Perjodohan Antar Pewaris

Perjodohan Antar Pewaris
Jebakan Yuna


__ADS_3

Namun, tanpa mereka tahu, jika Yuna meremas tangan Ae ri. Keduanya saling bertatapan dalam diam.


"Jadi kalian sudah menikah?" tanya Yuna setelah melepas tangan Ae ri.


Ae ri tersenyum dengan sangat memaksa. Namun, wajahnya benar-benar begitu tenang dan tanpa terlihat bahwa dia sangat amat merasa kesal dan marah.


"Ya. Mereka sudah menikah." Itu bukan suara Ye Joon. Melainkan suara Appa Jeon yang menjawabnya.


"Baiklah. Sebagai teman Ye Joon, aku ingin memberikan satu pertunjukan piano sebagai hadiah untuk pernikahan kalian sekaligus anniversary perusahaan Ye Joon.


Yuna perlahan berjalan menuju panggung. Langkahnya yang anggun membuat siapapun begitu terpesona dengan dirinya. Dia berdiri di samping sebuah piano yang sudah disediakan di sana lalu meraih sebuah microphone.


Yuna adalah orang yang sangat amat mencintai alat musik. Selain DJ, dia juga suka bermain piano. Gitar juga sering dia mainkan.


"Selamat malam, semua," sapa Yuna dengan begitu ramah. "Malam ini, saya akan membawakan sebuah lagu dengan diiringi permainan piano. Semoga kalian semua suka."

__ADS_1


Yuna lalu meletakkan micnya kembali dan mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia. Dia menatap ke arah Ye Joon sebentar, memberikan senyuman manis lalu mulai menekan tut piano itu dengan perlahan.


Sebuah lagu berjudul easy on me - Adele menjadi pilihan Yuna. Dia mulai bermain piano itu dengan begitu bangga. Dia ingin membuktikan jika dirinya lebih baik dari Ae ri.


Di otaknya juga mulai terlintas sebuah rencana licik. Dia akan melakukannya sebentar lagi. Dirinya akan menghancurkan harga diri wanita itu sampai tak bersisa. Hingga suara alunan piano berhenti kemudian langsung disambut tepukan tangan oleh para tamu disana. Yuna menunduk lalu dia kembali mengambil mic itu.


"Terima kasih atas tepuk tangan kalian semua," kata Yuna mengawali. "Malam ini akan ada penampilan terbaik juga untuk kalian semua. Ingin tahu dari siapa?"


Semua tamu mulai menebak. Bahkan mereka saling bertatapan mengedikkan bahunya pertanda tak tahu siapa orang yang dimaksud Yuna.


"Ya," sahut semua orang begitu antusias.


"Dia adalah…. Nona Ae ri," ucap Yuna dengan menunjuk sosok Ae ri yang berdiri di samping Appa Jeon.


Semua orang spontan menoleh. Mereka menatap wanita yang berdiri di antara Ye Joon dan Appa Jeon. Ae ri tentu begitu terkejut. Namun, wajahnya masih dia usahakan untuk tetap tenang.

__ADS_1


"Memang kamu bisa?" tanya Ye Joon seolah menyindir.


Ae ri tak menjawab. Dia hanya melirik lalu segera berjalan menuju Yuna yang menunggu kedatangannya. Dia menatap Yuna yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Ae ri hanya diam. Dia tahu posisinya disini tak kuat.


"Selamat bernyanyi dan bermain piano, Ae ri," kataYuna dengan wajah penuh ejekan.


"Jangan mempermalukan diri sendiri, Sayang. Jika kamu tak bisa, lebih baik turun dan pulang," bisik Yuna sebelum meninggalkan Ae ri di atas panggung.


Ae ri tak banyak bicara. Dia langsung mendudukkan dirinya dan mengecek mic yang ada disana.


"Semoga lagu yang saya bawa, bisa menghibur kalian semua," ucap Ae ri sebelum memulai aksinya.


Wanita itu menatap tut tut piano yang berjejer di dekatnya. Dia tersenyum. Sudah lama sekali dirinya tak bermain ini. Hingga perlahan jarinya dia letakkan di atas tut. Matanya terpejam sampai dia menekan tut itu dan menghasilkan nada yang sama.


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2