
"Kenapa tadi kami bilang gak mau datang?" tanya Ye Joon saat keduanya sudah berada di luar gedung perusahaan.
"Kamu bilang perutmu sakit dan aku iyakan. Lalu sekarang? Apa ini, Yuna?" Lanjut Ye Joon yang membuat Yuna tersenyum.
"Aku baik-baik saja. Perutku sudah tak sakit. Jadi aku berniat datang kemari untuk melihat ketampanan kekasihku," Kata Yuna dengan mengangkat tangannya dan mengusap pipi Ye Joon.
Namun, Ye Joon yang pemarah. Ye Joon yang tempramental menepis tangan Yuna pelan dari wajahnya.
"Aku tak bercanda. Apa maksudmu untuk datang?"
Yuna yang sejak tadi menahan emosinya tentu mulai memuncak. Kemarahan tentang dirinya pada Ae ri semakin dipancing oleh Ye Joon.
"Aku kemari hanya ingin melihat seberapa cantik istrimu itu, Ye. Aku ingin melihat kenapa appamu lebih merestuimu dengan dia daripada aku. Hanya itu saja!" Seru Yuna dengan marah. "Apa aku tak boleh datang, hah?"
"Apa kau malu karena aku disini?"
"Apa maksudmu?" Seru Ye Joon dengan mulai frustasi. "Aku tak pernah malu, Yuna. Aku selalu bangga padamu. Aku selalu mengajakmu kemanapun tapi kau sendiri yang tak mau. Lalu sekarang?"
__ADS_1
"Sekarang aku sudah berani! Aku sudah berani berhadapan dengan banyak orang!" Sela Yuna dengan kekeh.
Ye Joon terlihat menarik nafasnya begitu dalam. Dia mencoba menghirup oksigen agar dirinya tenangtenang. Dia tak boleh terpancing emosi. Dirinya harus berada dengan kepala dingin.
"Lakukan semuanya semaumu, Yuna. Aku tak pernah melarangnya tapi untuk malam ini… " Kata Ye Joon dengan menatap kedua bola mata Yuna dengan tajam. "Jangan berbuat ulah pada Appa atau aku tak akan bisa melindungimu."
Ye Joon memperingati. Ya dia menatap kekasihnya dengan tajam. Apa yang dia katakan tak main-main. Dia tak bisa melindungi Yuna jika perempuan itu melakukan hal gila.
Ini acara perusahaan dirinya. Ini juga acara dimana ada appanya juga disana. Bagaimanapun Ye Joon tak bisa berkutik di hadapan appanya.
***
Ae ri yang sejak tadi duduk diam di jejeran kursi bersama sepupu Ye Joon akhirnya menoleh. Sejak tadi dia memang hanya diam karena dirinya mulai merasa bosan.
Ah ternyata pesta perusahaan seperti ini. Sejak dulu Ae ri tak mau ikut. Dirinya sering kabur berangkat ke agensi atau tempat latihan jika appanya mengajak dirinya.
"Siapa?"
__ADS_1
"Kak Ye sama Kak Yuna," Kata sepupu Ye Joon.
Kepala Ae ri menggeleng. "Aku tak tahu."
Sepupu Ye Joon terlihat menatap sekitar. "Aku mau kasih tahu tapi jangan ramai ke siapapun yah. Aku takut nanti Om Jeon marah."
Ae ri tersenyum. Jujur sepupu Ye Joon ini baik padanya. Jeon Ming Yu, perempuan yang namanya mirip dengan pria itu terlihat sangat lucu dan sedikit cerewet.
Hal itulah yang membuat Ae ri merasa nyaman dan memiliki teman.
"Memang apa hubungan mereka?" Tanya Ae ri kembali ke topik.
Dia memang penasaran. Jujur baru kali ini melihat Ye Joon menarik tangan wanita lain dengannya..
Dia sangat tahu suaminya paling tak suka disentuh kecuali menyentuh tubuhnya terlebih dahulu. Hal itulah yang membuat di pikiran Ae ri mulai ke mana-mana.
"Sebenarnya Kak Ye dan Kak Yuna itu berpacaran. Mereka sudah berhubungan sejak lama."
__ADS_1
~Bersambung