
Akhirnya Ae ri yang tak mau ayahnya tau apapun yang terjadi di dalam kamar mengalah. Dia tak mau meributkan sesuatu sampai mengganggu ketenangan ayahnya itu. Bagaimanapun kepentingan ayahnya lebih dari segalanya.
Dia tak mau ayahnya memikirkan nasibnya. Dia tak mau ayahnya berpikir pernikahannya tak bahagia dan karena dia. Lebih baik Ae ri mengalah. Lebih baik dia banyak diam dan memilih menutup semuanya serapat mungkin.
Dengan langkah gontai, akhirnya Ae ri mengambil bantalnya dan membawa ke sofa yang ada di dekat ranjangnya. Dia segera merebahkan dirinya disana dan mulai memejamkan matanya.
Jujur Ae ri lelah. Dia benar-benar lelah dengan semua acara yang ada di rumahnya. Meski tak ramai tapi ayah Ye Joon dan ayahnya baru saja selesai berbincang dan membuat mereka baru bisa istirahat.
Ye Joon hanya bisa diam. Dia menatap semua pergerakan Ae ri dan merasa heran.
"Kenapa dia tak memberontak? " Gumam Ye Joon dalam hati.
Pria itu baru menemukan wanita seperti Ae ri kali ini. Perempuan yang selalu diam dan menerima semua perlakukan yang dia lakukan dan dia perintahkan.
Jujur Ae ri tak mengeluh sedikit pun. Sejujurnya tingkah Ye Joon seperti ini, ingin membuat wanita itu tak tahan dengannya. Ingin membuat Ae ri meminta cerai darinya karena tak sabar dengan kelakuannya.
Namun, kenapa wanita itu hanya diam saja. Tak melakukan apapun dan malah menerima semua yang dia minta meski tak masuk akal.
"Biarlah dia menurut. Bukankah itu lebih bagus untukku! " Serunya dalam diam.
Akhirnya Ye Joon mulai mencari posisi yang nyaman. Dia perlahan memejamkan matanya dan mulai melanglang buana ke alam mimpi. Bagaimanapun dirinya juga merasa lelah dengan semua ini.
Tekanan batin dan tekanan dari ayahnya membuatnya mau tak mau harus melakukan semua hal yang tak dia sukai dari hati.
***
Perlahan sinar matahari mulai menyusup melalui celah-celah kaca. Ruangan yang mulanya temaram kini perlahan sedikit terang dengan cahaya matahari yang cerah di luar sana. Meski ada tirai disana tapi sedikit banyak cahaya membuat kamar itu sedikit lebih cerah.
Ae ri , wanita itu sudah bangun sejak tadi. Dia merasa tak nyaman tidur di sofa. Tubuhnya remuk dan sakit yang membuatnya akhirnya memilih bangun di saat jarum jam masih menunjukkan pukul lima pagi.
Dia memilih untuk mandi dan segera keluar dari dalam kamar. Ae ri tak mau mengganggu istirahat Ye Joon dan membuat pria itu marah sepagi ini. Mencari aman dari amukan pria itu mampu membuat moodnya di suasana pagi yang sejuk ini lebih indah.
"Appa, " Panggil Ae ri terkejut saat melihat sosok ayahnya tengah duduk tenang di taman samping rumahnya.
__ADS_1
Ae ri lekas melangkahkan kakinya mendekat. Niat hati ingin jalan-jalan pagi sambil membersihkan bunga kesayangannya mulai urung.
Dia lebih memilih duduk di dekat ayahnya dan meningkatkan tangannya di lengan Lee Jin.
"Kenapa kamu sudah sudah bangun?" Tanya Lee Jin sambil menatap ke arah putrinya itu.
"Ae ri masih merasa canggung, Appa," Ujarnya dengan berpikir keras.
Aghh kenapa dia selalu bingung saat menjawab pertanyaan ayahnya. Memang sekali berbohong akan ada kebohongan yang lain yang dia buat. Namun, mengatakan semuanya sekarang bukan hal yang baik.
Ini masih permulaan untuk semua perjuangannya. Ini masih awal dimana dia ingat perkataan ayahnya. Dia harus sedikit lebih sabar untuk menghadapi sikap Ye Joon.
Lee Jin tersenyum. Dia melingkarkan tangannya di pundak sang putri dan mencium puncak kepalanya.
"Kalian harus terus bersama dan dekat, Nak. Lama kelamaan rasa canggung itu bakalan hilang, " Nasehat Lee Jin dengan pelan.
Ae ri tak mengatakan apapun. Namun, kepalanya mengangguk seakan dia paham apa yang dikatakan oleh ayahnya.
Seakan ayah dan anak itu tengah meresapi apa yang tengah dirasakan keduanya saya ini. Udara sejuk, embun pagi yang menempel di rumput membuat kaki mereka basah dan juga pemandangan indah dengan bunga hasil taman Ae ri yang mekar sempurna.
"Ya, Appa. "
"Ayo kita masak bersama. Appa rindu menghabiskan waktu bersamamu di dapur, " Kata Lee Jin yang membuat mata gadis itu terpejam.
"Ae ri disini aja ya, Appa. Ae ri gak mau ke mana-mana, " Katanya meminta.
Lee Jin terkekeh. Dia mengecup puncak kepala putrinya lagi dan menggeleng.
"Kamu sudah menjadi tanggung jawab Ye Joon. Kemanapun dia pergi, kamu harus ikut dengannya. "
"Tapi dia tak memegang tanggung jawab itu, Appa, " Ujar Ae ri yang hanya bisa di atas ucapkan dalam hati.
"Ingat kalian berdua sudah seperti baju. Saling melindungi satu dengan yang lain, saling menutup keburukan pasangan dari orang lain agar tak ada orang ketiga yang masuk dan menghancurkan semuanya. "
__ADS_1
"Iya, Appa," Sahut Ae ri dengan mengangguk. "Ayo kita memasak. Ae ri akan membuatkan makanan yang enak pagi ini. "
Kegiatan seperti ini bukan sekali dalam hidup ayah dan anak itu. Lee Jin dan Ae ri sering menghabiskan waktu mereka jika senggang dengan memasak apapun. Dari dessert, kue, makanan utama atau pembuka semuanya mereka masak bersama-sama.
Hobby dan kebiasaan mereka yang suka bertempur dengan alat memasak membuat keduanya pandai dalam mencoba resep. Meski Ae ri memiliki jadwal padat. Setiap hari libur dia akan pulang dan menghabiskan waktunya dengan sang ayah.
Hingga hubungannya dengan Lee Jin sangat dekat seperti ini.
Suasana dapur tentu terasa hangat. Pemandangan ayah dan anak yang saling bersemangat membuat sarapan tentu dilihat langsung oleh beberapa pelayan disana.
Meski bisa dibilang hidup Ae ri yang kaya raya tapi gadis itu tak pernah manja sedikitpun. Selagi wanita itu bisa melakukannya sendiri dia akan melakukannya tanpa bantuan orang lain.
"Tanda, chamchi gimpap ala Ae ri sudah jadi!" katanya sambil mengangkat piring datar dengan tatanan makanan khas Korea itu terlihat begitu indah.
Selain nasi dan tuna, isian chamchi gimpap bisa beragam sesuai dengan selera pribadi seperti sayuran segar, acar, dan telur. Tuna dalam chamchi gimbap biasanya dihaluskan, lalu dikombinasikan dengan mayones, moster, dan penyedap rasa. Jenis gimbap ini dibungkus dengan rumput laut panggang dan disajikan dengan diiris-iris kecil.
Hingga akhirnya menu sarapan yang bergizi selalu ada di setiap makanan yang dibuat oleh Ae ri karena dia juga harus menjaga kesehatannya.
"Gyeran mari Appa juga jadi, " Kata Lee Jin dengan menunjukkan makanan dari telur itu terlihat begitu cantik dengan harumnya sangat menggiurkan.
Gyeran mari adalah telur dadar gulung khas Korea yang menggabungkan berbagai macam bahan tambahan.
Hidangan ini biasanya terdiri dari telur dengan daun bawang, wortel, paprika, jamur, zukini, keju, daging sapi, dan rumput laut nori. Dengan berbagai macam bahan tambahan tersebut, gyeran mari cukup mengenyangkan saat disantap sebagai menu sarapan.
Hal itulah yang membuat makanan ini sangat disukai oleh Ae ri karena gadis itu sangat menyukai telur yang diolah apapun.
"Biarkan Ae ri yang menatanya, Appa, " Kata gadis itu meraih piring sang ayah dan membawanya di meja makan.
Dengan pelan gadis itu menatanya dan tak lupa menyiapkan susu putih dan air putih untuk teman sarapan mereka.
"Bangunkan suamimu, Nak. Biarkan Ye Joon mencoba masakanmu untuk yang pertama kalinya! "
~Bersambung
__ADS_1