
Seminggu telah berlalu, semanngkin hari sifat Miky semanngkin berubah semenjak bertemu dengan Clara. Sifat nya yang berubah membuat sahabat nya bingung, mereka bertiga selalu bertanya tanya "Miky kenapa ya?" "Miky kok berubah sih?" "Emang kita salah apa sama dia?" begitu pertanyaan ² dari mereka bertiga yang belum terjawab.
"Gaes gimana kalau kita selidiki aja, sebenernya Miky kenapa" ucap Marcel
"Kayak nya lebih bagus kalau kita tanya langsung aja sama Miky" kata Nifta
"Emang kalo kita nanya langsung bakal di jawab sama dia? enggak kan, Lo inget ga si nif kemaren gw nanya berulang ulang kali tapi sama sekali ga di respon sama dia, gw bener bener curiga banget ni sama dia, kenapa dia berubah kayak gini" ucap Nadilla
"Bener itu nad, mending kita selidiki aja, kalau kita tanya langsung dia ga mungkin mau jawab" kata Marcel
"Oke deh kita selidiki" ucap Nifta
"Gimana entar kalau pulang sekolah kita langsung selidiki" ujar Nadilla
"Ga bisa nad, gw mau memeni ibu gw di rumah lagi ga enak badan"
"Sakit apa nif?"tanya Nadilla
"Engga sakit apa apa kok nad, cuma kecapean aja" jawab nifta
"Gw juga ga bisa kalo entar siang soalnya mau nganterin mama ke bandara" ucap Marcel
"Em yaudah deh lusa aja gimna?" ujar Nadilla
"Setuju" ucap Marcel dan Nifta
Jam menunjukan pukul 14:00 saat nya siswa siswi pulang kerumah masing masing. Nifta kali ini pulang di antar Marcel karena dia khawatir dengan keadaan ibu nya padahal ibu nya cuma kecapean. Sedang kan Nadilla dia pulang agak terlambat karena dia mampir ke ruang perpustakaan untuk meminjam buku.
Setelah selesai meminjam buku, Nadilla hendak bergegas pulang namun langkah nya terhenti saat melihat Miky dan Clara bergandengan. Nadilla terkejut melihat Miky bergandengan dengan Clara, karena baru kali ini melihat Miky seperti itu.
Nadilla mengikuti Clara dan Miky yang entah akan pergi kemana. Miky dan Clara pergi menaiki mobil Clara menuju taman dan di ikuti oleh mobil Nadilla. Untung nya Nadilla kali ini tidak membawa mobil nya, dia membawa mobil sepupu nya jadi Miky tidak akan curiga jika dia mengikuti nya.
Setelah sampai di taman Miky dan Clara turun mereka duduk di kursi berdua sambil berpegangan tangan layak nya orang pacaran.
Nadilla semakin penasaran dia langsung memakai masker yang ada di mobil itu lalu dia duduk tak jauh dari mereka berdua supaya bisa mendengar kan pembicaraan mereka.
"Sayang kamu kan udah berhasil tuh buat ngejauhin mereka bertiga, sekarang aku minta kamu buat hancurin Nifta" kata Clara sembari menatap Miky dengan lekat
"Clar aku ga bisa, buat ngejauhin mereka aja itu rasa nya berat buat aku" jawab Miky
"Oh jadi kamu lebih sayang sama mereka dari pada aku pacar kamu?" ucap Clara
Nadilla yang mendengar pembicaraan mereka langsung menahan amarah, dia tidak menyangka bila Miky berubah karena Clara, cewe murahan itu
"Emm oke oke aku bakal hancurin Nifta, trus apa yang harus aku lakukan?" tanya Miky pada Clara
__ADS_1
Nadila yang mendengar kata kata Miky barusan sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi, dia langsung melepaskan masker mulut nya dan menemui Miky dan Clara
"Oh jadi ini yang buat Lo berubah sama kita ky? Lo berubah karena cewe murahan ini? Ini sama aja nama nya Lo ngehianti persahabatan kita!" kata Nadilla dengan wajah yang sudah emosi
"Nad sejak kapan Lo disini?" tanya Miky khawatir, dia takut kalau Nadilla mendengar pembicaraan mereka
"Gw udah dari tadi disini, bahkan sebelum kalian Dateng!" jawab Nadilla
"Se suci apa Lo Sampek bilangin gw murahan hah?" ucap Clara sembari menggenggam baju Nadilla dan menarik nya ke atas
"Kurang ajar Lo ya" kata Nadilla sambil mendorong Clara sampai tersungkur di tanah
Clara yang sudah emosi karena di dorong oleh Nadilla, langsung menjambak rambut Nadilla dan mendorong nya hingga Nadilla tersungkur dan kepala nya terbentur batu besar yang ada di taman itu.
"Clar apa yang kamu lakuin?" ucap Miky khawatir melihat darah dan luka di kepala Nadilla akibat ulah Clara
"Ayok kita pulang" ajak Clara langsung menarik Miky
"Tapi gw harus tolongin dia" kata Miky
"Udah biarin dia itu ga penting" kata Clara
Miky yang sudah pasrah langsung mengikuti kemauan Clara dan meninggalkan Nadilla sendirian.
Nadilla yang sudah sempoyongan akibat kepala nya terbentur batu dan luka yang cukup parah di tambah lagi darah segar yang trus mengalir dari kepalanya, dia hanya bisa menangis, Dia sudah tidak sanggup untuk berdiri, dan akhirnya dia pingsan di tempat itu.
30 menit kemudian datang sebuah mobil berwarna hitam.
Laki laki berumur 20 tahunan lebih turun dari mobil dan langsung menghirup udara segar, dan mata nya melihat sekeliling taman tersebut, namun dia terkejut saat melihat wanita pingsan mengenakan baju sekolah yang berdarah darah. Dia tidak melihat jelas wajah nya karena tertutup rambut.
Laki laki itu langsung mendekat ke arah Nadilla dan membalikkan badan nya, dia terkejut saat melihat wajah itu
"Astaga Nadilla" ucap Rifan terkejut melihat darah dan luka di kepala Nadilla
Rifan adalah sepupu Nadilla yang saat ini mobil nya di pinjam oleh Nadilla.
Rifan langsung membawa Nadilla kerumah sakit terdekat, sesampai nya di rumah sakit Nadilla langsung di tangani oleh dokter.
5 menit kemudian dokter keluar dari ruangan Nadilla
"Gimana dok keadaan nya?" tanya Rifan khawatir
"keadaan nya sekarang kritis karena tidak langsung di bawa kerumah sakit. mau tidak mau Kami harus segera melakukan operasi karena luka nya sudah sangat parah" kata dokter
"Kenapa baru sekarang membawa nya rumah sakit?" tanya dokter
__ADS_1
"Maaf dok, dia seperti nya kecelakaan Namun tidak ada yang menolong nya" jelas Rifan
"Yasudah silahkan tanda tangani ini karena sebentar lagi operasi akan berlangsung" kata dokter
Rifan langsung menanda tangani, karena orang tua Nadilla sedang berada di luar kota.
2 jam berlalu, akhirnya Nadilla selesai operasi
"Gimana dok operasi nya lancar?" tanya Rifan
"Allhamdulillah lancar, dan sekarang dia akan di pindahkan ke rumah rawat" kata dokter
setelah selesai operasi Nadilla di pindahkan keruangan VIP
Rifan menatap sepupu nya dengan lekat dia heran kenapa Nadilla seperti ini ? apa yang terjadi pada nya? apa dia tadi di rampok? begitu lah pertanyaan yang ada di kepala Rifan
Saat sedang asik melamun tiba tiba terdengar suara handphone berbunyi, Rifan langsung mencari sumber suara itu dan ternyata yang berbunyi handphone Nadilla.
Ada 300 pesan dan 100 panggilan tidak terjawab dari "Nifta Comel", saat handphone itu berbunyi lagi Rifan langsung mengangkat
"Nad Lo kemana aja? gw khawatir sama Lo, gw ada perasaan ga enak ni." Ucap Nifta khawatir
"Nadila lagi ga baik baik aja" jawab Rifan
Nifta terkejut karena ternyata yang mengangkat telpon nya bukan Nadilla melainkan seorang cowo, siapa dia?
"Ini siapa ya?" tanya Nifta
"Saya Abang sepupu nya Nadilla, apakah kamu teman dekat nya Nadilla? tanya Rifan
"Iya saya teman dekat nya Nadilla, ada apa dengan Nadilla?"
"Kalau kau ingin tau, kau bisa datang langsung ke rumah sakit xxx"
"Emang nya Nadilla sakit apa?"
"Nanti ku beri tahu jika kau sudah sampai" ucap Rifan dan langsung memutuskan telpon nya
"Ih ga sopan banget si main tutup tutup aja" kata Nifta
Nifta langsung berganti pakaian dan bergegas pergi ke rumah sakit untuk melihat sahabatnya itu. Setelah sampai di rumah sakit dia langsung pergi ke lobi rumah sakit dan menanyakan ruangan Nadilla.
Setelah mendapat kan nomor ruangan Nadilla, Nifta langsung pergi menaiki lift karena ruangan nya berada di lantai 4. sampai di lantai 4 nomor 6 Nifta langsung masuk dan terkejut melihat Nadilla terbaring lemah di atas kasur dengan balutan perban di kepala nya dan selang infus di tangan nya.
"Nad Lo kenapa hiks hiks" sembari mendekat ke arah Nadilla
__ADS_1
Nifta menatap Nadilla sembari menangis, dia tak menyangka Nadilla akan seperti ini. padahal baru tadi siang mereka bertemu di sekolah.
BERSAMBUNG......