Perjuangan Cinta Randi

Perjuangan Cinta Randi
Berkeliling kota


__ADS_3

Setelah menceritakan musibah yang didapat kepada redi semalam. Pagi harinya redi berencana mengajak randi pergi berkeliling kota untuk menghilangkan stress dia yang semalam. Dan kebetulan hari ini redi libur kerja, redi juga ingin sekalian menunjukkan tempat kerja randi.


Kemudian dipagi harinya redi bersiap-siap duluan dan setelah itu redi membangunkan randi yang masih tidur.


"Ran, ran ayo bangun. ini sudah pagi, aku akan mengajak kamu berkeliling kota dan sekalian menunjukkan tempat kerjamu."


Randi pun terbangun dan akhirnya dia pergi ke kamar mandi dan setelah itu dia bersiap-siap untuk berangkat ke kota bersama redi. Randi kemudian mencari redi dan tanpa sengaja randi melihat dari jendela redi sedang memanasi sepeda motor. Kemudian randi menghampiri redi.


"Redi…apakah kamu sudah selesai memanasi motornya?" tanya randi.


"Sudah ran. Ayo kita berangkat sekarang."


"Tunggu dulu redi. Seperti ada yang ketinggalan nih. Tapi apa ya." ujar randi


"Oh ya aku ingat. Kita melupakan helm."


"Oh ya betul. Untung kamu ingat redi kalau tidak kita bisa ditilang."


"Iya juga ran. Untung tadi kamu mengigat ada sesuatu yang kelupaan sebelum kita jalan menggunakan motor tadi."


Setelah itu randi kemudian mengambil helm didalam rumah dan kemudian randi dan redi pun berangkat menuju kota.


Randi sangat terpukau melihat keindahan gedung-gedung yang ada di kota pada saat mereka dalam perjalanan. Setelah itu redi mengajak randi ke taman kota untuk melihat keindahan taman disana.


Sesampai disana mereka pun turun dari sepeda motor dan randi tampak terkejut melihat taman yang di kota. Redi yang melihat randi terkejut menepuk bahu randi dan berkata.


"Ada apa ran. Kamu terkejut ya melihat taman di kota ini."


"Iya redi aku terkejut melihat suasana disini. Sangat ramai dan pemandangan taman ini bagus sekali."

__ADS_1


"Iya beginilah di kota ran. Tetapi aku lebih suka pemandangan di kampungmu lebih indah dan hijau."


"Tapi taman disini bagus juga kok redi."


"Iya emang bagus. Tapi aku lebih suka pemandangan di kampungmu sangat nyaman." ungkap redi


"Iya kalau ada waktu nanti kamu mampirlah ke kampung aku." ucap randi


"Iya pasti ran. Soalnya aku punya teman juga disana."


"Benarkah redi. Siapa dia?" tanya randi.


"Untuk sekarang masih rahasia. Nanti pada saat di kampung aku kasih tahu." jawab redi


"Yaelah redi. Pakai rahasia segala lagi. Kamu mirip teman aku di kampung yang menyimpan rahasia juga."


"Oh ya. Siapa dia?" tanya redi.


"Walah kamu main rahasian segala ran."


Setelah mereka berbicara redi kemudian mengajak randi untuk pergi melihat tempat kerjanya. Rendi pun setuju dan mereka langsung berangkat ke tempat lokasi kerjanya randi.


Setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu jauh jaraknya dari taman kota ke tempat kerjanya randi akhirnya mereka pun sampai. Redi berhenti dipinggir jalan sebelum sampai di toko kue tempat kerja randi. Kemudian redi berkata kepada randi. " Ran kita stop disini saja ya".


Kemudian randi nampak kebingungan karena redi setop di pinggir jalan padahal randi melihat lokasi toko kue tempatnya kerja itu masih depanan lagi. Randi pun bertanya kepada redi."


"Loh kok berhenti disini redi kan toko kuenya masih ada didepanan lagi." ucap randi


"Iya ran disini aja dah. Soalnya kemarin aku sudah berbicara ke bos toko kue tersebut bahwa ada temanku yang akan masuk kerja disini pada hari senin. Nah dan kebetulan pemilik toko kue ini adalah temanku ran. Jadi kamu ngak perlu khawatir, kamu bisa memulai bekerja besok harinya." ungkap redi

__ADS_1


"Terima kasih ya redi. Kamu sudah banyak membantu aku." ucap randi


"Iya sama-sama ran."


"Emang sekarang hari ini hari apa redi."


"Sekarang hari minggu . Kenapa kamu bertanya soal itu."


"Iya tidak ada, hanya mengujimu saja." canda randi


"Waduh kamu ran, ran. Ada ada saja kamu ini, pakek diuji segala lagi."


"Terus sekarang kita akan kemana."


"Kehatimu ran". canda redi


"Aku ngak punya hati." canda randi


"Waduh gawat dong kalau kamu ngak punya hati. Entar bagaimana kamu bisa menerima seseorang." canda redi


"Ah… bodoh amat kalau soal itu. Itu urusan nanti saja."


"Jangan bilang begitu dong, entar nanti ada cewek yang kamu sukai."


"Waduh kamu ini redi. Sudahlah kita pergi saja dari sini. Kita akan pergi kemana sekarang." ucap randi


"Sudah kita pulang saja kerumah. Yang terpenting kamu sudah mengatahui lokasinya."


"Benar juga ya redi. Kita pulang saja lah kerumah sekarang."

__ADS_1


"Siap ran."


Setelah itu mereka pun pulang kerumah redi dan setelah itu kemudian randi dan redi pun beristirahat karena mereka besok akan pergi bekerja.


__ADS_2