
di perjalanan kami berdua hanya diam dan tidak bersuara karna canggung tapi tidak dengan victor dia biasa saja,seperti tidak terjadi apa apa tadi pagi.
kamipun sampai di rumah baru kami,yang akan di huni oleh aku dan victor.saat keluar dari mobil aku melihat bangunan rumahnya seprti bangunan kastil.
"ini rumah yang kita huni".tanyaku kepada victor.
"hmmm".ucapnya singkat.
"kau tidak bisa bicara kah,kenapa menjawab dengan hmm hmm".ucapku kesal.
dia pergi begitu saja tanpa mendengar ocehanku,sedangkan kedua orang tua kami hayanya tersenyum dan geleng geleng kepala.
kamipun masuk kedalam rumah megah nanmewah,saat kami masuk para pelayan sudah berjajar rapih dan membungkuk saat datang kemari.
aku tidak terlalu kaget dengan apa yang di lakukan para pelayan karna aku sudah biasa melihat pemandangan ini hampir setiap harinya di markas ku.
"abella perkenalkan ini paman Ray dia kepala pelayan di rumah ini".ucap mamih carlotte.
"hallo nona muda,saya kepala pelayan dirumah ini,jika anda membutuhkan sesuatu beri tahu saya.tidak usah sungkan".ucap kepala pelayan.
"baik,,dengan senang hati...aku tidak akan sungkan dirumah ini".ucapku ceria.
kamipun duduk di ruang tamu yang begitu besar, dan aku sangat kaget saat melihat foto seorang wanita cantik.
"siapa wanita yang ada di foto itu".tanyaku penasaran.
sonta keluarga marqurius dan para pelayanpun panik saat mengetahui bahwa foto itu masih terpajang diruang tamu.
"akh...itu foto pelayan yang berkerja disini".ucap paman ray.
"pelayan...??? kenapa foto pelayan bisa di pamerkan disitu".ucapku curiga.
"itu...sepertinya kami salah menyimpannya".jawab paman ray.
"oh....singkirkan foto itu aku tidak ingin melihatnya".jawabku malas.
"baik nona".jawabnya.
lalu kepala pelayan memberi kode kepada pelayan lain untuk membuang foto itu.saat pelayan itu akan membuang foto tersebut,aku melihat victor memberi kode kepada pelayan yang akan membungang foto.
aku memberhentikan pelayan yang akan membuang foto tersebut karna aku mempunyai ide jahat untuk urusan ini.
__ADS_1
"tunggu dulu".cegahku kepada pelayan wanita.
"ada apa nona?apakah anda butuh sesuatu?".ucapnya.
"tidak,,berikan foto itu padaku".ucapku.
"kenapa?bukannya anda menyuruh saya membuang foto ini".ucapnya.
aku mengerutkan dahi saat mendengar ucapannya,dan dia pelayan itu ketakutan saat aku mengerutkan dahi.dia memberikan foto tersebut dan meminta maaf atas apa yang dia ucapkan.
"ini nona fotonya,,maaf saya tidak bermaksud menyinggung nyonya".ucapnya.
akupun mengambil foto tersebut dan menyuruh pelayan itu pergi dengan mengibaskan tangan,emang sedikit belagu sih tapi tidak papahlah siapa juga yang membuat suasana hatiku menjadi jelek.
kebetulan aku memakai lensa yang bisa menyimpan data,jadi aku menyimpan foto itu untuk mencari tahu siapa wanita tersebut.
setelah selesai menyimpan foto di dataku,aku merobek foto tersebut didepan semua orang,sontak keluarga marqurius sangat kaget.
aku melirik victor dan aku melihat dia seperti menahan emosi,matanya yang berkabut karna menahan emosi,tangannya yang mengepal dan wajahnya yang merah padam itu membuat diriku senang,aku tahu bahwa wanita didalam foto tersebut tidaklah sederhana dalam hidupnya,bisa jadi wanita di dalam foto tersebut adalah cinta pertama victor.
"pelayan bersihkan lantai yang berantakkan ini".ucapku.
...~~♤♤♤♤♤~~...
malampun tiba victor masih belum keluar dari kamarnya,"sepertinya dia sangat maras dengan kejadian tadi siang,tidak apa apalah siapa suruh mau menikah dengan wanita yang suka buat rusuh".ucapku bangga.
saat makan malam victor belum juga turun kebawah,"sepertinya dia marah besar?sepenting itukah wanita yang ada di dalam foto itu untuk dirinya".ucapku merasa bersalah.
aku melihat para pelayang begitu khawatir dan mereka sepertinya sedang menggosip tentang diriku.
"kenapa...??".tanyaku.
"tuan muda tidak ingin makan".jawab salah satu pelayan.
"sini biar aku yang berikan".ucapku menawarkan diri.
"tapi...nona..".ucapnya gugup.
"sini biar aku yang berikan".ucapku sambil merebut nampan berisi makanan.
akupun pergi keatas,dan sesampainya didepan pintu ruang kerja victor aku sedikit gugup karna merasa bersalah,tapi aku tepis merasa bersalah itu karna aku tidak salah.
__ADS_1
akupun masuk kedalam ruangan itu dan aku melihat victor yang mengetik di keybord leptopnya,sepertinya dia sedang bekerja.
wajahnya yang serius itu sangat tampan saat di pandang."tampan".gumamku.
"ada apa??".tanyanya kepadaku membuat diriku kaget dan tersadar akan lamunnanku.
"akh..ini aku membawa makanan untukmu".jawabku kikuk.
"terus kenapa mematapku begitu lama?aku tahu aku tampan tapi jika di tatap seperti itu kau akan jatuh cinta".ucapnya kepedean.
"tuan apa kau mengidap penyakit kepedean tinggat dewa?karna kalau seseorang sudah terkena penyakit seperti itu tidak akan tertolong karna tidak ada obatnya".ucapku menjelaskan.
"hmmm..tak kusangka nona muda crown suka bercanda".ucapnya.
aku yang mendengar ucapan victor hanya mendelik pertanda tidak suka aku di sebut suka bercanda.
"tuan saya ingin mengatakan sesuatu kepada anda apakah boleh?".ucapku.
"silahkan...".jawabnya singkat.
akupun menghampiri victor dan menaruh nampan yang berisi makanan.setelah itu aku berkata"victor good night,i love you".ucapku.
setelah mengatakannya aku berlari pergi meninggalkan ruangan itu,sedangkan victor yang mendengar perkataankupun langsung tersipu malu wajahnya langsung memerah.
setelah keluar dari ruangan itu aku melompat kegirangan karna telah berhasil membuat victor salah tingkah dengan ucapanku.
" hahaha...seneng banget baperin cowok hahaha....harus sering sering baperin victor nih".ucapku kegirangan.
akupun pergi kekamar untuk tidur karna sudah lelah seharian tidak istirahat sama sekali dan jujur rumah ini terlalu besar berjalan kaki dari kamarku ke bawah kaya jalan cepat lumayan cape.
sesampainya dikamar aku kekamar mandi untuk mengganti baju dan aku pergi kemeja rias untuk perawatan kulitku.
walaupun aku kasar seperti cowok bukan berti aku tidak memperdulikan kulitku walaupun tidak seperti cewek biasanya sih,malah cowokpun sekarang perawatan kulitnya lebih lebih dari cewek.
selesai perawatan kulit aku berbaring di tempat tidur yang besar nan empuk,aku akan pergi kelautan mimpi.
"hari ini hari pertamaku dirumah ini tapi sudah banyak keributan,bagaimana nanti kelanjutannya dan lagi kenapa para pelayan tidak menyukaiku?akh masa bodo mau menyukai atau tidak yang penting mereka melakukan tugas mereka".ucapku.
"karna malam ini malam yang begitu indah aku akan berlayar di lautan mimpi yang indah".teriakku.
akupun tertidur dengan pulas tapi disaat aku tertidur ada yang memelukku dari belakang ,awalnya aku risih tapi karna aku terlalu ngantuk untuk membuka mata aku biarkan saja tangan itu memelukku lagian mungkin itu cuman perasaan.
__ADS_1