
mataharipun sudah terbit dan pasangan yang baru menikah itu tetap tertidur pulas.sampai abella terkaget dengan keberadan pangeran tampan di tempat tidurnya.
"kenapa dia tidur disini,harusnya dia tidur disopa,tapi jujur dia seperti pangeran,akh bukan dia seperti malaikat yang turun.tampan sekali".ucapku pelan.
pipiku merona dan panas saat memandang wajahnya,sungguh ini pertama kalinya aku terpanah dengan seorang pria.
kukira saat itu aku tidak normal karna aku selalu tidak menyukai pria tapi sepertinya perkiraanku salah,tentang diriku tidak normal.
bibir sexsinya,bulu mata yang panjang membuat orang yang memandangnya mendapatkan ketenangan.
aku memperhatikan bibir sexsinya dengan seksama,membuatku menelan salivaku sendiri saking tergiurnya dengan bibir sexsinya.
"bibirnya sangat menggiurkan,ingin rasanya aku mencobanya".ucapku nakal.
"tidak,,abella apa yang kau pikirkan,kau tidak bisa melakukan sesuatu yang memalukan,kau seperti orang gila jika melakukannya".pikiranku yang kacau.
aku kembali memandangi bibir saxsi itu yang sendari tadi membuat aku prutasi ini rasanya merasakan bibir yang tadi menggiurkan itu.
"tidak apa abella,victor juga tidak akan tahu jika kau menciumnya,kan hanya sedikit aku menciumnya.
abella mencium bibir victor dengan ragu,tapi karna penasaran dan keinginannya sangat tinggi dia menepis keraguannya dan memberanikan diri untuk mencium victor.
saat bibir abella menyentuh bibir victor,ada debaran jantung yang tidak karuan,membuat abella tidak melanjutkan ciumannya kepada victor.
saat abella akan mengangkat kepalanya,tiba tiba ada tangan yang menahannya,dan dia langsung ******* bibir mungil abella dengan mata terpejam.
abella yang sadar bibirnya di *****,dia langsung refleks menggigit bibir victor sampai berdarah.
setelah terlepas dari ciuman victor,abella terengah engah karna dia hampir kehabisan napas.
"apa yang kau lakukan?".tanyaku.
"seharusnya aku yang bertanya,apa yang kau lakukan saat aku tertidur?".ucapnya.
"tidak aku tidak melakukan apapun".jawabku gugup.
"masa sih tidak melakukan apapun,tapi saat aku tidur bibirku terasa ada yang mencium".ucapnya genit.
"aku tidak menciummu,tapi malah sebaliknya".ucapku mengelak.
aku tersadar dengan apa yang tadi aku ucapkan."tunggu bukannya sama saja aku mengaku bahwa aku menciumnya saat dia tidur".batinku.
aku melirik victor yang sedang tersenyum kemenangan dan aku tersadar bahwa aku di jebak."jadi dari tadi dia tidak tidur dia mengdengar apa yang aku ucapkan,pantas saja dia merasakan ada yang menciumnya".batinku.
"kau menjebakku?".teriakku pada victor.
__ADS_1
"menjebak?menjabak apa?aku tidak menjebak,malah aku yang dirugikan".ucapnya mengelak.
"kau menjebakku dengan pura pura tidur dan kau bilang kau di rugikan?dirugikan apa?".ucapku tidak terima.
"aku di rugikan karna ada orang yang menciumku,lihat bibirku yang sexsi ini sudah di nodai oleh orang tidak bertanggung jawab".ucapnya memelas.
aku yang melihat dan mendengar ucapan victor pun merasa aneh,karna ini bukan sifat victor.ada apa dengan dia?kenapa dia berbeda dengan sebelumnya?dia seperti bukan victor yang kukenal dingin itu?".batinku bertanya tanya.
"apakau sakit?atau lupa meminum obat?".tanyaku meyakinkan.
"aku tidak sakit,aku hanya ingin mendapatkan keadilan".jawabnya sedih.
"keadilan untuk apa?".tanyaku bodoh.
"keadilan untuk yang menciumku secara diam diam".jawabnya biasa tapi penuh penekanan.
tapi tiba tiba wajah yang datar itu berubah dengan wajah memelas,aku yang melihatnya merasa iba dan aku mengaku dan meminta maaf.
"baiklah aku mengaku,aku yang menciummu secara diam diam.maaf....aku minta maaf karna menciummu secara diam diam".ucapku penuh penyesalan.
"maaf saja tidak cukup,kau harus bertanggung jawab".ucapnya.
aku yang mendengar kata tanggung jawabpun merasa curiga dan aneh,tapi karna aku bersalah aku siap menerima hukumannya.
"baiklah..,,aku harus bertanggung jawab apa?".tanyaku penasaran.
"apa..???".tanyaku penasaran.
"ciuman...,,berciuman lagi..".jawabnya.
aku yang mendengar jawaban victorpun kaget dan ingin menolak,tapi tiba tiba victor langsung mendekapku dengan tangannya.bibirnya yang sedikit hangat itu menyentuh bibirku.
saat victor menciumku aku sempat memberontak tapi entah mengapa ciumannya itu membuatku terhipnotis.
...•••••••☆☆☆☆☆☆☆•••••••••...
kami bersiap siap untuk pergi meninggalkan hotel,sungguh saat ini sangat canggung karna kejadian tadi pagi.
pagi itu entah mengapa aku menerma ciuman victor,dia seperti memberikanku sihir tergiur akan seluruh tubuhnya.jika diingat ingat kembali aku jadi malu sendiri.
pikiranku campur aduk,ada malu karna kelakuan sendiri,bahagia tidak tahu mengapa,kesal karna membuat bibirku jontor.
saat selesai ciuman itu,kami berdua ingin marag tidak bisa ingin tertawa karna bibir kami jontor tidak bisa.sungguh naas.
kalau dipikir pikir hari ini hari yang menganehkan bagiku,entah mengapa perasaan ini tidak bisa diungkapkan.seperti perasaan yang baru datang dalam diriku.
__ADS_1
aku melirik victor yang sedang bersiap siap untuk pulang,tapi entah mengapa tidak tahu mataku sedang rusak atau emang penglihatanku seperti ini.aku melihat victor begitu sexsi bagiku.
"dia sangat sexsi,,,tunggu apa yang aku pikirkan,,aku seperti orang mesum saja".batinku sambil menepuk nepuk pipiku.
victor yang melihatku menepuk nepuk pipipun tersenyum dan bertanya"kenapa??aku tahu aku saxsi walau di lihat di bagian manapun,,kalo mau bilang aja,aku kasih kok".ucapnya santai.
aku yang mendengarnya mendelikkan mata pertanda tak suka"cih...kepedean..".ucapku.
"bukan kepedean,,emang kenyataan".ucapnya.
karna aku tidak mau berdebat aku pergi keluar meninggalkan victor yang tersenyum senyum sendiri seperti orang gila.
aku berjalan cepet disusul oleh victor,dan tiba tiba tangannya merangkul pinggangku.aku sempat memberontak tapi dia membisikkan sesuatu yang membuatku merasa malu dan kesal.
kami berdua sampai dilobi dan betapa kagetnya aku ternyata orang tua kami ada di lobi menunggu kami berdua.
kami berdua mendekati para tetua itu dan memberi salam selamat pagi pada mereka.
"Good morning...".ucap kami berdua.
"morning...".jawab mereka bersamaan.
"maaf membuat kalian menunggu".ucapku merasa tidak enak.
"tidak apa apa kami memakluminya."ucap mamah.
"ekh bentar,,victor bibimu kenapa bengkak".tanya papah.
"digigit kucing liar".jawabnya santai.
semua orang yang mendengar jawaban victorpun tertawa terbahak bahak sedangkan aku kesal karna di sebut kucing liar.
"aduh kucing liarnya agresif banget".canda mamih.
...hahaha......hahaha.......
mereka lagi lagi tertawa dengan ucapan mamih padahal itu kata yang membuatku kesal dan sekaligus malu.
"sudah...sudah jangan ketawa kasihan yang merasa".ucap papih jecsper.
aku hanya diam dengan wajah merona merah padam.ingin sekali berteriak.
"hahaha...iya kita tidak boleh lama disini,kapan kita sampai kerumah barunya".ucap mamih carlotte.
...••••••☆☆☆☆☆☆☆••••••••...
__ADS_1
kamipun menaiki mobil berpasang pasang,sebenarnya aku enggan menaiki mobil dengan victor,jika selalu dengannya entah mengapa suka sekali kesal dan datang perasaan aneh.
kami semua menuju rumah baru,kebetulan rumah baru itu jauh dari hotel dan jalan raya,katanya sih biar tidak ada orang tahu.