Persahabatan

Persahabatan
BAB 9 Nasihat Bunda


__ADS_3

Setelah membersihkan diri Keysha turun


"Bun... lapeer"


"Sini makan dulu"


Keysha duduk di meja makan dia ngambil nasi dan lauk pauknya sebelum makan dia berdoa. Bunda hanya melihat tingkah putrinya itu.


"Bunda gk makan?" tanya Keysha


"Bunda sudah makan tadi bareng Ayah"


"Sekarang Ayahnya mana Bun?"


"Ayah balik lagi ke kantor!" Keysha cuma ngangguk ngangguk.


"Sha... Bunda mau tanya boleh?"


"Boleh Bun nanya apa sih?"


"Kamu sama Kevin dan Kiano baik baik sajakan." mendengar pertanyaan itu membuat Keysha tersentak sampai terbatuk. Bunda memberikan minum.


"Pelan pelan makannya nak!"


"Maksud Bunda apa sih? ka...kami ba..baik baik saja koq" gugup Keysha.


"Bunda tau koq kalo kalian engak baik baik saja. Kevin gk pernah antar jemput kamu. Kiano pun gk pernah menggantikan Kevin Bunda perhatiin dah sebulan lebih lo ini" selidik Bunda


Keysha masih belum berbicara dia meneruskan makannya, Bunda pun tak mau memaksa tapi bunda tetap di sana menanti jawaban Keysha. Setelah selesai makan Keysha membawa piring kotornya ke dapur sambil mencuci tangan dia juga cuci piring bekas makannya. Sudah menjadi kebiasaan setelah makan harus mencuci piring bekasnya makan.


Sambil cuci tangan dan mencuci piring kotor bekas makannya Keysha sambil berpikir 'cerita enggak ya sama Bunda? tapi aku kangen mereka, kangen kumpul tapi aku juga masih kesel ke si kevin'


"Sha udah selesaikan?" ucapan Bunda menyadarkan Keysha


"Ii..iya Bun, sudah"


"Ayo sini cerita ke bunda" Keysha memang gak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Bundanya. Akhirnya Keysha memutuskan untuk cerita.

__ADS_1


" Sebenernya kami emang sedang ada masalah Bun. Kevin akan di kirim ke luar negeri oleh Papih Ben"


"Trus..."


"Ya Sha sama Kiano marahlah rencana yang kita susun mimpi mimpi kita semua berantakan gara-gara keegoisan Kevin. kenapa Kevin terkesan pasrah menerima keputusan Papih Ben. Kenapa gak menolaknya. Kalo Kevin pergi trus Sha sama Kiano gimana. Apa Kevin gak mikirin itu" cerita Keysha dengan berapi api dan menahan amarah.


"Trus kenapa Kiano pun gak pernah kesini juga?" Selang Bunda


"Gak tahu, aku dengernya Kiano melatih anggota yang baru masuk jadi lebih sibuk ngurusin orang baru"


"Sha kamu dan Kiano sudah ngobrol dari hati ke hati sama Kevin?" tanya Bunda


"Gak lah jangankan ngobrol ketemu aja males. dasar Kevin egois"


"Loooh koq Kevin yang egois menurut Bunda justru kamu Sha sama Kiano yang egois"


"Kalian berdua tanpa bertanya langsung menyimpulkan pilihan Kevin" Keysha bengong mendengar omongan Bundanya dan kurang memahaminya.


"Kalian tanya gak kemauan Kevin yang sebenarnya?"


"Apa Kevin senang menerima tawaran Papih Ben?"


"Apa Sha melihat kesenangan atau antusiasme dari wajah Kevin?"


"Gak tahu...." lagi lagi Keysha menggelengkan Kepalanya


"Bunda sekarang tanya. Keysha sayang Kevin dan Kiano?" keysha kali ini menganggukan kepala.


"Rela persahabatan kalian terputus karena permasalahan ini?" kembali Keysha hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dengerin Bunda ya sayang, kalo memang kamu masih menginginkan persahabatan ini terjalin" ucap Bunda sambil minum air seolah takut kehausan.


"Hadeuh lagian cuma ke luar negeri bukan masalah besar koq. Dasar bocah gitu aja jadi masalah. Lagian sekarang bisa video call bisa kirim email atau sosmed sosmed bisa langsung live juga iisshhh" kembali Bunda meneguk air yang ada di gelas didepannya.


"Coba kamu temui Kevin bicara baik baik dan tanyakan apa yang dirasakannya. Apakah Kevin setuju karena kemauan dia atau terpaksa?" ucap Bunda dengan lembut.


" Bunda yakin kalo dia juga sama kehilangan kalian dan pasti sedikit kecewa pada kalian"

__ADS_1


"Loooo kenapa dia yang kecewa harusnya kita donk yang kecewa Bun" Keysha tak terima


"Gini saat ini Kevin dapat tekanan dari Papihnya supaya sekolah ke luar sementara sahabat yang dibutuhkannya malah meninggalkannya saat Kevin butuh. Kevin pasti ingin berkeluh kesah melepaskan perasaannya karena Kevin pasti menolak tapi dia gak berdaya"


"Saat seperti ini justru sahabat sahabatnya lah yang Kevin butuh untuk menghibur mendukung ato membantu membujuk Papihnya bukannya pada meninggalkannya"


"Tapi Bun, harusnya Kevin menolak tegas kalo dia gak mau bilang kalo kita udah punya rencana masa depan"


"Emang Keysha tau saat Papihnya memutuskan untuk mengirim Kevin ke luar negeri? Keysha tahu kalo Kevin tidak menolak dengan tegas?" lagi lagi Keysha menggeleng


"Jadi kamu tahu dari mana bahkan seyakin itu? pasti itu cuma persepsi kamu aja Sha. saking gk mau kehilangan Kevin kamu seolah melampiaskan ketakutan kamu itu pada persepsi kamu tanpa mendengar penjelasan Kevin" Keysha menunduk dan mulai memikirkan kalo apa yang di ucapkan Bundanya benar.


"Harusnya kalo kalian bersahabat harusnya saling dukung, walaupun rencana masa depan dan mimpi bersama tak terwujud bukan berarti semuanya berakhir. Akan ada solusi yang lain jika kalian bisa menyelesaikan dengan kepala dingin gk pake emosi"


"Bahkan akan ada rencana masa depan yang lebih baik atau mimpi bersama lebih cepat diwujudkan iya kan?"


"Pikirkanlah baik baik dan cepat selesaikan masalah kalian. Bunda yakin dalam hati kalian tak ada yang rela persahabatan ini berakhir. Pasti dalam hati kalian saling merindukan kebersamaan"


"Gimana kalo Kevin kecewa dan marah pada kita Bun?" Keysha merasa bersalah


"Trus gak mau bersahabat dengan kita lagi?" Air matanya mulai menetes dipipi Keysha.


"Bunda kenapa Keysha gak kepikiran sampe ke sana. Kevin pasti sedih mikirin masalahnya. Keysha malah menyalahkannya dan seolah gak mau tau dan tetap menginginkan rencana kita yang dijalankan" Akhirnya tangis Keysha pecah Bunda memeluknya sambil mengusap rambut anak pertamanya itu yang terisak.


"Jangan menduga duga lakukan saja dulu. kita akan tau hasilnya kalo kita sudah melakukannya"


"Belajarlah dari pengalaman ini mengikuti pikiran sendiri yang belum tentu itu gk baik kita harus membuktikannya dulu jangan sampai kesalahfahaman yang terjadi"


Masih dengan memeluk Bundanya Keysha mengangguk.


Keysha sudah memutuskan besok dia akan menemui Kiano dan bersamanya menemui Kevin untuk minta maaf semoga masih ada kesempatan untuk mereka tetap bersama.


Jam menunjukan 16.10 Kiano sampai rumah dia merebahkan badannya di atas kasur kesayangannya. Matanya memadang langit langit kamarnya. Akhir akhir ini dia merasa kesepian kehilangan sahabatnya. Bagaimana nanti kalo Kevin beneran pergi keluar negeri.


Hati kiano seakan tercubit memikirkan hal itu. apakah kebersamaan selama hampir 3 tahun ini harus berakhir. 'Gak rela kalo berakhir begini saja' bathin Kiano.


Besok dia akan menemui kedua sahabatnya dan memperbaiki semuanya.

__ADS_1


Duuuh jadi gak sabar nunggu besok. Apakah Kevin akan memaafkan sahabatnya?


Buat para reader jangan lupa ya like komen dan rate nya maaf baru bisa up lagi.


__ADS_2