
"Ehemmm,,, kamu siap Riko!" calon mertua Riko berdeham, menyadari kegugupan calon menantunya yang di anggapnya hal biasa.
"Si siap om." jawab Riko terbata.
"Riko Arya Dirgantara saya nikahkan kamu dengan putri kandung saya Rika Rahimah Salihah dengan mas kawin uang seratus ribu rupiah di bayar tunai." ucap calon mertua Riko yang baru di ketahui namanya adalah Bambang Suherman dengan tegas seraya menjabat kuat telapak tangan calon menantunya.
"Saya saya saya." jawab Riko terbata-bata mengulang kata saya karena benar-benar merasa gugup di tambah tanpa latihan sebelumnya.
"Loh kok masih gugup aja kamu, gimana ini mau di lanjut apa tidak?" tanya Bambang dibuat semenakutkan mungkin untuk mengintimidasi calon menantunya, padahal dalam hatinya ia ingin sekali tertawa dan memeluk anak muda yang di anggapnya pemberani dan cocok sekali untuk mendampingi putri kesayangannya.
__ADS_1
"Maaf om akan saya ulangi lagi." jawab Riko sedikit takut, dan berusaha mengatur irama detak jantungnya yang tak beraturan. Paijo yang berada di belakang Riko mengelus punggung teman kerjanya ini, menyalurkan sugesti untuk membuat Riko lebih tenang.
Akhirnya Bambang pun mengulang kembali akad yang di ucapkannya tadi, dan lagi-lagi Riko melakukan kesalahan, namun Bambang juga lagi-lagi mau mengulangnya, karena baginya cukup Riko datang menepati janji saja, masalah akad yang harus di ulang-ulang itu hal biasa, karena dulu ia pernah berada di posisi calon menantunya saat melangsungkan akad nikah dengan mendiang istrinya, sama dengan Riko, dirinya yang dulu tak punya apa-apa, namun berani mencintai seseorang gadis dari keluarga berada dan secara tiba-tiba pula ia di tantang untuk menikahi mendiang istrinya esok harinya juga. Bambang melakukan semua ini ingin mengikuti jejak mertuanya yang tak pernah memandang status sosial siapapun, asal mau menikahi putrinya tanpa berpacaran terlebih dahulu itu sudah lebih dari cukup.
Riko pun kembali menyimak kalimat akad yang diucapkan oleh Bambang dengan seksama, kegugupan mulai berkurang dan berganti menjadi semangat, dia akan merasa malu sekali kalau harus gagal untuk ketiga kalinya. "..... tunai." pungkas Bambang.
"Saya terima nikahnya Rika Rahimah Salihah putri dari bapak Bambang Suherman dengan mas kawin yang telah disebutkan di bayar tunai." akhirnya Riko berhasil mengikrarkan akad suci pernikahan, menghalalkan hubungannya dengan gadis pujaan.
Sah
__ADS_1
Sah
Sah
Sah
Suara segelintir saksi yang dihadirkan bersahutan mengucapkan kata sah, dan itu artinya Riko dan Rika kini telah sah menjadi pasangan suami istri.
"Alhamdulillah, baik nanti saya yang akan mengurus surat-surat nya, kamu dan Rika nanti tinggal tanda tangan saja, pernikahanmu hari ini masih bisa di bilang pernikahan siri, karena masih belum ada surat-suratnya, nanti setelah surat-suratnya selesai kalian boleh melangsungkan acara resepsi." tutur Ahmad yang bersedia mengurus surat-surat pernikahan untuk keponakannya sesuai permintaan kakak laki-lakinya Bambang.
__ADS_1
Ahmad adalah adik laki-laki Bambang yang selama ini bekerja di kantor urusan agama, pekerjaannya adalah menikahkan orang seperti ini, jadi mudah sekali bagi Bambang untuk mengurus keperluan surat menyurat untuk pernikahan putrinya meskipun diadakan secara dadakan.
Rika yang tiba-tiba dinikahkan oleh papinya, bukannya bersedih tapi malah bahagia, karena ternyata diam-diam ia sudah menaruh hati pada Riko jauh sebelum mereka bertemu. Bambang menyadari ada yang berubah dari putri kesayangannya sejak awal, iapun tak mau tinggal diam, ia mulai menyelidiki segala hal yang diam-diam dilakukan putrinya, ia tidak ingin sampai putrinya melakukan kesalahan atau dalam kesulitan.