PERNIKAHAN MISTERIUS

PERNIKAHAN MISTERIUS
BAB 3


__ADS_3

Pagi ini Riko terbangun lebih pagi dari biasanya, ia yang biasa sholat shubuh menjelang waktu dhuha, kini tiba-tiba bisa bangun tepat waktu, tepatnya bukan bangun tepat waktu, melainkan semalam tak bisa tidur memikirkan permintaan ayah pujaan hatinya, sujudnya kali ini sangat khusu dan lama, ia mencoba bercengkrama pada Tuhannya, ini baru pertama kalinya, karena selama ini ia sholat hanya sekedar menggugurkan kewajibannya saja, setelah salam segera pergi setelah berdoa sekenanya, dan waktunya pun sesuka hatinya, tak pernah tepat pada waktunya.


"Tuhan Allah, apa benar engkau mengirimkan jodoh dalam sekejap untuk bujang lapuk sepertiku, betapa baiknya engkau padaku kalau itu benar, tapi aku masih ragu, ini seperti mimpi, tapi aku ingin sekali memastikan ini semuanya benar-benar mimpi atau nyata, uang di kantong hanya seratus ribu ya Tuhan, benarkah dengan uang itu aku bisa meminang seorang gadis pujaanku, ini benar-benar seperti tak nyata Tuhan, tapi aku ingin berharap padamu Tuhan, jadikanlah ini kenyataan, kalau ini semua nyata mulai esok aku akan berubah menjadi laki-laki yang lebih baik, aku akan belajar mencintaimu Tuhan, ku mohon Tuhan jadikan ini nyata, jangan cuma mimpi Tuhan." tanpa Riko sadari sudah satu jam ia bergelut dalam sujud, mencoba untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, ia sangat takut kalau ini hanyalah sebuah mimpi, tapi ia tetap ingin memastikannya, namun ia memilih meminta bantuan kepada Tuhannya terlebih dahulu, entah sudut kecil hatinya yang bagian mana begitu yakin bahwa berharap kepada Tuhan itu adalah yang terbaik, pasti tidak akan menelan kekecewaan, ia sangat yakin, dan berani mencoba untuk memastikan.


Riko sudah mantap, pagi ini ia membersihkan diri lebih bersih dari biasanya, ia obrak-abrik isi nakas kecil di kamar kost sempitnya, tempat ia menyimpan beberapa helai baju yang ia miliki. Setelah bercermin di depan kaca jendela kamarnya, ia termenung sejenak, benarkah ia akan menikah hari ini, lantas bagaimana kelanjutannya, andaikan pernikahan itu benar-benar terjadi. Riko mulai gusar, namun sejurus kemudian ia menghempaskan semua pemikiran itu, ia memutuskan untuk menjalaninya saja dulu, berharap Tuhan kali ini sedang benar-benar ingin memberikan kebaikan padanya.


*****

__ADS_1


"Rapi bener kamu Ko?" sapa Vina yang terheran dengan penampilan terapi Rio di sepanjang pertemanan mereka.


"Udah cakep belum Vin?" tanya Riko memilih untuk membiarkan Vina tetap merasa penasaran.


"Dasar narsis, yakin mau nganterin koran dengan kostum Serapi itu?" tanya Vina lagi masih terus penasaran.


"Itu orangnya, eh tunggu dulu, btw ini ada acara apaan sih, pada rapi bener, yakin mau nganterin koran dengan pakaian serapi itu?" rasa penasaran Vina menjadi semakin bertambah dua kali lipat.

__ADS_1


"Ada deh, kepo aja kamu jadi cewek." bukannya menjawab rasa penasaran Vina, Riko lebih memilih menambah rasa penasarannya.


Berangkatlah Riko, dan Paijo yang sudah dimintai tolong sebelumnya untuk menjadi saksi pernikahan temannya yang super dadakan itu. Vina hanya bisa menyaksikan punggung kedua teman kerjanya yang perlahan menghilang, dengan rasa penasaran yang masih memenuhi dirinya.


Sampailah Riko dan Paijo di depan kediaman calon bidadari syurganya, dalam hati Riko bergumam, "bismillah semoga ini bukanlah mimpi."


Riko kelabakan, ketika tersadar bahwa ia di minta membawa dua orang saksi dari pihaknya, namun Riko hanya membawa serta Paijo kawannya, tinggal satu langkah ia menuju pada impiannya, namun malah kegugupan memenuhi dirinya, ia memeras otaknya agar bisa menemukan cara bagaimana mendapatkan satu saksi lagi yang terlupakan.

__ADS_1


__ADS_2