
Randi memasuki ruangan bos yori dan segera menanyakan harga kue coklat tersebut.
"Bos… maaf mengganggu aku ingin bertanya."
"Iya tidak apa randi silahkan bertanya apa."
"Begini bos harga kue coklat yang ada didepan itu berapa ya bos."
"Loh si lara kan tahu harganya." ucap bos
"Tapi dia bilang tadi tidak tahu bos."
"Sekarang coba kamu keluar randi dan cek lagi."
"Siap bos."
Kemudian randi keluar dan segera menanyakan ke lara tentang harga kue tersebut. Tetapi setelah randi keluar, pembeli tersebut sudah tidak ada. Kemudian randi bertanya kepada lara.
"Lara kemana sudah pergi pelanggan tersebut."
"Ya pergi keluarlah."
Kemudian randi melihat kue coklat yang tadi ditanyakan oleh pelanggan, tetapi kue tersebut sudah tidak ada. Randi kemudian menyakan hal tersebut ke lara.
"Lara kemana kue coklat yang ada disini."
"Sudah dijual tadi ke pembeli."
"Loh… bukannya kamu tidak tahu harga tadi."
"Iya emang. Itu kan tadi aku tidak mengetahui harganya."
"Loh… jika kamu tidak tahu harganya. Terus berapa harga yang kamu kasih ke pembeli itu."
"Kan sudahku bilang randi itu kan tadi. Tapi kalau sekarang aku sudah mengetahui harga kue tersebut."
"Waduh kamu ngak beres lara. Tadi kamu bilang tidak tahu, tetapi sekarang kamu bilang tahu."
"Kamu bilang aku ngak beres randi. Ngak salah nih aku denger."
"Oh… masih kurang jelas ya. Kamu ini beres atau tidak!" ucap randi dengan tegas.
__ADS_1
"Oh… kamu cari masalah lagi ya sama aku."
"Ngak kok. ngak cari masalah cuma kamunya aja yang mudah tersinggung dengan ucapanku." ucap randi
"Aku tersinggung dengan ucapanmu. kalau iya kenapa." ucap lara
"Berarti kamu orangnya mudah tersinggung."
"Kamu bilang tersinggung. Kamu kali yang mudah tersinggung!" ucap lara dengan nada marah
"Waduh sudah mulai marah nih." ucap randi
Kemudian ditengah perdebatan mereka datanglah bos yori. Bos yori mendengar perdebatan mereka dari dalam ruangannya.
"Kalian berdua. Ada apa ini kalian berisik-berisik!" ucap bos yori dengan tegas.
Kemudian lara dan randi terkejut melihat bos yori datang.
"Maaf bos. Tapi lara yang duluan berisik bos." ucap randi
"Apa aku. Kamu kali randi yang duluan ngajak ribut."
"Sudah. Saya ngak mau tahu siapa yang duluan ribut. Sekarang kalian berdua harus bisa akur atau tidak kalian berdua saya pecat!" ucap bos yori dengan tegas
Setelah kejadian tersebut mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
"Ayo kembali bekerja kamu randi." ucap lara
"Loh… kamu juga kembali bekerja lara." ucap randi
"Iya randi. Santai aja lah atau kamu suka ya berantem sama aku."
"Jangan bercanda deh kamu lara ngak lucu tahu."
"Iya deh jangan ngambek kayak gitu randi."
Kemudian tiba-tiba ada seorang dua pembeli masuk ke toko. Mereka berdua sedang mencari kue untuk pesta ulang tahun.
"Maaf mbak mau tanya. Ada kue ulang tahun yang agak dari ini." ucap pembeli
"Oh ada mbak yang ini agak besaran. Tapi harganya lebih mahal dari yang ini." ucap lara
__ADS_1
"Oh ya yang itu dah mbak. Tolong dibungkus ya." ucap pembeli
"Baik mbak.
Kemudian lara menyuruh randi untuk membungkus kue tersebut.
"Randi kamu bungkus kue ini." ucap lara
Kemudian randi mendekati lara untuk membisikan sesuatu kepadanya.
"Lara sini dulu." ucap randi
"Ada apa randi."
"Sini dulu dah lara ngak usah banyak tanya."
Randi pun mendekati lara dan membisikan sesuatu.
"Lara aku masih belum tahu cara membungkus kue yang sebesar ini." ucap randi dengan pelan
"Waduh kamu ngak bisa. Yaudalah biar aku aja yang bungkus." ucap lara
Kemudian lara pun membungkus kue tersebut sendirian. Randi pun hanya melihat cara lara membungkus kue tersebut. Didalam hati randi berpikir.
"Akhirnya kena juga dia balasan dari aku yang waktu ngerjain aku menyuruh tanya harga kue ke bos tadi." ucap randi dalam hati
Kemudian setelah itu lara pun memberikan kue tersebut ke pembeli.
"Ini mbak kuenya." ucap lara
"Oh ya. Jadi berapa totalnya." ucap pembeli
"Jadi totalnya lima ratus ribu mbak."
"Oh baik ini uangnya."
Kemudian randi berbicara kepada pembeli tersebut.
"Mbak biar aku mengantar kue tersebut ke kendaraannya." ucap randi
"Baiklah kalau begitu." ucap pembeli
__ADS_1
Setelah mengantar kue tersebut ke kendaraanya, randi melihat jendela depan agak kotor. Lalu randi pergi mengambil kain lap untuk membersihkan jendela tersebut.
Kemudian disaat randi masih sibuk membersihkan kaca jendela, lara masih kepikiran soal kejadian randi yang bilang kepada lara, randi tidak bisa membungkus kue tersebut. Kemudian lara memanggil randi yang sedang membersihkan jendela depan toko.