
setelah lama menunggu mereka berduapun di panggil untuk kedalam.saat mereka berdua masuk kedalam mereka ditatap dengan tatapan penuh arti,tidak tahu arti apaan.
"tidak usah basa basi lagi,besok kalian menikah".ucap nyonya carlotte.
"hah....menikah...?".ucapku kaget.
baru saja masuk aku sudah di suguhkan dengan terkaget kaget dan tidak percaya akan baru saja di bicarakan.
"yang benar saja aku di suruh menikah di usia dini".ucapku tidak percaya.
"usia dini dimana,kamu itu sudah berumur 18 tahun itu sudah matang untuk menikah".ucap papah padaku.
"iya..pada jaman kerajaan semua wanita dinikahkan saat berumur 18 tahun karna umur segitu sudah matang".timpal mamahku.
"mah jangan samain jaman moderen dengan jaman kerajaan,jaman kerajaan itu berbeda jauh dengan jaman moderen,kalo jaman kerajaan menikah dengan keluarga kaya atau bangsawan itu segalanya tapi berbeda dengan moderen itu kalir segalanya".ucapku tidak terima.
"siapa bilang kamu tidak boleh berkalir?".tanya nyonya carlotte kepadaku.
"yah kan kalo sudah menikah akan susah untuk berkalir karna harus mengurus kebutuhan suami apalagi kalo sudah punya anak makin ribet".jawabku.
"abella pernikahan itu bukan enak sendiri atau susah sendiri,pernikahan itu adalah dimana sepasang kekasih yang diikat dengan tali pernikahan dan mereka hidup bersama suka maupun duka,jadi bukan berarti kamu tidak di perbolehkan berkalir oleh victor.karna mamah tau victor bukan orang yang mau enaknya sendiri".ucap mamahku.
aku yang mendengar ucapan mamahpun berpikir sejenak dan aku melihat kearah victor dia masih tetap santai seperti tidak ada sesuatu yang terjadi disini.
"hei katakan sesuatu agar kita tidak jadi menikah".bisikku pada victor.
"bagaimana victor apakah kamu mau menikah dengan abella?".tanya kedua keluarga itu pada victor dengan tatapan penuh harap.
aku hanya berdoa agar victor menolak pernikahan ini.sungguh itu membuat jantungku berdejut kencang dari pada saat berhadapa dengan musuh atau kematian.
"aku menerima pernikahan ini".jawabnya.
aku yang mendengar jawabannya terkaget kaget,seperti jantung ini akan melompat dari tempatnya.
"victor apa yang kau katakan?kenapa kau menerima pernikahan ini,kenapa tidak menolaknya?".tanyaku tak percaya apa yangku dengar tadi.
"walaupun menolak kita tetap akan dinikahkan secara paksa".jawabnya santai.
aku hanya terdiam kesal ini seperti sudah di rencanakan oleh mereka semua,jujur saja aku ingin sekali mencekik si gunung es.
"bagus kalo gitu kita nikahkan mereka berdua besok gimana?".tanya nyonya carlotte.
"kami tidak masalah"jawab kedua orang tuaku.
"gimana victor?".
"aku tidak masalah sih mami,tapi bagaimana abella?".ucapnya.
__ADS_1
"gimana abella?".
"aku keberatan,itu terlalu terburu buru pernikahan harus di siapkan dengan matang".ucapku keberatan.
"emang kamu mau pernikahan kamu di publikasikan?".tanya mamaku.
"aku tidak mau".jawabku ketus.
"nah kalo gitu pernikahan kalian tertutup dan rahasiakan dari media maupun teman kalian dan pernikahannya sederhana kalo kalian sudah lulus atau sudah siap mempublikasikan pernikahan kalian baru kita akan adakan pesta mewah".jelas mamah.
"betul itu".ucap nyonya carlotte membetulkan ucapan mamah.
akupun terdiam pasrah sudah tidak ada lagi alasan untuk menolak pernikahan,sampai aku teringat hubungan victor dan si nenek sihir.
"sebelum hari pernikahan itu tiba aku ingin menyanyakan sesuatu kepada victor".permintaanku.
"mau nanya apa?".ucap victor.
"apa hubunganmu dengan si nenek sihir?ekh...salah maksudnya joy bukan nenek sihir".ucapku.
"aku tidak memilik hubungan dengannya".jawabnya santai.
"bohong...dia bilang kamu pacarnya?,liat mah pah victor sudah memiliki kekasih aku rasa pernikahan ini dibatalkan saja".ucapku sambil pura pura menangis.
"apa yang di katakan abella itu benar victor?".tanya nyonya carlotte.
"aku tidak percaya".ucapku dengan berpura pura tersakiti.
"aku kau tidak percaya belah lah dadaku disini,dihati ini hanya berisi dirimu".jawab victor alay sambil menaruh tanganku di dadanya.
lantas aku menarik tangaku dan aku yang mendengar ucapannya merinding bercampur jijik dan ingin rasanya muntah.
"dia kenapa jadi alay gini sih,kemana wibawanya?apa dia kesurupan atau kesambet?".batinku.
"baguslah kesalah pahaman sudah di selesaikan dan tidak ada yang salah paham lagi jadi pernikahan ini akan berlanjut,jangan di tunda tunda lagi nanti keburu perut abella buncit".ucap papah.
aku yang mendengar kata perutku akan buncit langsung mengerutkan dahi dan komplen.
"pah mana ada perutku buncit,papah lihat perutku rata aku selalu menjaga pola makan dan olahraga teratur agar tidak buncit,lihat bucit gak,engga kan perut rata gini dibilang buncit lagi".komplenku kepada papah sambil menujukkan perut rata dan mengusapnya.
"nanti kelamaan perut kamu buncit dan kamu juga harus belajar jadi ibu".ucap mamah.
"maksudnya belajar jadi ibu dan kelamaan perut aku akan buncit itu aku hamil?".tanyaku tidak percaya.
"iya tadi kamu bilang di parkiran kalo kamu mual mual itu karna victor".ucap nyonya carlotte.
aku yang mendengar ucapannya langsung memandang victor begitu juga victor dia juga memandangku dan kami berduapun tertawa ngeri.
__ADS_1
...hahaha.....hahaha.......
"kalian semua salah paham aku mual bukan karena hamil tapi aku mual karna tadi sebelum kerumah sakit victor menggendongku dengan cara memanggul dan itu membuat perutku mual dan di tambah lagi di gonceng motor dengan kecepatan tinggi".jelasku kepada mereka.
merekapun terdiam kecewa mereka semua seperti mengharapkan aku hamil dan aku melihatnya sedikit iba.
...•••••••••☆☆☆☆☆☆☆•••••••••...
di toko baju penganti kedua wanita setengah paru baya tapi masih tetap cantik itu heboh karna memilih baju pengantin untuk diriku.
"kalian kenapa heboh sih aku yang akan nikah nya aja gk heboh".ucapku kesal.
"hei...kita harus memilih gaun pengantin yang mewah,cantik,dan bagus untukmu".ucap mamah.
"bukannya rencana pernikahannya sederhana yah?kenapa baju pengantinya harus mewah sih lagian tidak akan ada tamu".ucapku.
"pernikahan itu sekali seumur hidup,jadi kita harus mencari gaun pengantin yang mewah agar nanti berkesan dan menjadi pernikahan yang indah".ucap nyonya carlotte.
"akh masa pernikahan sekali seumur hidup".ucapku tidak percaya.
"iya pernikahan itu sekali seumur hidup".jawab mamah.
"tapi raja banyak selirnya jadi dia nikahnya gk sekali belasan kali bahkan bisa puluhan kali menikah seumur hidupnya".ucapku.
mamahku yang mendengar perkataanku itu kesalan dia langsung memukul kepalaku dengan keras dan itu membuatku meringis kesakitan.
...brukk....suara pukulan...
"diam jangan bicara turutin apa yang di katakan orang tua".
"aww....mah sakit kenapa harus pake kekerasan sih".ucapku tidak terima.
"diam..".ucapnya penuh penekanan.
akupun terdiam dan tidak berani berkata kata lagi,aku cuman melihat dan mencoba baju pengantin dan kedua wanita setengah paru baya itu tetap heboh.
setelah selesai membeli baju pengantin kami pergi kesebuah tempat yang begitu indah,disana ada laut yang indah kami kesana akan bertemu dengan fotografer yang handal dan aku meliahat potogarfer itu bersama victor.
"abella kenalkan ini mic dia fotografer propesional".ucap mamahku.
aku hanya tersenyum manis,sebenarnya tersenyum manis bukan gayaku tapi harus bagi mana lagi aku harus tersenyum.
"tidak usah berlama lama kita harus memfoto prewadingnya".ucapnya.
lantas aku langsung dibawa keruang ganti dan di polesi oleh topeng alias make up jujur aku tidak suka di make up.
setelah selesai bersiap siap kami berfoto dengan gaya cukup romantis dan mesra.paling aku tidak suka saat aku harus berpelukkan dan berciuman dengan victor.
__ADS_1
setelah selesai berfoto kamipun pulang dan beristirahat karna hari sudah gelap dan besok juga akan di adakan pernikahanku dengan victor.