Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Perempuan tak dikenal!


__ADS_3

Matahari mulai berganti dengan bulan. Langit yang cerah mulai menggelap. Saat ini terlihat seorang pria tampan tengah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya menatap ke langit-langit kamar dengan segala pikiran yang berkecamuk.


Waktu semakin beranjak malam. Namun, mata itu tak kunjung terpejam. Sejak kejadian 13 tahun yang lalu, saat dirinya diculik dan dikurung di ruangan tertutup, dia tak bisa tidur dengan tenang.


Dirinya selalu mengalami insomnia sampai menjelang pagi bisa memejamkan matanya. Namun, malam ini, ada yang berbeda dari Ye Joon. Dia sedang tak memikirkan masa lalunya. Melainkan dia kembali teringat kejadian kemarin malam.


Kejadian dimana dia memeluk Ae ri dengan sadar, menghirup aroma yang begitu dia rindukan sampai membuatnya tidur dengan tenang. Bahkan bisa Ye Joon ingat, dia tak mengalami mimpi buruk lagi semalam.


Dia bisa tidur dengan cepat dan terbangun di pagi hari. Benar-benar suatu hal menakjubkan yang terjadi selama 13 tahun ini. Kegiatan tidurnya yang selama ini terganggu, akhirnya bisa mulai nyaman hanya karena memeluk Ae ri.


"Apa aku harus memeluknya lagi, agar aku bisa tidur dengan tenang?" gumamnya sambil memiringkan tubuhnya.


Dia menatap bantal yang semalam dipakai oleh Ae ri. Mendekatinya dan mencium aroma yang berbekas disana.


Ya, aroma itu masih ada. Bahkan melekat jelas disana. Aroma yang mengingatkannya akan sosok wanita yang dia rindukan. Sosok yang dulu menyelamatkannya dan sampai saat ini sedang dia cari.

__ADS_1


"Setidaknya aku bisa mencium bekas aromanya di bantalku," kata Ye Joon sebelum dia memejamkan matanya dan terbuai dengan alam mimpinya.


...****************...


Beberapa hari kemudian. Hari ini adalah hari anniversary perusahaan tempat Ye Joon bekerja. Acara perayaan itu tentu dilaksanakan dengan begitu meriah. Sebuah ruangan aula yang ada di bagian paling atas di Perusahaan suaminya itu telah disulap begitu indah.


Ruangan ini benar-benar terlihat megah di seluruh bagian sisinya. Banyak sekali hiasan bunga yang ada disana. Di bagian kiri, terdapat jejeran makanan yang digunakan untuk menjamu para tamu. Sedangkan di bagian paling depan dan tengah, terdapat sebuah panggung kecil yang disulap begitu cantik.


Perayaan kali ini benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya Anniversary mereka akan dilakukan hanya untuk orang perusahaan saja. Namun, kali ini semua rekan kerja diundang.


Ya, dia adalah Ae ri. Perempuan yang paling malas dengan keramaian akhirnya terpaksa harus datang. Apalagi mengingat permintaan mertuanya yang memohon kepada dirinya, membuat Ae ri tak tega untuk menolak.


Dia juga berusaha menepi dari keramaian karena Ae ri takut ada seseorang yang mengenalnya. Ae ri juga beberapa kali melihat jam di ponselnya karena dirinya tak bisa pulang terlalu larut malam.


Hari ini dia harus pulang sebelum pukul sembilan malam. Ae ri memiliki jadwal latihan karena World Tour dirinya akan dilakukan sebentar lagi.

__ADS_1


"Aku sadar tak memiliki teman, dan dengan bodohnya, aku masih mau hadir di pesta perayaan ini," serunya pada dirinya sendiri.


Merasa bosan. Akhirnya Ae ri memilih ke toilet. Tanpa dia sadari, sejak tadi pergerakan dirinya diikuti oleh seorang perempuan cantik. Bahkan semua yang dia lakukan tak luput dari manik mata perempuan tersebut.


Ae ri akhirnya segera memasuki salah satu bilik dengan nafas begitu lega. Setelah berada di ruangan ramai, akhirnya dia bisa menemukan tempat sepi. Tempat yang begitu tenang dan sangat dia sukai.


Ae ri memilih berdiam diri sejenak sambil duduk diatas closet. Dia sengaja tak melakukan apapun karena memang tujuannya ingin mencari ketenangan walau sejenak.


Setelah hampir tiga puluh menit berdiam diri sendirian. Akhirnya Ae ri mulai beranjak berdiri. Dia segera keluar dari kamar mandi dan menuju kaca rias yang ada disana. Dia letakkan dompet miliknya, lalu mencuci kedua tangannya disana.


Saat kegiatannya selesai, dia segera membalikkan tubuhnya. Namun, tiba-tiba ada sosok perempuan yang menghadang dirinya dan membuat Ae ri diam.


"Namamu Lee Ae ri?" tanya perempuan itu tanpa basa basi.


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2