
Kabar tentang Ae ri yang menjadi penanggung jawab syuting iklan kali ini, sampai di telinga Ryu. Namun, pria itu seakan menulikan telinganya. Dia membiarkan wanita yang menjadi istrinya karena perjodohan yang dilakukan oleh appanya bekerja keras. Dia ingin tahu seberapa hebat perempuan itu sampai appanya saja setuju untuk menjadikannya sebagai menantu.
Apalagi mengingat siapa sosok bintang iklan yang bekerja sama dengannya. Membuat senyum miring di bibir Ye Joon tercetak jelas di sana.
"Kita lihat, seberapa hina Jekai menyiksamu Ae ri," gumamnya dengan hati bahagia.
Jekai Bi, aktor terkenal di kota itu. Ditambah perangainya yang buruk serta memiliki temperamen yang tinggi, tentu sudah diketahui oleh semua orang. Sikapnya yang arogan dan suka menghina orang, tentu menjadi alasan Marissa menempatkan Ae ri sebagai penanggung jawab. Dia ingin wanita itu menghancurkan syuting kali ini dan menjadi bahan olokan bintang iklan mereka.
Kedatangan Jekai Bi di perusahaan, tentu menjadi pemandangan indah dan buruk bagi semua karyawan. Wajahnya yang tampan, membuat para wanita ingin mendekat dan mencium wajahnya. Namun, mengingat sifatnya yang pemarah tentu membuat mereka berpikir berulang kali.
"Siapa penanggung jawab syuting kali ini?" tanya Jekai dengan langkah kaki mengikuti pegawai yang ditunjuk untuk menjemputnya.
"Nona Ae ri, Tuan Kai," sahut pegawai itu dengan kepala menunduk.
Jekai mengerutkan keningnya. Dia merasa tak asing dengan nama itu. Namun, dirinya tak mau menduga karena takut salah orang. Saat kakinya mulai menginjakkan ruangan tempat dia syuting iklan. Pegawai itu menunjuk seseorang yang dia sebut namanya tadi.
"Itu Nona Ae ri."
__ADS_1
Jekai spontan mengikuti tangan itu. Hingga matanya membulat penuh saat melihat sosok yang selama ini dia rindukan. Ah lebih tepatnya malaikat penolongnya.
Dengan langkah pasti, Jekai berjalan dengan cepat ke posisi Ae ri yang sedang berbicara serius dengan seorang fotografer disana.
"Ae ri!"
Suara itu tentu membuat pemilik nama spontan mendongakkan kepalanya. Wajahnya menunjukkan keterkejutan dengan mulut menganga tak percaya.
"Jekai!" Pekik Ae ri tak percaya.
"Ternyata ini beneran kamu, Malaikat pe…." Mulut Jekai dibekap kuat dengan Ae ri.
"Oh….Maaf, Tuan Kai. Anda terlalu berisik," ucap Ae ri penuh penyesalan saat menyadari tatapan semua orang tertuju pada mereka berdua.
"Kamu tak mengingatku?" tanya Kai dengan nada pelan.
"Aku mengingatmu, Kai," sahut Ae ri dengan pelan. "Tapi anggap seperti kita baru bertemu jika di hadapan banyak orang."
__ADS_1
Jekai terdiam. Dia mengerutkan keningnya. Dia juga menatap penuh selidik pada Ae ri. Seakan ingin memahami apa yang diinginkan wanita di depannya.
Ae ri, adalah salah satu artis yang baik menurutnya Jekai. Apalagi masa lalu keduanya membuat Jekai dengan kuat mengatakan dia fanboy utama seorang Ae ri.
Ya Jekai sangat mengidolakan Ae ri. Dia benar-benar selalu datang di setiap jadwal Ae ri manggung.
Meski Jekai juga seorang model dan artis. Dia tak malu mengatakan bahwa dia adalah fans dari seorang Ae ri.
Jekai menganggukkan kepalanya. Walau dirinya tak mengerti apa alasan malaikat penolongnya menyembunyikan perkenalan mereka yang sudah terjalin sejak dua tahun yang lalu. Namun, Jekai hanya bisa menurut.
Setelah semua perlengkapan dan fotografer serta bagian video sudah siap. Proses syuting akhirnya dimulai. Ae ri, gadis yang baru pertama kali bekerja sudah memegang posisi penting itu. Berdiri tegak di depan layar yang menunjukkan slide gambar dan video yang diambil oleh fotografer. Matanya begitu teliti melihat hasil akhir yang akan menjadi bahan syuting mereka.
"Tinggal beberapa adegan lagi, Tuan Kai," kata seorang pria yang memegang kamera.
"Kau bukan fotografer terkenal yah! Kerjamu lambat!" hardik Kai dengan keras. "Aku ingin istirahat."
Mata Kai melotot lebar. Namun, saat tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan mata Ae ri. Pria itu berubah manis. Dirinya mengangguk saat mata malaikat penolongnya itu melotot kepadanya.
__ADS_1
"Ayo lanjutkan! Awas jika kau lamban lagi. Aku bakar kameramu," serunya dengan sok galak ke arah kameramen.
~Bersambung