
Seorang pemuda yang bernama randi tinggal disebuah desa terpencil. Dia suka pergi berjalan-jalan mengelilingi kampung dan juga terkadang memancing, sampai akhirnya dia berencana mulai ingin pergi mencari pekerjaan ke kota. Namun dia berpikir merasa kasihan meninggalkan orang tuanya didesa. Sampai akhirnya keesokan harinya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tuanya.
Randi bangun pagi hari, kemudian mencari orang tuanya tetapi dia tidak menemukan orang tuanya. Kemudian dia diam dan berhenti sejenak. Kemudian randi berpikir. "Kemana orang tuaku." Kemudian dia keluar rumah dan bertanya ke tetangganya.
"Permisi dama apakah kamu melihat orang tuaku."
Kemudian dama yang sedang santai duduk diteras menjawab.
"Aku tidak melihat orang tuamu."
Setelah mendengar jawaban dama randi terdiam sejenak dan kembali kerumah. kemudian tiba-tiba, ada yang datang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum randi."
Kemudian randi datang dan membuka pintu.
"Waalaikumsalam, oh ternyata kakek. Kakek darimana?."
"Kakek habis dari pasar."
Setelah itu kakek randi masuk dan duduk beristirahat. kemudian randi datang menghampiri kakeknya.
"Kakek aku ingin bertanya sesuatu. Apakah boleh?."
" Tentu saja boleh. Randi ingin bertanya apa?" tanya kakek.
"Begini kakek sebenarnya, aku ingin pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Tapi aku tidak tega meninggalkan orang tuaku dirumah ini kakek. Apa yang harus aku lakukan kakek?" tanya randi.
__ADS_1
"Jika kamu ingin mencari pekerjaan ke luar kota, kamu harus bisa mengikhlaskan meninggalkan orang tuamu, agar mereka bangga terhadapmu ketika kamu sukses di pekerjaan yang akan kamu tekunin nanti. Jadi kamu jangan merasa tidak tega meninggalkan orang tuamu."
"Oh begitu ya kakek terima kasih atas saran darimu kakek."
"Iya sama-sama randi, ingat kamu jangan lupa pesan kakek yang tadi itu ya randi."
"Iya siap kakek, aku akan tetap ingat pesanmu itu kakek."
"Kakek akan pergi ke kamar dulu randi untuk beristirahat."
"Baik kakek."
Malam harinya orang tua randi sudah pulang ke rumah. Setelah itu orang tua randi langsung pergi ke kamar untuk beristirahat. Kemudian randi merasa tidak enak berbicara sekarang kepada orang tuanya yang sudah kelelahan setelah baru saja pulang ke rumah.
Keesokan harinya randi memberanikan diri untuk berbicara kepada orang tuanya. Kemudian lalu dia menghampiri kedua orang tuanya.
"Mengatakan apa nak." ungkap bapak dan ibu.
"Sebenarnya aku ingin pergi ke kota untuk bekerja disana."
"kamu dikota ingin bekerja apa disana randi?" tanya ibu.
"Aku juga belum tahu ibu."
"Loh kamu kok ngak tau mau kerja apa disana." ungkap ibu.
"Iya ibu sebenarnya aku juga masih berpikir akan bekerja apa disana, karena aku bukan lulusan kuliah. Aku jadi bingung memikirkannya." ungkap randi.
__ADS_1
Kemudian ditengah pembicaraan bapak randi berpikir dan merasa khawatir jika randi bekerja di kota, siapa yang akan menjaga randi jika terjadi sesuatu kepadanya. Kemudian Bapak randi mengatakan.
"Aku tidak setuju jika randi bekerja di luar kota!" bentak bapak.
Mendengar bapak randi mengatakan dengan nada marah ibu randi mencoba menenangkan bapak randi.
"Bapak kenapa malah marah."
"Ibu, bapak tidak setuju jika randi bekerja keluar kota."
"Mengapa bapak tidak setuju?" tanya ibu.
"Bapak tidak setuju karena bapak khawatir akan keselamatan randi bu."
Mendengar ucapan bapaknya tersebut, randi sangat terharu akan ke khawatiran bapaknya. Kemudian dia berbicara ke bapaknya.
"Bapak tidak perlu khawatir akan keselamatanku, aku bisa menjaga diri kok. Bapak tenang saja aku akan mengabari bapak dan ibu jika terjadi sesuatu." ungkap randi.
Mendengar ucapan anaknya tersebut bapak dan ibu randi merasa sangat senang. Kemudian berpesan kepada randi agar di kota selalu berhati-hati. Karena diluar sana kita tidak akan pernah tahu akan ada bahaya apa yang terjadi.
Malam harinya randi berpikir pekerjaan apa yang akan dia lakukan dikota nantinya. Kemudian dia teringat temannya yang ada diluar kota. Randi kemudian bergegas mengambil ponselnya. Setelah itu dia mencari nomer telepon temannya yang ada diponselnya tersebut.
Tetapi dia belum juga menemukan nomer telepon temannya. Tetapi randi tetap bersabar dan berusaha menemukan nomer telepon temannya.
Setelah tidak kunjung menemukan nomer telepon temannya pada akhirnya randi diam sejenak dan berpikir. "Dimanakah aku menyimpan nomer temanku redi ya."
Kemudian setelah itu randi mencoba mengingat sesuatu tetapi dia tidak mengingat apapun. Tapi randi tidak putus asa dia berusaha untuk mengingat sesuatu namun dia masih belum dapat petunjuk.
__ADS_1
Akhirnya randi mencoba untuk mengecek kembali ponselnya, randi terus berusaha mencari nomer telepon temannya redi yang ada dikota. Hari semakin larut malam randi masih belum mendapat pentunjuk apapun, dia memutuskan untuk tidur dan melanjutkannya esok harinya.