
Ting, Ting
Suara bel rumah Nifta berbunyi, pertanda ada tamu yang datang
Nifta hendak melangkah menuju pintu namun di hentikan oleh ibu nya
"Biar ibu aja, kamu habisin makanan nya dulu setelah itu sholat" ucap buk Narti ibu nya Nifta
Cklek suara pintu terbuka
"Assalamualaikum Tante" Ucap Miky yang sudah datang menjemput Nifta
"Waalaikumsalam, kamu kebiasaan ky kan udah ibu bilang manggil nya jangan Tante, ibu aja. Ibu ga biasa di panggil Tante "
"Iya maaf Bu, Miky lupa hhe"
"Yaudah silahkan masuk, kamu udah makan belum. Kalau belum makan, ke dapur sana ibu tadi masak soto ayam banyak"
"Wiehhh soto? Itu mah makanan kesukaan Miky buk, pas banget ni Miky laper blom makan"
"Yasudah mari kita ke meja makan"
Buk Narti dan Miky Melangkah menuju meja makan, namun sedari tadi Miky tidak melihat Nifta
"Buk, Nifta kemana ya? Tanya Miky
"Baru aja siap makan, lagi sholat mungkin" jawab buk Narti sembari menuang kan air putih ke gelas
Miky sangat dekat dengan buk Narti karena Ibu Miky dan buk Narti teman satu kerja.
Buk Narti adalah janda, dia sudah menjanda sejak Nifta umur 15 tahun, saat itu Ayah Nifta sedang menyeberang di jalan namun ia tertabrak mobil dan mobil itu langsung pergi meninggalkan ayah Nifta tanpa bertanggung jawab. Sedangkan ibu Miky, dia menjanda karena di tinggal kan suaminya dengan alasan sudah bosan, hal itu sangat membuat Miky benci pada ayah nya dan sampai sekarang dia tidak akan pernah dan tidak akan ingin bertemu dengan ayah nya.
Dua tahun belakangan ini Ibu Narti dan ibu Susan ( ibu Miky ) bekerja sama di toko laundry milik Almarhum Ayah Nifta, mereka bekerja sama dan sekarang toko laundry itu sangat ramai di kunjungi orang² .
"Gillla buk, ini bener bener enak banget..shhh.." ucap Miky sembari ke pedasan karena makan soto buk Narti
"Ya dong, ibu nya Nifta gitu lohh" sahut Nifta yang tiba tiba datang sudah berpakaian rapi
"Ibu gw juga kale, wlee" ucap Miky tak mau kalah
__ADS_1
"Udah udah jangan berantem" buk Narti
"Kalian mau kemana emng nya kok udah rapi gini" tanya buk Narti
"Kita mau main kerumah Nadilla buk" jawab Nifta
"Owh yasudah jangan malem malem pulang nya" Kata buk Narti
"Ok sip, buk" Ucap Miky yang sudah siap makan hendak bangun dari duduk nya
"Eh mau kemana? " tanya Nifta
"Mau kerumah Nadilla , gimana sih" jawab Miky
"Cuci dulu piring nya, kasian ibu gw udah capek masak di suruh nyuci piring lagi" ujar Nifta
"Udah biar ibu aja, kalian berangkat sana entar telat" kata buk Narti
"Tuh kan ibu aja ga keberatan" ucap Miky dengan senyum penuh kemenangan
"Tih kin ibi iji gi kibiritin " sahut Nifta sembari mengejek Miky
"Makanya gausah ngejek, udah ayok berangkat keburu mereka nungguin"
Mereka berpamitan lalu pergi kerumah Nadilla menggunakan Vespa kesayangan Miky
Mereka pun sampai dirumah Nadilla dengan selamat,
"Lama banget si kalian gw udah jamuran ni nunggu nya, janji jam berapa Dateng jam berapa" Itu lah kata kata pertama yang Nifta dan Miky dengar saat sampai di rumah Nadilla
"Parahh banget emang Lo ya Dil, kita Sampek bukan nya di sambut malah di ocehin" ujar Miky
"Bener ky, kita balik aja yuk" ucap Nifta sembari memasang mukak cemberutnya
"Eh eh jangan gitu dong, iya gw minta maaf
gw cuma bercanda tadi hhe yuk masuk" ajak Nadilla
Saat mereka ingin masuk tiba tiba terdengar suara klakson motor dan ternyata itu Marcel, dia datang menaiki motor KLX kesayangan nya.
__ADS_1
"Buaya darat tumben Lo Dateng nya telat biasa nya selalu jadi yang pertama" ucap Miky
"Sorry gaes gw tadi jemput nyokap di bandara trus jemput ayang beb dari sekolah"
"Pacaran ama anak SMP ya cel?" tanya Nadilla
"Ha? Yy-ya enggak lah" jawab Marcel gugup, sebenarnya dia memang berpacaran dengan anak SMP saat ini
"Udah ah ayok masuk" ucap Marcel untuk mengalihkan pembicaraan
Mereka masuk kerumah Nadilla yang cukup besar bisa dibilang Nadilla orang kaya, karena papa nya adalah pejabat. Dan kebetulan papa nya lagi bekerja keluar kota bersama mama nya, Nadilla di tinggal sendiri bersama para pembantu.
Mereka duduk diruang keluarga dan disitu mereka mengobrol ngobrol, tertawa bersama, dan saling berbagi cerita. Sesekali mereka karaoke bermain PS dan membaca komik sembari memakan makanan ringan yang disiapkan oleh Nadilla.
Mereka juga Bercerita tentang masa depan mereka,
"Kalian entar kalo udah lulus mau kuliah dimana?" tanya Nadilla
"Gw ke London soalnya papa gw nyuruh sekolah disana" Marcel
"kalo gw sih bakalan ngejar beasiswa buat sekolah di Thailand" kata Miky
"Em kalo gw kayak di sekitar Indonesia aja deh" Nifta
"Kalo loh sendiri, Nad?" tanya Marcel
"Gw kuliah di Korea" jawab Nadilla
"Jadi ceritanya kita bakalan pisah ni? sedih banget, gw ga akan kuat tanpa kalian hiks hiks" ucap Nadilla yang sudah mengeluarkan air mata nya
"Kita tetep bakalan jumpa lagi kok, yang terpenting itu kita ga boleh ngelupain satu sama lain" ujar Nifta sembari memeluk Nadilla dan ikutan menangis
Miky yang terharu pun langsung memeluk mereka berdua begitu juga Marcel. Mereka saat ini sedang berpelukan dengan posisi Nifta memeluk Nadilla Miky memeluk Nifta dan Marcel memeluk Nadilla.
Mereka bersedih karena 3 bulan kedepan mereka harus ujian akhir dan itu artinya mereka akan berpisah, mereka akan mengejar cita cita mereka masing masing.
8 tahun sudah mereka lalui bersama sama, suka duka sudah mereka jalani bersama, dan sebentar lagi mereka akan berpisah dan entah kapan mereka bisa bertemu lagi.
8 tahun yang sangat singkat bagi mereka.
__ADS_1
Bersambung.............