau nikah sama aku sekertarisnya apa dia sih. Soalnya semuanya yang nyiapi sekertarisnya bukan dia" batin Vlara.




Ini baju untuk foto pre-wedding .


"Astaga banyak banget bajunya, satu saja kan cukup." Jiwa miskin Vlara merontah-rontah.


"Ini tidak ada apa-apa nona, justru bila hanya satu baju yang nona kenakan mau di taruh mana muka tuan Taksa sebagai pengusaha terkaya." Jelas sang sekertaris pada Vlara yang sudah mulai lelah dengan baju-baju yang tak biasa dia pakai.


Setelah selesai tuan Taksa langsung pergi ke dalam mobil sedangkan Vlara masih mengganti pakaian.


Di dalam mobil.


"Fras... simpan Id wanya." Perintah sang tuan.


"Baik tuan." Masih duduk di tempatnya.


"Nona saya minta id wa nona?" Tidak langsung mendapat jawabpan soalnya Vkara bingung apa itu id wa.


Hingga dia mengeluarkan ponsel tulalitnya itu membuat tuannya langsung memandang ponsel jadul itu.

__ADS_1


"Ahhh... tidak adakah barang yang lebih bagus selain ini, ke mana uang 100 juta yang ayahmu minta dariku sampai kau tidak bisa membeli ponsel lebih bagus." Dengan nada kuat serta gertakan dan raut wajah yang marah.


"Ma-af tuan, maafkan saya." Suara terdengar bergetar mungkin karena ke takutan apa lagi baru kali ini Vlara mendapat perlakuan bentakan dengan suara tinggi.


Melihat reaksi gadis manis ini tuan Taksa menghembuskan nafas pelan untuk menenangkan diri, agar bisa mengontrol emosinya.


"Sudahlah, tidak usah di bahas." Tuan Taksa tau siapa yang di hadapinya, yaitu seorang anak kecil lebih mudah beberapa tahun dari umurnya jadi dia akan lebih banyak mengalah.


Saat sampai di tempat terbuka fotograper mengarahkan kami dari saling berhadapan dengan senyum merekah.


Dengan saling berpelukan bertatapan mendalam.


Saat Taksa duduk di paha Vlara lalu Vlara mengelus rambut Taksa sambil tersenyum.


Banyak pose-pose bahagia, seksi dan banyak lagi.


"Ini seperti buat foto untuk dokumenter, banyak banget aku bener-bener capek. Ribet banget nikah dengan orang kaya iya." Membatin Vlara yang mulai merasa kecapean.


pemoteretan memakan banyak waktu yang membuat semua merasa capek tak terkecuali sang tuan Taksa.


Selesai pemoteretan mereka melanjutkan ke resto.


"Ke resto." Titah sang tuan.


"Baik tuan." Jawab tegas sopir seakan tau apa yang di maksud tuannya.


Perjalan sangat panjang dan lama hingga tanpa di sadari Vlara tertidur di lengan Taksa.


"Gadis kecil ini, seenaknya menyandar di lenganku, kau tau gadis kecil ini sangat mahal kau harus membayarnya, ingat itu." Terlihat kesal tapi Taksa tidak memindahkan ataupun membangunkan Vlara sama sekali.


Fras yang melihat ini hanya tersenyum.


Saat sampai di resto Taksa memberi tanda agar yang lain bisa keluar lebih dulu dari dirinya, dia masih menunggu Vlara terbangun dari sandaran lengannya.


Tak menunggu lama Vlara menggeliat mulai membuka mata dan betapa dia terkejut melihat dia menyandar pada sang tuan Taksa.


"Maaf..., maaf tuan." Penuh dengan rasa bersalah memandang sang tuan dengan mata berkaca-kaca.


Sang tuan hanya memperlihatkan wajah datar serta dinginnya tidak menjawab permintaan maaf Vlara tapi langsung keluar dari mobil meninggalkan Vlara.


Vlara yang merasa bersalah langsung mengejar tuan Taksa masuk ke sebuah resto sangat mewah tapi tidak ada pelanggan yang datang.


Tapi para pelayan langsung hormat menunduk saat tuan Taksa lewat itu membuat Vlara merinding karena Vlara tepat ada di belakang Taksa.


"Ada apa ini? Kenapa kok semua orang hormat pada laki-laki sombong ini, apa sehebat itu dia?" Rasa jengkel pada sosok gagah di hadapannya mulai meluap tepatnya karena perlakuannya hari ini.


-Happy Reading -

__ADS_1


__ADS_2