Pernikahanku Dengan CEO Bengis

Pernikahanku Dengan CEO Bengis
Episode 4-Aland Menjadi-jadi


__ADS_3

Tamparan keras dari tangan kasar Aland mendarat. Namun kali ini bukan di pipi Rosaria, melainkan pada wajah manis asisten pribadinya—Irfan. Sampai pagi ini Kaurin tak kunjung pulang, dan hal itulah yang membuat Aland terus murka. Irfan yang ia tugaskan untuk mencari putrinya tersebut malah gagal menunaikan tugas yang seharusnya mudah saja. Semua pengawal yang terus menjaga kediaman Aland pun mengaku tidak tahu. Semalam, mereka hanya sekadar menyaksikan Kaurin keluar dari rumah dengan mobil yang dipacu dengan kecepatan gila-gilaan, hingga membuat semua orang tak bisa menahan. Ada yang mencoba mengikuti, tetapi mereka kehilangan jejak.


Yah, Kaurin memang anak yang super nekat, tetapi ia juga berbakat. Memacu mobil dengan cepat dan tetap stabil bukan perkara yang sulit baginya. Dan kemampuan Kaurin yang sudah didapatkannya sejak lama, membuat Aland benar-benar menyesal. Mengapa ia membiarkan Kaurin bisa mengemudi sendirian? Pun dengan Kaurin yang selalu saja keras kepala untuk melanjutkan pendidikan.


Padahal bagi Aland, Kaurin hanya perlu menjadi putri yang cantik. Sosok tuan putri yang tinggal menunggu sang calon suami. Tentu saja, suami yang bisa mendukung bahkan membantu Aland secara sepenuhnya. Namun terakhir, ketika sang calon suami yang betul-betul cocok dengan kriteria Aland, bahkan Aland duluan yang mengajukan permohonan pada sosok tersebut yakni Gerry Loka Shakti, Kaurin yang sudah resmi akan dijadikan sebagai istri Gerry malah kabur di hari H pernikahan.


"Bisa-bisanya kau tak bisa menemukannya sama sekali, Irfan?! Anak itu tidak sekali dua kali melarikan diri, tapi kau selalu saja lambat menemukannya. Asal kau tahu salah, Irfan! Tadi malam, sudah ada konglomerat lain yang tertarik padanya, seharusnya dia tetap di rumah dan mempersiapkan diri sebagai calon mempelai!" omel Aland usia melampiaskan amarahnya pada Irfan, yang secara khusus berdiri di hadapannya di dalam ruang kerja rumahnya.


Irfan yang hanya bisa menunduk, kemudian berkata, "Maafkan saya, Tuan Besar. Saya akan berusaha menemukan Nona Muda lagi."


"Halaaah! Omong kosong macam apa itu? Nyatanya kau tetap gagal menemukannya sampai pagi ini. Lihat saja, Irfan, jika kau gagal lagi, kaulah yang akan aku hilangkan dari dunia ini, Sialan! Dua hari lagi, Tuan Amega akan datang untuk menemui Kaurin. Anak itu sudah dijadikan target sebagai istri kedua, aku tidak bisa menyia-nyiakan, Sialan! Ini dukungan penuh untukku agar aku bisa menjabat. Gerry sudah tak bisa dikendalikan lagi, jika Tuan Besar Amega sampai kecewa, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu, Irfan! Termasuk juga semua orang!"


Kesal yang seolah tak kunjung habis, membuat Aland tak hanya sekadar banyak mengomel. Sebab di detik berikutnya, ia memutuskan untuk bangkit. Ia berjalan dengan langkah sekaligus ekspresi wajah yang sama-sama tegas. Setibanya di depan Irfan, Aland menendang betis asisten pribadinya itu dengan sangat keras.

__ADS_1


"Lakukan tugasmu dan jangan gagal lagi! Kenapa kau malah terus berdiri di sini, hah?!" ucap Aland usai melakukan kekerasan terhadap Irfan yang masih bertahan untuk berdiri tegas.


"Ba-baik, Tuan," jawab Irfan sembari menahan rasa sakit. Detik berikutnya, ia merundukkan tubuh. Tanpa memedulikan rasa sakit yang masih menghunjam betisnya tersebut, ia mengambil langkah secepat mungkin.


Aland mengembuskan napasnya secara kasar. Ke sana kemari, ia berjalan. Pancaran matanya tetap tajam dan masih dipenuhi amarah besar. Tak jarang, ia menggertakkan giginya sembari memandang ruang kerja yang didominasi warna emas tersebut.


"Rosaria, dia benar-benar tidak bisa membimbing Kaurin. Andai saja, aku tidak membutuhkannya untuk menjaga citraku, aku pasti sudah membuangnya sejak dulu. Selain itu, aku masih tidak rela jika ada pria lain yang mengincar Rosaria, si Kembang Kampus yang sudah seperti sebuah medali ataupun piala bagiku," gumam Aland.


Rosaria lagi-lagi menjadi sosok yang paling Aland salahkan. Istri yang dulu pernah menjadi idola kampus paling terkenal, bahkan sampai ditawari sebagai model oleh beberapa agensi di zamannya tersebut, kini tak lagi menjadi wanita kebanggaannya. Malahan, Rosaria adalah ibu yang gagal sekaligus istri tak becus di mata Aland. Dan saat ini pun, ia sudah berencana untuk melampiaskan kekesalannya pada istrinya tersebut.


"Rosaria!" ucap Aland sesaat setelah mendobrak pintu kamar istrinya tersebut. "Hei, bangun kau, Sialan! Di mana anak itu?! Katakan padaku sekarang!"


Rosaria menggeragap. Sepasang mata yang sebelumnya tengah terpejam kini harus seketika melebar. Dan tak hanya sekadar terjaga secara paksa, lantaran ia mau tak mau juga harus bangkit dari pembaringan. Matanya yang lebam kini menatap suaminya yang beringas datang. Tegang dan berdebar-debar nyatanya masih Rosaria rasakan, kendati kekerasan bukan hal tabu lagi baginya.

__ADS_1


"Di mana Kaurin berada, hah?!" Suara Aland semakin keras. Pria itu pun sampai berkacak-pinggang. Tatapan mata singanya terus memandang wajah pucat dan memar istrinya. "Kau memintanya untuk kabur lagi, bukan?! Mengaku saja, Rosaria! Aku tahu kau sudah mendengar rencanaku untuk menikahkan Kaurin dengan Amega, iya, 'kan?"


Rosaria tak menyangkal, tetapi dirinya tetap diam. Tak masalah jika tubuhnya akan kembali dianiaya, kendati sejujurnya juga sakit sekali. Namun, hal itu jauh lebih baik daripada harus membiarkan Kaurin menjadi istri kedua bagi seorang pria yang berusia setengah abad lebih.


"Aku tidak tahu," jawab Rosaria setelah lama bergeming, lebih tepatnya ketika Aland akan kembali mencercanya dengan segala tuduhan. "Lagi pula, Kaurin sudah dewasa. Tanpa aku suruh pun, dia bisa kabur sendirian. Memangnya anak mana yang betah tinggal dengan ayah gila, bahkan dirinya sampai diperjual-belikan begitu?"


"Heiii! Lancang sekali kau! Aku hanya memikirkan masa depannya! Dia hanya anak manja. Jika suaminya bukan orang kaya, memangnya dia bisa apa, hah?!" balas Aland begitu tegas. "Katakan di mana dia sekarang, Rosaria!"


"Aku tidak tahu! Seribu kali kau pukuli pun, aku tidak akan tahu di mana anak itu berada, Aland!"


"Aaaaaaarrrrggghhh!"


Aland naik pitam. Rosaria yang berani berteriak di hadapannya, membuat harga dirinya sungguh terluka. Sehingga tak lama kemudian, Aland segera meraih rambut kusut istrinya tersebut. Jambakan brutal dari tangan Aland membuat Rosaria menjerit. Rasa sakit di fisik sungguh tiada terkira. Namun tak apa, sungguh tak apa-apa, asalkan Kaurin aman, meski gadis itu entah ada di mana.

__ADS_1


***


__ADS_2