PERNIKAHAN MISTERIUS

PERNIKAHAN MISTERIUS
BAB 6


__ADS_3

Saat Riko mendengar papi mertuanya memerintahkan pelayannya untuk memanggil putrinya keluar, jantung Riko berdegub kencang dengan ritme yang tak beraturan, ia masih merasa gugup namun juga sangat bahagia, meski pernikahan ini seakan menjadi misteri dalam kehidupannya, karena ia tak pernah sedikitpun pernah membayangkan hal semacam ini akan terjadi di dalam hidupnya.


Rika melangkah malu-malu mendekat ke arah suaminya, membuat Riko mengangkat wajah dan menatap ke arah gadis pujaan yang beberapa menit lalu telah sah menjadi istrinya, tak seperti yang ada dibayangannya, ternyata Rika tak sedang mengenakan pakaian pengantin seperti layaknya pengantin pada umumnya, dia hanya mengenakan gamis syar'i berwarna biru muda, dengan polesan make up yang sangat natural, namun tetap menampilkan kecantikan yang paripurna, karena memang Rika sudah cantik alami sebelumnya.


Meski berpenampilan sederhana di hari pernikahan, namun di mata Riko hari ini istrinya tampak dua kali lipat lebih cantik dan anggun dari biasanya, lebih tepatnya pertemuan singkat mereka yang terhitung hanya dua kali saja itu, karena baru kali ini juga Riko melihat penampilan feminim istrinya dengan balutan pakaian syar'i, karena pada pertemuan sebelumnya penampilan Rika lebih terkesan modis, karena selalu mengenakan pakaian yang sedang trend di kalangan anak muda, dengan hijab asal menutupi kepalanya saja yang mana sudah pas dengan pakaian yang sedang dikenakannya.


Memandangi istrinya dengan pakaian seperti itu, mengingatkan Riko pada janjinya dengan Tuhan, ia berjanji akan berusaha berubah menjadi hamba yang lebih baik lagi jika pernikahan ini benar-benar terjadi, bukan hanya sekedar mimpi belaka.

__ADS_1


"Kak." sapaan lembut bidadari dihadapan Riko sejenak menyadarkan diri dari pemikiran-pemikiran yang tanpa di komando berbaris mengelilingi seluruh ruang pikirannya.


"Iya." Riko bingung harus memanggil istrinya dengan sebutan apa, hingga hanya ucapan iya saja yang keluar dari mulutnya.


"Ayo sayang, sekarang Riko sudah resmi jadi suami kamu, salim dulu sama suamimu sayang!" pinta Bambang pada putrinya memecah ketegangan di antara keduanya.


Rika menuruti permintaan papinya dan dengan malu-malu mencium dengan takzim punggung tangan suaminya, namun Riko yang bingung harus melakukan apa, karena Riko tak pernah membayangkan akan ada di posisi seperti ini, ingin memeluk ia malu ada kerabat di sini, ingin mencium kening seperti di adegan sinetron-sinetron Riko lebih malu lagi, akhirnya hanya senyuman dan ucapan terima kasih saja yang bisa Riko berikan untuk istrinya. "Terima kasih sudah mau menjadi istriku, insyaallah kak Riko akan berusaha dengan keras untuk membahagiakanmu." sukses Riko mengucapkan kata-kata yang membuat kerabat di sekitar berdecak kagum, menurut Riko Tuhan lah yang telah membantu menuntun lisannya untuk mengatakan kata-kata seperti itu, yang bahkan tak pernah terpikir olehnya.

__ADS_1


"Saya hanya tinggal di kostan satu petak dan sempit om, jika putri om berkenan ikut dengan saya hidup seadanya bersama saya, saya akan merasa sangat bahagia, tapi saya membebaskan keputusan di tangan putri om, karena saya juga tidak ingin memaksakan keinginan saya dengan memaksa putri om hidup seadanya bersama saya." jawab Riko mantap, entah keyakinan apa yang dimilikinya, hingga berani menawarkan diri membawa istrinya bersamanya, karena bagaimanapun Riko menyadari bahwa dengan ikrar pernikahan yang ia ucapkan tadi, maka kini istrinya adalah sepenuhnya tanggung jawabnya.


"Bagaimana sayang, kamu ingin tinggal disini atau tinggal di kostan suamimu? jangan khawatir sayang apapun keputusanmu, papi akan tetap membantu kalian jika kalian kesusahan, jangan sungkan meminta bantuan papi." tanya Bambang penuh kasih dan sangat bijaksana pada putri semata wayangnya.


"Kalau Rika ikut kak Riko bagaimana dengan papi? nanti papi di rumah sama siapa?" tanya Rika balik menghawatirkan papinya yang pasti akan sendirian jika di tinggal olehnya.


"Kamu tenang saja sayang, papi baik-baik saja, jadi pilih sesuka hatimu." jawab Bambang menenangkan kekhawatiran putrinya.

__ADS_1


"Baiklah Rika memilih ikut dengan kak Riko apapun keadaannya." akhirnya Rika memilih ikut dengan suaminya, karena ia tak mau merendahkan martabat suaminya hanya karena dirinya berasal dari keluarga kaya.


"Alhamdulillah, terima kasih istriku." jawab Riko spontan, sepertinya panggilan itu yang akan ia gunakan untuk memanggil pujaan yang kini telah halal baginya.


__ADS_2