
Pagi harinya randi masih memimikirkan sesuatu tentang persoalan yang tadi malam. Dia bingung karena belum menemukan nomer telepon temannya.
Akhirnya randi merasa sedih dan memutuskan untuk keluar rumah untuk memancing dan menghibur diri sendiri. Dia pergi ke sungai untuk memancing, dan tiba-tiba ada seseorang yang memanggil randi dari belakang
"Randi tunggu sebentar."
Randi pun menoleh kebalakang dan melihat seseorang dan ternyata dia adalah dama tetangganya randi. Randi pun menghampiri dama dan mejawab.
"Oh ternyata kamu dam. Kamu mau pergi kemana?."
"Tidak kemana-mana ran, cuma mau mencari udara segar."
"Oh kalau begitu kamu ikut aku ayo dama."
"Ikut kemana randi."
"Ikut ke mal."
"Serius ran, bukannya kamu lagi megang pancing."
"Iya emang lagi megang pancing, terus menurutmu kalau lagi megang pancing mau kemana."
"Iya pergi mancing ran."
"Nah itu kamu tahu dama."
"Owalah, kamu mau coba tipu aku ya."
"Ngak kok ngak mau ditipu, cuma mau dicandain."
"Iya sudah randi kita berangkat aja ke sungai ntar keburu siang."
"Ok. Emang kenapa kalau siang."
"Ngak papa kok."
Setelah berbincang mereka berdua pergi ke sungai untuk memancing ikan dan kemudian sesampainya disana mereka pun duduk. Setelah itu randi masih kepikiran soal nomer telepon temannya yang di kota, randi merenung dan redi yang melihat randi merenung mencoba bertanya.
__ADS_1
"Randi kamu kenapa kok merenung, tadi ceria sekarang merenung."
"Ngak papa kok dama."
"Serius ngak papa. Oh aku tahu kamu kenapa karena ngak jadi ke mal kan waktu tadi kamu yang mengajakku aku pergi."
Randi pun tersenyum mendengar jawaban dama dan kemudian randi ingin menceritakan sesuatu ke dama.
"Dama… sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu." ujar randi
"Membicarakan apa?."
"Sebenarnya aku ingin pergi ke kota untuk bekerja dan aku punya teman disana. Tetapi nomer teleponnya tidak ada. Entah dimana aku menyimpannya, ataukah nomer temanku itu hilang ya." ungkap randi
"Yang sabar ya ran."
"Aku sudah sabar kok."
"Oh begitu iya."
"Kalau boleh mengatakan sesuatu aku ada saran untuk kamu."
"Iya silahkan dama ayo katakan."
"Sebenarnya randi aku punya nomer teman mu itu."
"Serius nih."
"Iya serius."
"Kenapa kamu ngak ngomong dari tadi redi!" bentak randi.
"Ooo… santai randi jangan marah kayak gitu."
"Aku ngak marah kok cuma kesal."
"Sama aja kali randi."
__ADS_1
"Yah…terserah kamu lah mau nanggapinnya gimana."
Setelah berbincang-bincang dengan dama randi pun penasaran bagaimana dama bisa mempunyai nomer teman nya yang di kota itu. Tetapi dama merahasiakan bagaimana dia bisa mempunyai nomer telepon teman randi tersebut.
Akhirnya mereka berdua pun mulai memancing, akan tetapi mereka belum kunjung mendapatkan ikan. Dama merasa bosan karena belum mendapat ikan satupun. Kemudian dama mengajak randi untuk pulang, tetapi randi menolak untuk pulang dan dia mengatakan.
"Sabar dulu dam sebentar lagi kita pulang, siapa tahu lagi sebentar kita dapat."
"Yah… dari tadi aku sudah sabar ran, tapi masih belum dapat juga nih." ujar dama
"Yah namanya juga memancing dam, harus banyak bersabar jika belum dapat."
Akhirnya waktu pun sudah mulai sore, dan mereka pun akan segera pulang tetapi mereka masih belum mendapatkan ikan satupun. Kemudian tiba-tiba pada saat mereka memutuskan akan pulang, ada ikan yang menyambar umpan pancing dari punya randi. Kemudian setelah itu randi segera menarik pancingnya itu, dan hasilnya randi mendapatkan ikan yang cukup besar. dama yang melihat randi mendapatkan ikan merasa sangat senang dan setelah itu mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Setelah mereka memutuskan untuk pulang ditengah perjalanan mereka berbincang-bincang soal mendapatkan ikan yang tadi. Tetapi randi masih kepikiran soal nomer telepon temannya redi yang dikota. Randi pun ingin menyakan lagi soal tersebut ke dama karena dia masih sangat penasaran.
"Dam aku ingin bertanya sesuatu nih"? tanya randi.
"Bertanya apa ran."
"Soal yang tadi nomer teman aku redi yang ada dikota. bagiamana kamu bisa tahu nomer dia"? tanya rendi.
"Ooo… soal yang tadi ya. Kalau kamu bertanya soal itu… itu masih menjadi rahasia."
"Ayolah tolong dijawab aku semakin menjadi penasaran nih."
"Iya nanti aku jawab, kalau waktunya sudah tepat." ujar dama
"Baiklah jika kamu mau masih menyimpan rahasia tersebut. Aku akan menunggu jawabannya seperti yang kamu katakan tadi.
"Oke bagus lah kalau kamu mengerti." ujar dama
"Dama kita mampir sebentar diwarung itu untuk beli minuman ya."
"Oke baiklah."
Kemudian setelah mereka berdua memutuskan membeli minuman itu, mereka berdua pun mampir ke warung tersebut dan beristirahat sebentar. Setelah itu randi dan dama pun melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1