Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Jatuh Dalam Pelukan


__ADS_3

"Jaga sikap kalian jika berada disini!" Kata Jeon pada Nadin dengan melirik wanita itu yang dengan tenang duduk di sampingnya.


"Aku tak melakukan apapun!" Kata Nadin membantah.


"Tapi apa yang kau lakukan. Dilihat oleh menantuku, Nadin!" Seru Jeon dengan tegas. "Aku tak mau menantuku merasa tak nyaman berada disini!"


"Ini rumah Ye Joon. Kalau tak nyaman, tinggal pergi!" Kata Nadin dengan pedas.


"Nadin!"


"Cukup, Kak!" Sela Nadin dengan menatap ke arah Jeon. "Ini masih pagi dan apa yang kulakukan karena aku kecewa dengan keputusan, Kaka!"


Nadin menatap Jeon dengan marah. Ya wanita itu benar-benar marah dan tak Terima. Keputusan Jeon sangat amat menyakiti ponakannya itu.


Dia tahu bagaimana hubungan Ye Joon dengan Yuna. Nadin tahu seberapa cinta keduanya itu. Dan saat pernikahan ponakannya. Nadin berpikir kakaknya akan menikahkan Ye Joon dengan Yuna.


Namun, ternyata tanggapannya salah.


Saat dia tahu siapa calon ponakannya itu. Nadin tak habis pikir.


Dia tahu jika Ae di orang kaya. Dia juga tahu jika Ae ri adalah artis dan cantik jelita. Namun, dimata Nadin, dia hanya tahu jika ponakannya mencintai Yuna.


Dia hanya ingin Ye Joon bahagia. Dia hanya ingin kebahagiaan Ye Joon segera dia dapatkan.

__ADS_1


"Kau tak tahu apapun, Nadin."


"Aku tahu apa yang harus aku pilih!" Kata Nadin gak mau kalah.


Jeon tak mau melanjutkan. Dia akhirnya mengambil ipad di atas mejanya sambil menunggu kehadiran Ye Joon dan Ae ri.


Sedangkan di lantai atas. Ae ri berusaha menenangkan dirinya. Dia mulai mengetuk pintu kamar itu secara pelan. Memberanikan diri agar semuanya cepat selesai.


Cepat atau lambat. Dia tetap harus membangunkan Ye Joon.


Tak mendapatkan jawaban. Ae ri kembali mengetuk pintu. Namun, kali ini lebih keras.


"Ya ampun. Ni orang kalau tidur, mati kali yah!" Semprot Ae ri dengan mulai kesal.


Ae ri mampu melihat rumah kamar Ye Joon sedikit temaram. Dia juga bisa melihat AC ruang kamar ini lumayan dingin.


Perlahan Ae ri mulai semakin masuk. Dia bisa melihat gundukan orang tertidur di atas ranjang. Hal itu membuat Ae ri melangkah semakin mantap.


"Bagaimana dia bisa dengar. Dia aja tidurnya bener-bener tenang!" Kata Ae ri dengan pelan.


"Stimulasi orang mati!" Kaya Ae ri dengan menahan tawa.


Akhirnya Ae ri mencoba mencari sesuatu. Dia yakin jika hanya memegang dan menggoyang tubuhnya. Tak mempan untuk Ye Joon.

__ADS_1


Dia juga tak mau terjadi sesuatu yang tak dia harapkan.


"Akhh tirai kamar!" Gumam Ae ri lalu segera berjalan ke arah tirai.


Dia lekas menarik tirai kamar dan membuat cahaya matahari mulai masuk. Kepala Ae ri menoleh. Dia menatap ke arah Ye Joon yang mulai tak nyaman.


"Bangun gak?" Gumam Ae ri saat melihat wajah Ye Joon terkena cahaya yang masuk melalui jendela.


Bukannya bangun. Ye Joon menarik selimut itu dan menutupi wajahnya.


"Ye bangun!" Kata Ae ri mulai bergerak naik ke atas ranjang.


"Ye!" Kata Ae ri tak mau kalah.


"Ughhh!" Ye Joon menggeliat.


Dia mencoba menepis tangan Ae ri yang menggoyang lengannya.


"Ye bangun! Ini udah siang!" Seru Ae ri tak mau berhenti.


Dia semakin kuat menggoyangkan lengan Ye Joon dan membuat pria yang mulai terganggu tidurnya itu tak sabaran.


"Ye. Kalau kau tak bangun. Kau… akhh!" Pekik Ae ri saat tangannya ditarik dan dia terjatuh ke pelukan Ye Joon dengan tubuhnya yang jatuh tepat di atas pria itu.

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2