
Nifta menatap Nadilla sembari menangis, dia tak menyangka Nadilla akan seperti ini. padahal baru tadi siang mereka bertemu di sekolah.
"Kak sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nifta pada Rifan
"Aku juga ga tau dia kenapa, aku jumpa dia di taman dalam keadaan udah pingsan, banyak darah di kepala nya, seperti nya dia kecelakaan" jawab Rifan
"Apakah disitu tidak ada orang membantu nya?" kata Nifta
"Tidak ada.."
Nifta memegang erat tangan Nadilla dan berharap Nadila akan cepat sadar dan bisa menceritakan semua nya. Nifta benar benar khawatir kepada Nadilla pasalnya sudah 5 jam selesai operasi namun belum juga sadar.
"Sebaiknya kamu pulang dulu, disini ada aku kok yang bisa jagain Nadila" ucap Rifan
"Aku mau tetep disini aja Sampek Nadilla sadar"
"Tapi gimana sama orang tua kamu? kamu udah izin belum.."
"Tadi sebelum kesini aku udah izin sama ibu"
"Hmm yasudah, aku keluar sebentar"
Nifta hanya mengangguk,
Nifta duduk di samping Nadilla sembari melihat handphone nya, Nifta langsung teringat pada Marcel dan dia pun menelepon Marcel untuk memberikan kabar ini
"assalamualaikum cel, Lo sibuk ya dari tadi gw telpon ga di angkat?"
"Engga kok nif, gw tadi habis nge gym "
"Gw mau ngasih tau kabar sama Lo"
"Kabar apa nif?"
"Nadilla sekarang di rawat di rumah sakit"
__ADS_1
"What? dia sakit apa?"
"Kalo Lo mau tau, Dateng aja langsung kerumah sakit xx"
"Oke entar gw kesana, ini gw mau mandi dulu"
"Oke.."
Nifta langsung memutuskan sambungan telponnya.
Cklek.....
Suara pintu terbuka,
Rifan masuk dengan membawa 2 plastik kresek yang isinya adalah makanan yang di beli di restoran sebelah
"Ini makan dulu, kamu pasti belum makan"
"Engga deh kak, aku udah kenyang" kata Nifta berbohong
"Krukkkk...krukkkk....." tiba tiba suara perut Nifta berbunyi
Nifta yang kini pipi nya sudah merah merona karena malu
"Apasi nih perut bikin malu aja !"guman Nifta dalam hati
"Kok malah ngelamun sih, ayok makan keburu dingin ni" kata Rifan
"Ehmm..."
Mereka berdua makan di meja yang ada disitu, dengan posisi sebelah² an. Nifta memakan makanan sampai habis karena memang dia sangat ² lapar.
"Tuh kan kamu laper," kata Rifan mengejek
"Ihh apaan sih" kata Nifta sembari memukul bahu Rifan
__ADS_1
Rifan yang dipukul seperti itu tidak merasa sakit melainkan gemas, Rifan menatap Nifta dengan lekat sampai tatapan mereka bertemu. Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa cm.
Deg..deg...deg jantung Nifta serasa mau loncat, Nifta langsung memejamkan mata nya untuk bersiap siap, namun tiba tiba suara pintu terbuka
Cklek...
"Ehemmm...." Marcel masuk sembari berdehem melihat Nifta dan Rifan bertatap tatapan
"Ehhh cel Lo kapan nyampek nya?" tanya Nifta
"Baru aja kok nif" ucap Marcel berbohong, padahal dia sudah sedari tadi sampai namun saat ia ingin membuka pintu dia melihat Nifta dan Rifan langsung mengurung kan niat nya dan menunggu sampai mereka selesai (selesai bertatap tatapan mksd nya)
Marcel terkejut melihat keadaan Nadilla seperti ini, ada rasa sakit di dalam hati nya melihat sahabat nya seperti ini.
"Ini gimana ceritanya nif?" tanya Marcel sembari menatap Nifta
"Gw juga gatau cel, ini juga tadi gw dikabari sama kak Rifan" jawab Nifta
Marcel menatap Rifan
"Gw juga gatau.." kata Rifan
"Tadi gw sepulang dari kantor mampir ke taman buat cari udara segar tapi tiba tiba gw nampak Nadilla pingsan Dan ada luka di kepala nya" tambah Rifan
"Kayak nya ini ada orang yang emang sengaja mau nyakitin Nadilla deh" ucap Nifta
"Iya tapi siapa? apa jangan jangan musuh nya?" sahut Marcel
"Gimana kalau kita selidiki aja tempat itu, mana tau ada bukti atau apapun itu" ujar Rifan sembari menatap Marcel dan Nifta secara bergantian
"Boleh juga tuh kak" kata Marcel
" sekarang juga kita langsung ke taman itu, kamu Nifta tungguin Nadilla ya, kalau dia udah sadar langsung aja hubungi kakak..." Rifan langsung mengambil jas nya dan keluar dari ruang rawat Nadilla dan di ikuti oleh Marcel
"Okeee...."
__ADS_1
******
BERSAMBUNG...........