Perjuangan Cinta Randi

Perjuangan Cinta Randi
Berangkat ke kota


__ADS_3

Pagi hari telah tiba. Randi pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi. Kemudian setelah randi sudah siap untuk pergi dia pamitan dulu ke orang tuanya. Setelah pamitan randi pun akan berangkat ke terminal bus. Tetapi dia bingung siapa yang akan mengantarnya pergi ke terminal, karena untuk pergi ke terminal bus jaraknya cukup jauh.


Randi kemudian berpikir dan menemukan sebuah jalan keluar. Randi berpikir dia bisa meminta bantuan ke teman dekatnya yaitu dama. Sebelum pergi ke rumah dama, randi menghampiri orang tuanya.


"Bapak, ibu aku berangkat sekarang ya."


"Iya nak, hati-hati dijalan ya." ujar ibu


Kemudian setelah itu bapak randi menanyakan kepada anaknya dengan siapa siapa dia akan pergi ke terminal.


"Randi kamu akan pergi dengan siapa ke terminal. Jaraknya cukup jauh loh dari kampung kita, atau kamu mau bapak antar."


"Tidak usah bapak entar bapak kecapean mengantar randi. lagi pula kita kan tidak punya motor kan pak. Biar randi meminta bantuan ke dama untuk mengantar randi."


"Rencanya bapak mau meminjam motor ke teman bapak. Tetapi tidak masalah jika kamu minta tolong diantar sama dama, bapak setuju kamu diantar dama."


"Baiklah bapak, ibu. Randi pamit ya. Randi akan pergi menemui dama kerumahnya."


"Baiklah nak kamu hati-hati dijalan ya. Bapak dan ibu akan selalu berdoa yang terbaik untukmu." ujar ibu

__ADS_1


Setelah berpamitan ke orang tuanya. Kemudian randi menuju ke rumah dama kebetulan dama ada di halaman rumah memanasi sepeda motornya, randi kemudian menghampiri dama.


"Dama kamu mau kemana kok sudah rapi sekali."


"mau mengantar kamu."


"Loh kamu kok tahu aku mau pergi."


"Iya aku tahu karena sebenarnya barusan aku mau ke rumahmu. Tetapi tidak jadi menghampirimu karena aku melihat kamu sudah rapi dan membawa tas kemudian aku mendengar kamu berpamitan ke orang tuamu. Setelah itu aku berpikir yang kamu ucapkan kemarin kepadaku bahwa kamu berencana akan ke kota. Jadi aku menarik kesimpulan bahwa kamu benar akan jadi pergi ke kota. Kemudian aku bergegas balik kerumah bersiap-siap untuk mengantarmu ke terminal." ungkap dama


"Terima kasih ya dam kamu sudah pengertian. Kamu adalah temanku yang terbaik. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih."


"Iya ran sama-sama."


Di perjalanan randi dan dama terdiam. Mereka tidak mengatakan sesuatu seperti yang sering mereka lakukan ketika dikampung. Mereka sering bercanda dan bergurau tetapi hari ini mereka terdiam dan tak mengatakan apapun diperjalanan. Randi dan dama merasa sedih. Tetapi dama berpikir dalam hati. "Suatu saat aku pasti akan bertemu dengan randi lagi. Aku harus kuat melepas kepergian temanku ini."


Kemudian sampai lah mereka ke terminal bus. Kemudian randi dan dama turun dari sepeda motor. Setalah itu mereka kemudian mendatangi loket bus. Randi pun membeli tiket bus dan ke berangkatan bus tersebut masih 1 jam lagi. Karena masih ada waktu 1 jam, randi mengajak dama untuk sarapan nasi ke warung.


"Dama masih ada waktu 1 jam sebelum waktu aku berangkat. Mari kita sarapan bersama untuk yang terakhir kali." ucap randi dengan nada sedih

__ADS_1


"Baiklah ran ayo. Kamu jangan murung dan besedih gitu dong ran, yang semangat dong. Suatu saat kita masih bisa bertemu lagi kan." ucap dama dengan pelan


"Baiklah dam, ayo kita ke warung untuk sarapan."


Setelah itu mereka pun pergi ke warung untuk sarapan. Dama kemudian memberikan semangat untuk randi yang akan bekerja ke kota.


"Ran ayo dimakan makananmu, mumpung masih hangat. Atau kamu masih galau ya mikiran temanmu ini." canda dama


Randi tersenyum mendengar ucapan dari dama dan mengatakan. "Ngak kok dam aku sudah semangat lagi nih."


"Begitu dong yang semangat, biar bisa bekerja dengan semangat dan tidak loyo nanti ketika bekerja." ujar dama


"Hehehe… boleh lah nasehatmu itu. Terima kasih ya dam atas semangat yang kamu berikan kepadaku."


"Sama-sama ran. Oh ya ran kamu ngak jadi ngajak temanmu ini ke mal ya." canda dama


"Hah… ke mal serius nih dam. Kamu mau tipu balik aku ya. Oh ngak akan bisa, karena kalimat yang kamu gunakan sudah kugunakan duluan." canda randi


Dama pun tertawa terbahak-bahak dan mengatakan. "Wow, kamu masih ingat ya waktu kejadian itu ya. Luar biasa."

__ADS_1


"Iya lah dam, aku ngak akan lupa kejadian itu."


Setelah mereka berbicara. Waktunya, busnya akan segera berangkat. Randi kemudian menaiki bus dan mengucapkan terima kasih kepada dama.


__ADS_2